Pra Rapat Karya (PRA RAKA) 2026 Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara diselenggarakan Minggu, 30 Agustus 2026 dan diprakarsai oleh Bidang Perencanaan dan Evaluasi (PE). Kegiatan ini bertempat di Aula Fransiskus GKP Gereja Santa Clara, dimulai pukul 10.30 WIB. Sekitar 75 anggota Dewan Paroki Pleno hadir. Terdiri dari Pastor Kaprilius Sitepu, OFM Capusin, Pastor Ramses Nainggolan, OFM Capusin, Anggota DPH, Pengurus Inti Seksi, dan Ketua Wilayah.
Setelah dibuka dengan doa pembukaan dan lagu pembuka, acara dilanjutkan dengan sesi pengenalan anggota DPH Paroki Bekasi Utara, dipandu oleh Sekretaris 3 DPH Stevanus Agusta. Dalam kesempatan ini kembali diingatkan dan dijelaskan koordinator bidang pendampingan, pastor moderator dan tugasnya masing-masing.
Belajar dari Evaluasi Prokar 2026
Kemudian Koordinator Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dona Celerina menjelaskan maksud dan tujuaan Pra Raka yang merupakan persiapan menuju Rapat Karya (RAKA) 2026 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026. Bidang Perencanaan dan Evaluasi juga menyampaikan hasil pencapaian, refleksi, dan pembelajaran Program Karya 2026 sebagai dasar penyusunan karya pastoral 2027. Hingga Agustus 2026, dari 496 program karya, sebanyak 323 program atau 65,12% telah menyelesaikan LPJ dan diverifikasi keuangan. Sedangkan 217 program atau 43,75% masih dalam proses atau belum terlaksana.
Evaluasi menunjukkan adanya perbedaan capaian antar perangkat karya serta perlunya pendampingan khusus, terutama dalam penyelesaian pelaporan kegiatan di lingkungan. Di sisi lain, sebanyak 84% perangkat karya dinilai programnya telah cukup selaras dan sangat selaras dengan tugas pelayanan. Namun masih terdapat tantangan berupa kejelasan tupoksi, masa transisi kepengurusan, monitoring, kaderisasi, serta kegiatan yang masih bersifat administratif.
Hasil refleksi juga menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak semata-mata ditentukan oleh anggaran, melainkan oleh arah yang jelas, dukungan, komunikasi, kolaborasi, dan kualitas relasi pelayanan. Berbagai kendala yang ditemukan meliputi koordinasi, benturan jadwal, keterbatasan jumlah pelayan dan sumber dana, kejelasan peran dan alur kerja, serta proses administrasi dan LPJ. Perangkat karya mengharapkan penguatan kolaborasi, penambahan SDM, pendampingan DPH, sarana-prasarana, monitoring dan evaluasi, pelatihan kompetensi, serta komunikasi yang lebih efektif.
Digitalisasi melalui SAPA juga dinilai telah diterima dengan baik dan perlu terus diperkuat melalui notifikasi real-time, tutorial, pelatihan pengguna, penyederhanaan LPJ, integrasi sistem, serta monitoring dan analisis. Pembelajaran dari 2026 kemudian menjadi pijakan untuk menyusun Program Karya 2027 yang lebih selaras dengan visi dan misi paroki, terintegrasi, kolaboratif, realistis terhadap sumber daya, memiliki peran dan akuntabilitas yang jelas, serta berorientasi pada kaderisasi dan dampak nyata bagi umat.
Apresiasi bagi Perangkat Karya
Dalam rangka mengapresiasi capaian Program Karya (Prokar) Semester I 2026, Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara menegaskan bahwa setiap karya pelayanan memiliki buah dan perannya masing-masing dalam kehidupan menggereja. Sejumlah perangkat karya dinilai menghasilkan “buah karya berlimpah”, yakni Bendahara DPH, Sie Liturgi, dan Sie Katekese. Sementara Sie PSE, Sie ASAK, dan Sekretaris DPH menjadi “buah karya bertumbuh” yang harus terus dikembangkan. Sie HAAK, Paguyuban LANSIA, Sie Kesehatan, Kekaryawanan, WPSC, Sie Litbang, dan Sie Panggilan diapresiasi sebagai karya yang “sigap dalam setiap perkara.”
Sedangkan Komunitas Kerahiman Ilahi, Sie Santo Yusup, dan Legio Maria menunjukkan semangat “setia dalam perkara kecil.” Apresiasi juga diberikan kepada SKK dan Sie Pekad sebagai “pelita pelayanan”, sedangkan Manajemen Building, Sie Kepemudaan, Sie KKS, Sie Komsos, Sie Pendidikan, PDPKK, K3, Sie Keadilan Perdamaian, Sie PE, dan Tim IT Paroki sebagai “benih pelayanan” yang terus bertumbuh.”
Pada tingkat lingkungan, Santa Clara juga memberikan perhatian terhadap karya prioritas, yaitu Lingkungan Chaterina de Siena 3 dalam kategori Lingkungan Sigap Karya Prioritas. Lingkungan Padre Pio 1, Paulus 3, Petrus 3, Petrus 5, Thomas Aquino 4, Yohanes Pemandi 1, dan Yohanes Pemandi 4 dalam kategori Lingkungan Setia Karya Prioritas. Semangat apresiasi tersebut dirangkum dalam pesan bahwa yang dihargai bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi terutama kesetiaan dalam menghadirkan pelayanan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung karya dan pemberdayaan umat, turut diperkenalkan Voucher UMKM Santa Clara senilai Rp5.000 dan Rp10.000 yang berlaku untuk pembelian produk UMKM Gereja Santa Clara. Dengan mendukung UMKM, berarti mendukung sesama dan membangun komunitas. Seluruh gerakan ini menjadi wujud ajakan untuk terus bertumbuh dalam iman, berbagi dan peduli, serta berkarya dalam kasih.
Tahun Ekaristi 2027
Memasuki proses RAKA pertengahan Oktober 2026, Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara, diajak untuk melihat perjalanan karya pastoral selama 2026 dengan sikap bersyukur, berefleksi, belajar, dan terus bertumbuh. Dalam pesannya, Pastor Kepala Paroki Kaprilius Sitepu, OFM Capusin, menegaskan bahwa berbagai capaian pelayanan selama Semester I 2026 menjadi modal penting bagi paroki untuk melangkah ke tahun berikutnya. Berbagai program telah berjalan dan memberikan dampak bagi umat, didukung semangat kolaborasi, pendampingan DPH, tata kelola pelayanan yang semakin baik, penerapan SAPA dalam administrasi, serta persiapan peningkatan kualitas perencanaan melalui SiClar Budgeting System.
Meski demikian, evaluasi juga mengingatkan adanya tantangan, khususnya dalam mewujudkan pertobatan ekologis sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Memasuki Tahun Ekaristi 2027, seluruh karya pastoral diarahkan untuk semakin berpusat pada Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman. Arah ini diwujudkan melalui tiga gerakan utama, yakni formasi dan edukasi, perayaan dan liturgi, serta solidaritas dan sosial. Seluruh bidang karya, seksi, kategorial, paguyuban, lingkungan, dan wilayah diharapkan bergerak dalam semangat yang sama.
Dalam penyusunan Program Karya 2027, setiap perangkat karya juga diajak menghayati empat gerak Ekaristi—Diambil, Diberkati, Dipecahkan, dan Dibagikan—sehingga program yang dirancang tidak berhenti sebagai agenda kegiatan, tetapi sungguh menjadi wujud iman yang dihidupi, menghasilkan buah, dan dibagikan sebagai berkat bagi umat serta sesama.
Membangun Peradaban Kasih
Paroki Bekasi Utara mengajak umat membangun “Peradaban Kasih” melalui kesetiaan dalam tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara tekun dan konsisten. Dalam refleksi yang disampaikan Pastor Ramses Nainggolan, OFM Capusin perjalanan ARDAS KAJ 2026 menjadi pijakan untuk menyongsong Tahun Ekaristi 2027, dengan mengajak umat meninggalkan “Sindrom Babel” yang menempatkan ego, efisiensi, dan keuntungan sebagai pusat kehidupan, dan memilih “Jalan Nehemia” yang mengutamakan doa, relasi, keterlibatan komunitas, serta kepedulian terhadap mereka yang terpinggirkan.
Ekaristi ditegaskan bukan sekadar perayaan di altar, melainkan sumber kekuatan untuk membawa kasih Kristus ke tengah kehidupan sehari-hari, dengan istilah “dari Altar menuju Pasar.” Karena itu, iman diwujudkan melalui integritas, kepedulian terhadap kelompok rentan, pelayanan sosial, serta keterlibatan aktif di tengah masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai pelayanan nyata, seperti Atma Brata di Cilincing dan Komunitas ALMA yang mendampingi mereka yang miskin, sakit, terlupakan, disabilitas, dan yatim piatu. Melalui Tahun Ekaristi 2027, umat diajak menjadi “Roti yang Terbagi” untuk menghadirkan Kristus, memulihkan martabat manusia, dan menjadikan setiap tindakan kasih sebagai wujud iman yang hidup serta langkah nyata membangun Peradaban Kasih.
Tiga Arah Strategi Tahun Ekaristi
Selanjutnya Wakil DPH Errick Iskandar menyampaikan bahwa Dekenat Bekasi mengusung tema “Ekaristi: Daya Ilahi yang Mengobarkan Semangat Evangelisasi” dengan menempatkan Ekaristi sebagai sumber penghayatan iman sekaligus daya untuk melakukan transformasi dan pelayanan nyata. Arah strategis tersebut diwujudkan melalui tiga Tim Ekaristi, yakni Tim Ekaristi Formasi dan Edukasi (TEFE), Tim Ekaristi Perayaan dan Liturgi (TEPL), serta Tim Ekaristi Solidaritas Sosial (TESS). Melalui TEFE, umat diajak semakin memahami dan mencintai Ekaristi melalui program Katekese Ekaristi 3 Menit di Paroki (K3M) dan Katekese Ekaristi di Lingkungan (KEL), dengan sasaran meningkatnya kehadiran umat dalam perayaan Ekaristi mingguan. Sementara itu, TEPL menggerakkan penghayatan Ekaristi melalui Kongres Ekaristi Dekenat Bekasi yang melibatkan perwakilan umat dari seluruh paroki serta Misa Keluarga di Lingkungan sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan.
Dimensi transformasi diwujudkan melalui TESS lewat gerakan “Dari Altar untuk Sesama, Dipecah untuk Berbelarasa”, baik di tingkat paroki maupun lingkungan, dengan perhatian khusus pada anak-anak yang mengalami kesulitan pendidikan melalui ASAK dan kaum lansia yang mengalami kesepian melalui pelayanan Komunitas Adiyuswo dan PSE. Dengan target seluruh paroki terlibat dalam Kongres Ekaristi, pelaksanaan misa keluarga di lingkungan, serta sedikitnya 80 persen lingkungan menjalankan aksi belarasa, Dekenat Bekasi mengajak umat membawa rahmat Ekaristi keluar dari altar menjadi kepedulian dan tindakan nyata bagi sesama sepanjang 2027 nanti.
Menyusun Agenda Paroki yang Sinergis
Sekretaris 1 dan 2 DPH Christina Monica dan Agung Nugroho mengingatkan sekaligus menjelaskan, bahwa Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Bekasi Utara menyiapkan Master Plan Agenda Paroki 2027 sebagai langkah untuk menyatukan perencanaan dan koordinasi seluruh perangkat karya. Penyusunan agenda ini berangkat dari evaluasi 2026 yang menemukan sejumlah tantangan, seperti benturan jadwal, keterlambatan informasi, serta kegiatan yang masih berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, Agenda Utama Paroki 2027 disusun lebih awal sebagai “anchor” bersama yang mencakup agenda liturgi, kepanitiaan besar seperti Pekan Suci, HUT Paroki ke-29 dan Natal, serta agenda kaderisasi dan pelantikan pengurus seksi periode 2027–2030.
Dengan melihat keseluruhan kalender dalam satu gambaran, setiap bidang, seksi, kategorial, paguyuban, wilayah, dan lingkungan diharapkan dapat menyusun program secara lebih realistis, mengatur beban pelayanan dan kebutuhan SDM, menghindari benturan jadwal, serta menemukan peluang kolaborasi. Master Plan ini bukan sekadar kalender kegiatan, melainkan alat koordinasi untuk membangun satu gambaran bersama, menghasilkan perencanaan yang lebih baik, memperkuat koordinasi, dan mewujudkan pelayanan Paroki yang lebih terintegrasi. Setelah agenda utama ditetapkan, seluruh perangkat karya diharapkan menyesuaikan programnya, mengantisipasi periode pelayanan yang padat, serta membangun ritme rapat dan koordinasi yang jelas melalui sinkronisasi Kalender Rapat Paroki 2027. Sehingga seluruh karya dapat bergerak bersama sebagai satu Paroki.
Dalam rangka mempersiapkan pelayanan Paroki tahun 2027, dilakukan sinkronisasi Kalender Rapat Paroki dengan menekankan pola perencanaan yang bersifat bottom up, partisipatif, dan sinodal. Sinkronisasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses perencanaan dan koordinasi antar perangkat karya agar berjalan selaras, sehingga berbagai agenda pelayanan dapat disusun secara terarah dan melibatkan unsur-unsur Paroki. Dengan pendekatan tersebut, kalender rapat diharapkan tidak sekadar menjadi jadwal pertemuan, tetapi menjadi sarana untuk membangun komunikasi, menyatukan langkah, serta mendukung proses perencanaan pastoral yang berjalan dari bawah, melibatkan umat, dan mengedepankan semangat berjalan bersama dalam pelayanan Paroki sepanjang 2027.
Sistem Informasi Santa Clara
Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan sebuah sistem budgeting yaitu Sistem Informasi St. Clara ( SICLAR),yang memudahkan para pengurus lingkungan dan wilayah, pengurus seksi, DPH, dan Pastor untuk merencanakan, mengajukan, mengontrol, membuat laporan setiap anggaran setiap acara, agar mudah di kontrol oleh masing-masing pengguna. Hal ini dijelaskan pada kesempatan ini oleh Bendahara Paroki FX Wisnu Ardianto.
Dan untuk sesi terakhir Erga dari Sie Perencanaan dan Evaluasi menjelakan untuk mendorong perubahan pola kerja dari program yang berjalan sendiri-sendiri menuju pelayanan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi umat dan masyarakat. Proses penyusunan program menempatkan koordinasi sebagai kunci, dengan melibatkan seksi dan kategorial sejak awal, kemudian mengintegrasikan rencana bersama Korbid, sebelum direkap dan disahkan oleh PE dan DPH. Mekanisme ini diharapkan membuat keterlibatan Korbid menjadi lebih aktif, integrasi berlangsung sejak tahap perencanaan, serta pemanfaatan sumber daya manusia, waktu, dan anggaran menjadi lebih optimal.
Rangkaian penyusunan Program Karya 2027 dimulai dari Pra-RAKA pada 30 Agustus 2026, dilanjutkan penyusunan rencana Prokar dan SiClar, review Korbid, penguncian SiClar, review PE bersama Sekretaris dan Bendahara, Rapat Terpadu DPH akhir September 2026, input SAPA, RAKA pleno pada Oktober 2026, final check, hingga review KAJ, tanggapan KAJ, dan finalisasi pada 31 Desember 2026. Seluruh proses tersebut diarahkan agar pengalaman 2026 menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk menghadirkan karya pada 2027 yang bukan sekadar lebih banyak, tetapi semakin berarti, terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi umat.













Liputan : Nerius Rio Prawastyo
Photo : Antonio Arya
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara