PDPKK : Kasih Kristus Memperbaharui dan Memulihkan.

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”
Mazmur 147:3

Kegiatan yang diikuti oleh 135 peserta ini menjadi sebuah perjalanan iman untuk mengajak umat mengenali luka, memahami asal dan dampaknya, membuka hati kepada Roh Kudus, belajar mengampuni, mengalami doa pemulihan, dan akhirnya melangkah menuju hidup baru dalam Kristus.

Pembukaan: Sebuah Langkah untuk Berani Membuka Hati

Sebelum sesi pertama dimulai, rangkaian Seminar Luka Batin dibuka dengan beberapa sambutan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Ibu Anastasia Endang, dilanjutkan oleh Koordinator Bidang Kategorial Gereja St. Clara, Paroki Bekasi Utara, Bapak Agustinus Tedjo Suksmono, serta Koordinator Dekenat Bekasi, Bapak Herybertus Wahyu Widodo. Dalam sambutannya, Bapak Herybertus Wahyu Widodo menyampaikan bahwa Seminar Luka Batin ini merupakan seminar yang pertama kali diadakan di Dekenat Bekasi. Beliau juga mengapresiasi semangat PDPKK St. Clara dalam menghadirkan kegiatan pewartaan dan pengajaran bagi umat. Meskipun secara usia PDPKK, St. Clara berada pada urutan kesembilan dari sepuluh paroki di Dekenat Bekasi, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus bertumbuh dan mengambil bagian dalam karya pewartaan. PDPKK St. Clara justru menunjukkan bahwa usia bukanlah ukuran untuk berhenti berkarya. Semangat untuk belajar, melayani, mewartakan, dan menghadirkan kasih Kristus terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembinaan iman, salah satunya melalui Seminar Luka Batin ini.

Sesi 1 – Mengenali Luka Batin

Sesi pertama dibawakan oleh Sis Vinsencia Iskandar dari Komunitas Amazing Grace, Gereja Maria Kusuma Karmel, Meruya, Jakarta Barat. Peserta diajak memahami bahwa luka batin dapat muncul dari berbagai pengalaman menyakitkan yang kemudian memengaruhi pandangan, emosi, sikap, dan respons seseorang. Melalui kisah Adolf Hitler dan Santo Maximilian Kolbe, peserta diajak melihat bahwa penderitaan dan pengalaman hidup dapat menghasilkan respons yang berbeda dalam diri seseorang. Dalam terang iman, setiap orang memiliki pilihan untuk membawa pengalaman pahitnya kepada Kristus dan membiarkan Tuhan bekerja di dalam dirinya.

Sesi 2 – Asal Usul Luka Batin

Sesi kedua dibawakan oleh Bro Christian Muliadi. Peserta diajak melihat bahwa luka batin dapat berakar dari berbagai pengalaman sepanjang perjalanan hidup, mulai dari masa dalam kandungan, masa kanak-kanak, sekolah, hingga masa dewasa. Dengan melihat kembali perjalanan hidup, peserta diajak mengenali pengalaman-pengalaman yang mungkin pernah meninggalkan luka. Proses ini bukan untuk kembali terjebak dalam masa lalu, tetapi untuk memahami diri dengan lebih jujur dan membawa pengalaman tersebut kepada Tuhan.

Sesi 3 – Dampak Luka Batin

Pada sesi ketiga, Bro Elvindes Kapitsa mengajak peserta memahami berbagai dampak yang dapat muncul ketika luka batin tidak disadari atau tidak terselesaikan. Luka dapat muncul melalui kemarahan, kesedihan, kesepian, rasa tidak berharga, ketakutan, kesulitan menerima diri, kebutuhan akan validasi, maupun berbagai respons emosional lainnya. Dalam terang Kitab Suci, peserta kembali diingatkan bahwa setiap manusia memiliki martabat dan nilai yang berharga di hadapan Allah. Luka tidak menentukan nilai diri seseorang, karena kasih Allah jauh lebih besar daripada pengalaman masa lalu.

Sesi 4 – Membuka Hati kepada Roh Kudus dan Kuasa Pengampunan

Sesi keempat dibawakan oleh Bro Alex Yuniarto. Peserta diajak memahami bahwa proses pemulihan dimulai dengan keberanian untuk menyadari luka, menemukan akarnya, menghadapi pengalaman yang menyakitkan, dan belajar mengampuni. Pengampunan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain ataupun menyangkal rasa sakit yang pernah dialami. Pengampunan merupakan proses menyerahkan luka dan keinginan untuk membalas kepada Tuhan. Dalam proses tersebut, Roh Kudus diundang untuk menghibur, melembutkan hati, memberikan kekuatan, serta menuntun seseorang untuk berjalan dalam kasih.

Sesi 5 – Doa Pemulihan

Memasuki sesi kelima, peserta diajak semakin dalam melalui doa dan penyembahan. Berbagai luka, kepahitan, kemarahan, kekecewaan, dan pengalaman masa lalu diserahkan kepada Tuhan. Doa pemulihan menjadi kesempatan bagi peserta untuk semakin membuka hati dan mengalami kasih serta pengampunan Allah. Peserta diajak percaya bahwa Tuhan hadir dalam setiap proses kehidupan dan tidak pernah meninggalkan manusia sendirian dalam pergumulannya.

Sesi 6 – Hidup Baru dalam Kristus

Sebagai penutup rangkaian seminar, sesi keenam dibawakan oleh Bapak Prihandana Prasetiawan dengan tema “Hidup Baru dalam Kristus.” Peserta diajak semakin berani membuka diri di hadapan Tuhan, mengakui dan menerima luka yang ada, serta percaya bahwa Yesus hadir untuk memulihkan dan memberikan hidup yang baru. Melalui kisah Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali, kemudian diterima dan dipulihkan kembali oleh Yesus, peserta diajak memahami bahwa kegagalan dan masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Tuhan memberikan kesempatan untuk bangkit, dipulihkan, dan kembali berjalan bersama-Nya. Dalam kisah perjalanan ke Emaus, peserta juga diajak untuk tidak hanya berfokus pada masalah dan luka, tetapi membuka hati dan pikiran agar Yesus hadir serta berjalan bersama dalam kehidupan. Kehadiran komunitas juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Penyembuhan luka batin bukanlah sesuatu yang selalu terjadi secara instan. Diperlukan iman, keterbukaan, tekad, ketekunan, refleksi diri, pikiran yang positif dan terbuka, serta kuasa Roh Kudus.

“Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN.”
Yeremia 30:17

Dari Luka Menuju Hidup Baru

Enam sesi Seminar Luka Batin menjadi sebuah perjalanan yang mengajak peserta bergerak selangkah demi selangkah: mengenali luka, memahami asal-usulnya, menyadari dampaknya, membuka hati kepada Roh Kudus, belajar mengampuni, mengalami doa pemulihan, dan akhirnya memasuki hidup baru dalam Kristus. Pesan utama yang dibawa dalam seluruh rangkaian seminar adalah bahwa luka batin tidak perlu terus disembunyikan ataupun dibiarkan menguasai kehidupan. Tuhan tidak meninggalkan manusia dalam luka. Ia hadir untuk mengasihi, mengampuni, menyembuhkan, dan memulihkan. Seminar ini juga mengingatkan bahwa proses pemulihan membutuhkan keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri dan keterbukaan untuk menyerahkan seluruh pengalaman hidup kepada Tuhan. Melalui penyelenggaraan Seminar Luka Batin ini, PDPKK St. Clara berharap semakin banyak umat mengalami kasih Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, mampu menerima diri, mengampuni, melepaskan kepahitan masa lalu, serta membangun relasi yang lebih sehat dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Pada akhirnya, perjalanan ini bukan sekadar tentang menemukan kembali luka, tetapi tentang menemukan bahwa di balik setiap luka ada kasih Tuhan yang tetap hadir. Karena itu, marilah kita terus berjalan bersama Kristus dengan keyakinan bahwa:

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”
Mazmur 147:3

Tuhan Yesus memberkati.
Bunda Maria mendoakan.
Amin.

Pertiwi Irawati-PDPKK St. Clara

5 2 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar