Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Sie Kerasulan Kitab Suci melaksanakan sosialisasi BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) 2026 yang bertempat di Aula Fransiskus GKP Gereja St. Clara, pada pukul 19 : 00. Sekitar 130 pengurus lingkungan hadir dalam kegiatan tersebut. Dari 69 lingkungan, tercatat hanya 5 lingkungan yang tidak mengirimkan perwakilannya.
Kebanyakan yang hadir dalam sosialisasi tersebut adalah Sie Liturgi Lingkungan. Tiap lingkungan mengirimkan 2 orang perwakilan.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Romo Ramses Nainggolan OFM Capusin, yang sekaligus menjadi pemateri pertama dari pertemuan tersebut. Pada sosialisasi ini terdapat 4 pemateri BKSN yang menjelaskan setiap Sub Tema untuk setiap pertemuan.
Setelah Doa pembukaan, Ketua Sie Kerasulan Kitab Suci Hendrikus Jehamat menjelaskan kepada audiens bagaimana cara menyampaikan bacaan atau cerita refleksi yang ada pada buku panduan BKSN. Ia juga memaparkan urutan kegiatan pada setiap pertemuan di lingkungan, agar fasilitator lingkungan benar-benar mengenal mekanisme pertemuan dan mempersiapkan diri dengan baik.
Tema besar BKSN kali ini adalah Sabda Yang Menjawab Kegelisahan Zaman. Bahwa seluruh isi Kitab Suci, meskipun sudah ditulis ratusan ribu tahun silam, masih aktual untuk menjawab kegelisahan hati manusia hari ini. Tema besar ini dibagi lagi ke dalam 4 Sub Tema yang akan diterapkan dalam 4 pertemuan di lingkungan-lingkungan. Romo Ramses Nainggolan OFM Capusin menjelaskan inti dari Sub Tema pertama yaitu: Sabda Peneguh di Tengah Ketidakpastian. Bacaan dari Injil Matius 6 : 25-34 tentang Burung Pipit dan Bunga Bakung yang dikasihi Tuhan, meneguhkan hati kita atas pemeliharaan Allah pada manusia yang merupakan ciptaan Allah yang melebihi Burung Pipit dan Bunga Bakung. Kita diajak untuk percaya pada penyelenggaraan Allah dalam hidup kita.
Sub Tema kedua dibawakan oleh Rini Titi Yulianti dari Korbid Pewartaan. Dengan judul: Sabda Pembebas dari Belenggu Ketidakadilan. Bacaan Kitab Suci yang direnungkan adalah Injil Lukas 4:16-21 tentang gulungan Kitab Nabi Yesaya yang dibacakan Yesus di rumah ibadah. Dalam nubuat Nabi Yesaya itu Roh Allah ada di dalam diri Yesus dan Ia diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang tertindas. Kedatangan Yesus membawa pembaharuan dalam sistem yang tidak adil di berbagai bidang menuju keadilan yang holistik dalam bidang ekonomi, sosial, hukum, lingkungan hidup dan politik. Kita diajak menjadi rekan kerja Allah dalam melawan ketimpangan dan mewujudkan keadilan di segala bidang.
Pertemuan ke-3 dijelaskan oleh Steny Jehadut dari Korbid Pewartaan, dengan sub tema : Sabda Pemersatu di Era Perpecahan. Dari Efesus 2:12-19 kita diajak menyadari bahwa kehadiran dan pengorbanan Yesus di kayu salib telah mempersatukan kita sebagai sesama pengikut Kristus meskipun berasal dari bangsa dan latar belakang budaya yang berbeda. Demikian pula di tengah-tengah peperangan antar negara dan derasnya arus informasi di dunia digital yang kadang memecah belah, kita diajak untuk tetap memperjuangkan persatuan dan kedamaian.
Victarius Edy Cahyanto dari Sie Kerasulan Keluarga menjelaskan sub tema ke-4 yaitu : Sabda Pengharapan Untuk Masa Depan. Umat diajak merenungkan Kitab Wahyu 21:1-5 dimana Yohanes melihat langit dan bumi baru di masa depan. Perkataan Tuhan, “Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru,” merupakan sebuah janji dan pengharapan bagi manusia tentang masa depan yang lebih baik, seburuk apapun kondisi yang dialami pada masa kini. Selanjutnya Victarius Edy Cahyanto juga menjelaskan tentang kegiatan lomba-lomba Festival Bulan Kitab Suci di tingkat paroki dan Dekenat Bekasi untuk memeriahkan BKSN 2026. Untuk tingkat paroki akan dilaksanakan Sabtu, 12 September 2026 dan di dekenat pada Sabtu, 19 September 2026. Jenis lombanya ada hafalan ayat Kitab Suci, Story Telling Kitab Suci dan menyanyikan Mazmur. Terbuka bagi anak-anak, remaja, umum dan lansia.










Julia Komsos
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara