Lomba Koor HUT Ke-28 : Gita Sang Surya Berkumandang

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara ke-28 semakin meriah dengan digelarnya  Lomba Paduan Suara Antar Wilayah. Acara yang diinisiasi  oleh Panitia HUT dan Sub Sie Pasdior Seksi Liturgi ini berlangsung di  dalam Gereja Santa Clara pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 08.00-13.00.

Lomba Paduan Suara atau Koor antar  Wilayah ini dibuka  dengan doa pembukaan oleh perwakilan panita HUT.  Setelah itu koor Misdinar membuka lomba koor dengan menampilkan Mars Putra-Putri Altar Dekenat Bekasi dan lagu daerah Sayang-Sayang Sipatokaang. Secara resmi lomba paduan suara ini dibuka  oleh Romo Kaprilius Sitepu OFM Cap selaku Pastor Kepala Paroki Bekasi Utara dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Romo Kapri mengapresiasi antusiasme umat dan mengingatkan bahwa lomba ini adalah sarana memuliakan Tuhan dan mempererat persaudaraan.

“Bernyanyi adalah berdoa dua kali. Mari kita satukan suara untuk memuji Tuhan dan membangun kebersamaan antar wilayah,” pesan Romo Kapri.

Lomba ini diikuti oleh 9 wilayah dari 13 wilayah yang ada di Paroki Santa Clara. Setiap paduan suara membawakan 2 lagu, terdiri dari lagu wajib dan 1 lagu pilihan bernuansa Rohani yang semua liriknya ditulis oleh Santo Fransiskus Asisi. Penilaian juri meliputi kekompakan, teknik vokal, penghayatan, dan penjiwaan lagu Rohani tersebut.

Lagu Gita Sang Surya ditetapkan sebagai lagu wajib. Sedangkan Lagu Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai dan Ajakan Santo Fransiskus menjadi lagu pilihan. Romo Kapri menjelaskan kenapa ketiga lagu yang selama ini familiar di kalangan keluarga besar Fransiskan itu yang dipilih. Yang pertama, lagu-lagu ini  sangat sesuai dengan Tema ARDAS KAJ 2026 Keutuhan Alam Ciptaan. Kedua, pada tahun 2026 ini merupakan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Asisi sehingga tiga lagu yang liriknya ditulis oleh Santo Fransiskus ini sangat cocok untuk mengenang dan merayakan 800 tahun Gereja Katolik memperingati wafatnya Santo yang merupakan bapak dari ordo-ordo Fransiskan tersebut. Dan ketiga, nama pelindung paroki Adalah Santa Clara Asisi yang merupakan pengikut setia Fransiskus dan pendiri ordo kedua Fransiskan yaitu Ordo Suster-suster Claris.

Setelah 9 wilayah tampil pada lomba koor ini, para juri rehat 30 menit di ruang khusus untuk menentukan siapa pemenangnya. Waktu 30 menit digunakan untuk menampilkan paduan suara Flobamorata dan sedikit interaksi MC dengan perwakilan wilayah yang mengikuti lomba. Para peserta diminta menceritakan proses latihan dan persiapan mereka. Seluruh peserta lomba yang kurang lebih berjumlah 200 orang juga diminta maju ke depan altar untuk menyanyikan Lagu Gita Sang Surya, Hymne Santa Clara, Mars Santa Clara dan Indonesia Raya bersama-sama dipandu dirijen dari Wilayah Fidelis yaitu Elisabeth. Setelah melalui penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang.

Pengumuman para pemenang dilakukan oleh Onggo Lukito seorang pencipta lagu liturgi yang merupakan salah satu juri. Onggo Lukito juga mengaransemen Lagu Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai yang menjadi lagu pilihan. Juri lainnya Adalah Hanna Pangestu dan Natalis Natalianto dari Pusat Musik Liturgi Komisi Liturgi KAJ. Sebelum pengumuman pemenang, ketiga dewan juri juga memberikan evaluasi dan apresiasi. Para pemenang Adalah : Juara 1 Wilayah Agnes , Juara 2 Wilayah Bunda Teresha , dan Juara 3 Wilayah Fidelis.

Siang itu Lagu Gita Sang Surya yang agung dan megah, yang berisi pujian kepada Allah yang telah menciptakan bumi, langit, laut dan segala isinya, berkumandang 10 kali dibawakan oleh 9 peserta saat penjurian dan oleh 200 peserta dalam acara penutup. Lewat lagu itu Santo Fransiskus Asisi mengajak kita untuk mengagumi Allah melalui ciptaan-Nya.

Tuti Cahaya

5 1 vote
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar