Bekasi,SuaraClara – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara, pada Rabu (1/10/2025) malam. Sekitar 550 umat hadir dalam Misa Pembukaan Bulan Rosario yang diawali dengan perarakan Patung Bunda Maria dari Gedung Karya Pastoral menuju Plaza Maria.
Suasana semakin syahdu tatkala lilin-lilin menyala, lantunan lagu Maria terdengar merdu, dan umat mengikuti perarakan dengan doa penuh devosi.

Perayaan ekaristi dipersembahkan secara konselebrasi oleh Romo Kaprilius Sitepu, OFMCap bersama Romo Monald Banjarnahor, OFMCap, Romo Ramses Nainggolan, OFMCap serta Romo Ade Tambunan, OFMCap.
Misa berlangsung tertib dan lancar, diwarnai kehadiran umat lintas lingkungan yang datang bersama keluarga untuk mengawali bulan doa ini.

Sejarah Bulan Rosario
Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Rosario dalam tradisi Gereja Katolik. Sejarahnya bermula pada abad ke-16, ketika Paus Pius V menetapkan 7 Oktober sebagai Pesta Bunda Maria Ratu Rosario, mengenang kemenangan doa rosario dalam Pertempuran Lepanto (1571). Sejak itu, Gereja mendedikasikan bulan Oktober untuk devosi khusus kepada Bunda Maria melalui doa rosario.

Makna Doa Rosario
Doa rosario bukan hanya pengulangan doa Salam Maria, tetapi sebuah meditasi iman yang mendalam. Dalam setiap peristiwa gembira, sedih, mulia, dan terang, umat diajak merenungkan hidup Yesus Kristus bersama Bunda Maria. Rosario menjadi sarana untuk meneguhkan iman, memohon kedamaian, serta mempererat persatuan keluarga.

Dengan rosario, kita belajar setia, tekun, dan dekat dengan Yesus melalui Bunda Maria. Rosario adalah doa keluarga, doa Gereja, dan doa umat beriman yang membawa kita semakin dekat pada Allah.
Bulan Rosario di Paroki Santa Clara akan diisi dengan doa rosario lingkungan, devosi Maria, serta kegiatan doa bersama di setiap wilayah. Semua ini menjadi ajakan untuk menghidupi iman dengan sederhana namun mendalam, meneladani ketaatan dan kasih Bunda Maria.
Penulis : SJS
Foto. : Pius Komsos dan K3
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara