Screenshot 20250418 080202 Chrome

Makna Warna Liturgi Kamis Putih,Jumat Agung dan Sabtu Paskah

Bekasi,SuaraClara – Warna liturgi dalam Gereja Katolik menjadi satu simbol penting yang digunakan dalam perayaan misa. Dalam tradisi Gereja Katolik, terdapat lima warna dasar liturgi, yaitu putih, merah, ungu, hijau, dan hitam.

Setiap warna digunakan sesuai dengan momen atau perayaan tertentu dalam kalender gereja. Lantas, apa warna liturgi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah?

KAMIS PUTIH – PUTIH BUKAN SEMBARANG PUTIH!
Warna putih menghiasi altar dan jubah imam di malam Kamis Putih. Tapi jangan salah sangka! Ini bukan karena tema “bersih-bersih,” tapi karena putih melambangkan kemurnian, sukacita, dan kasih tanpa batas.

Pada malam ini, Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir – momen sakral saat Ekaristi dan Imamat lahir. Warna putih mengajak umat untuk merenungkan kasih Yesus yang suci, bahkan ketika Dia tahu pengkhianatan menanti.

JUMAT AGUNG – MERAH BERDARAH, DERITA YANG MULIA

Tak ada Misa. Tak ada musik. Hanya warna merah yang menyala seperti darah yang menetes dari salib. Warna merah bukan soal kemarahan, tapi simbol darah Kristus dan keberanian-Nya menghadapi salib.

Dalam suasana duka, umat mencium salib – tanda syukur akan cinta yang tak masuk akal: Seorang Raja rela wafat demi umat-Nya. “Demi cinta, Ia menyerahkan segalanya,” kata Romo Budi, penuh haru.

SABTU SUCI & MALAM PASKAH – GELAP BERUBAH MENJADI CAHAYA EMAS PUTIH!
Sabtu pagi hingga petang, Gereja berbalut keheningan. Altar kosong. Lonceng tak berbunyi. Warna liturgi? Tidak ada sebab Gereja sedang “berkabung” bersama Yesus di dalam makam.

Tapi begitu matahari tenggelam dan lilin Paskah dinyalakan, suasana berubah total! Warna putih kembali, kali ini sebagai lambang kemenangan dan kebangkitan!

Lagu “Alleluia” menggema dan terang lilin menyapu gelap malam. Paskah pun tiba – Yesus telah bangkit!

Penulis : S Jumar Sudiyana

0 0 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments