whatsapp image 2025 02 15 at 23.24.55 (1)

Sosialisasi Aksi Puasa dan Pembangunan 2025 Sinergi Menuju Gerakan Transformatif Umat

Bekasi, Suara Clara – Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS)  Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara menyelenggarakan Sosialisasi Aksi Puasa dan Pembangunan (APP) tahun 2025 dengan mengusung tema “Kepedulian Lebih Kepada Saudara yang Lemah dan Miskin”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025 di Gedung Karya Pastoral Gereja Santa Clara.

whatsapp image 2025 02 15 at 23.24.55 (2)

Kegiatan ini menunjuk fasilitator yang berasal dari 13 wilayah Gereja Santa Clara. Mereka memiliki peran penting dalam mewujudkan ajaran sosial gereja ditengah-tengah umat, secara khusus umat dilingkungan. Mereka bertugas menyampaikan materi yang terkandung dari bukupedoman Sosialisasi APP. Secara keseluruhan buku tersebut memiliki empat materi yang berkesinambungan.

“Jadi, empat pertemuan itu sudah dirancang, merupakan satu nyawa, semuanya berkelanjutan. Karena diawali dengan pengharapan, setelah itu mencoba menggerakan hati kita untuk melihat situasi yang ada disekitar dan membentuk tim untuk menyelesaikan atau melanjutkan apa yang sudah dilihat pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, sehingga nanti itu bisa dijalankan pada aksi nyata pada materi keempat.” Jelas Hendrikus Jehamat Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci.

Tak hanya sampai disitu, aksi nyata yang merupakan gerakan transformatif umat masih berlanjut hingga lima bulan kedepan, “Jadi, tidak hanya berhenti pada Sosialisasi APP tapi berkelanjutan, sehingga nanti ini menjadi tolak ukur keberhasilan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (ARDAS KAJ). Apakah ini sudah dijalankan setiap lingkungan atau tidak?” Tutup Umat Lingkungan Padre Pio 3 ini.

whatsapp image 2025 02 15 at 23.24.55

Kekhawatiran muncul ketika fasilitator yang hadir tidak sama dengan peserta Analisis Sosial (Ansos) yang sebelumnya terselenggara, padahal Sosialisasi APP dan Ansos memiliki korelasi. “Ya, itulah dinamika yang ada dilingkungan kita. Bahwa memang seharusnya ini satu tim yang berjalan bersama. Jadi, Ansos bermuara kepada APP sehingga itu bisa berjalan dengan baik. Memang ini menjadi kendala disetiap lingkungan … padahal seharusnya, peserta Ansos itu juga mengikuti pertemuan APP, sehingga mereka menjadi satu kelompok yang bisa menggerakan lingkungan.” Kata Hendrikus Jehamat.

Ansos adalah pembekalan yang diberikan sebelumnya, sebagai alat untuk membantu fasilitator dalam menganalisa masalah-masalah yang ada dilingkungan sehingga dapat menentukan aksi nyata yang tepat dan dirasakan oleh umat.

Atas kekhawatiran itu, Seksi KKS menyarankan agar fasilitator yang hadir hari ini dapat berkoordinasi dengan peserta Ansos dilingkungannya, disamping mengirimkan bahan materi Ansos dan APP ke Ketua Lingkungan. Harapannya, sinergisitas terjadi dan gerakan transformatif dapat terwujud.

Bung Jeff

5 2 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar