Bekasi,SuaraClara – Jumat, 18 April 2025.
Jumat Agung.
Pantang dan Puasa.
Warna Liturgi: Merah.
Bacaan.
Yes 52:13-53:12.
Mzm 31:2.6.12-13.15-16.17.25.
Ibr 4:14-16; 5:7-9.
Yoh 18:1-19:42.
PUTERA : UTUSAN PARIPURNA
Yohanes menegaskan kesatuan Rencana Penyelamatan TRITUNGGAL YANG MULIA dalam menunjukkan Kasih SayangNya kepada semua ciptaan
PenyelenggaraanNya yang tanpa tepi, serta pemenuhan JanjiNya yang melingkupi semua. Untuk itu, Sang Sabda diutus melibatkan Ujmat Manusia sehingga semuanya menjadi bagian Kasih Sayang. Dalam Perjalanan Bersama itu, Yang Ilahi dan Yang Manusiwi berpadu dalam KasihNya.
DOA KITA :
Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah Yang Mahaagung, betapa KasihMu memadukan kami semua.
BACAAN I: Yesaya 52:13-53:12 memperlihatkan betapa Umat Allah, betapa awal iman diakui ada dalam Tritunggal Yang Mahakudus, sempqai utuh.
Ketika manusia mengingkari Kasih Allah, pertobatan dianugerahkan kepada umat serta dijanjikan akann dipulihkan seutuh-utuhnya, dengan seutuh Karunia Ilahi.
Anak cucu Abraham, Ishak-Yakub didampingi dalam sepenuh sayang, agar tidak melepaskan janji kepada Cinta Ilahi.
Banyak utusan diberikan kepada manusia, nsampai kepada Sang Utusan Utama Yang Terkasih.
DOA KITA :
Marilah kita bersyukur kepada Allah yang Agung sehingga Yang Terkudus selalu merangkum kita.
BACAAN: II: Ibr 4:14-16;5:7-9. memaparkan nubuat Utusan Agung, Yesus, yang menjadi tanda, betapa Tritunggal senantiasa memegang teguh kesetiaan cintaNya kepada seluruh ciptaan dan umatNya.
Kepada bangsa manusia, sering kalai diwartakan dengan penuh kasih, bahwa Cinta Allah terpancar dalam setiap saat.
Dengan demikian, kasih sayag Allah dengan manusia digemakan tanpa akhir dan dengan tanda amat jelas.
DOA KITA :
Syukur kepadamu, ya Allah, bahwa dengan pasang surut sejarah kami, KasihMu selalu bersinar.
BACAAN INJIL Yoh 18:1-19-42 memaparkan bagaimana Sang Putera Manusia menjalan pengutusan Allah Sang Sabda, yang menghadirkan kasih sayang Ilahi dalam persatuan Sang Ilahi dan Sang Insani sedemikian utuh untuk mewujudkan Kasih Sayang Sang Pencipta, Sang Putera dan Sang Roh Kudus.
Dalam perjalanan itu, Pasang Surut menjadi satu ungkapan Rencana Penyelamatan Allah, dan seluruh TANDA cakrawala KUDUS.
DOA KITA :
Kami bersyukur, kepada Mu Bapa, Putera dan Roh Kudus, bahwa menganugerahkan Sang Putera untuk menyelamatkan kami, guna menyelamatkan kami dengan Pengorbanan Kami tanpa batas sedikitpun.
Penulis : Prof Dr BS Mardiatmadja SJ – Guru Besar STF Drijakarya
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara