Umat Gereja Santa Clara berkumpul dalam suasana khidmat untuk mengikuti Misa Malam Paskah pada Sabtu, 4 April 2026. Dalam perayaan kali ini, misa diadakan dua kali di Gereja Santa Clara, yakni pukul 16.00 dan 20.30. Dekorasi altar cukup meriah dengan aneka bunga berwarna kuning dan jingga.
Umat sudah memadati areal gereja satu jam sebelum misa dimulai. Berdasarkan pantauan, umat yang hadir memenuhi gedung gereja, GKP dan ada yang duduk di pelataran Plaza Maria dan basement.
Antusiasme umat juga terlihat dari penggunaan busana warna putih yang dominan, sama seperti warna liturgi Malam Paskah. Tercatat, ada sekitar 3.417 umat yang menghadiri misa pertama, dan ada kurang lebih 2.007 umat yang datang pada misa kedua. Saat memasuki areal gereja, umat dengan tertib mengikuti arahan petugas K3. Sedangkan saat mencari tempat duduk di gereja maupun ruang tambahan yang disediakan, umat mengikuti arahan petugas tata laksana.

Misa kali ini terbagi menjadi empat bagian besar yakni Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, Pembaharuan Janji Baptis dan Liturgi Ekaristi. Upacara Cahaya dimulai dari penyalaan lilin Paskah di depan pintu gereja dan dilanjutkan dengan penyalaan lilin umat yang bersumber dari api lilin Paskah.
Misa malam Paskah pertama dipimpin secara konselebrasi oleh Pastor Kaprilius Sitepu OFMCap, Pastor Yustinus Saragih OFMCap dan Pastor Ramses Nainggolan OFMCap.
Sedangkan misa kedua dirayakan secara konselebrasi oleh Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap bersama Pastor Ramses Nainggolan OFMCap.

Misa dimulai dengan Upacara Cahaya. Diawali dalam sunyi dan gelap, dengan penyalaan lilin Paskah sebagai cahaya utama menjadi sumber penerang satu-satunya. Lambang Kristus sebagai cahaya dunia. Kemudian, cahaya lilin itu dibagikan pada umat dan saling bersambut di antara umat.
Berani jadi Saksi
Misa kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tiga Kitab Perjanjian Lama dan dua Kitab Perjanjian Baru yang merangkum kisah keselamatan. Mulai dari kisah Penciptaan Langit dan Bumi (Kej 1:1 – 2:2), Pembebasan Umat Israel dari Mesir (Kel 14:15 – 15:1), hingga Pembaharuan Hati oleh Roh Allah (Yeheskiel 36:16-17a.18-28) . Kemudian dilanjutkan dengan bacaan Epistola mengenai Hidup Baru Dalam Kristus (Roma 6:3-11) dan Injil Matius 28:1-10 tentang Kebangkitan Yesus Kristus.

Dalam homilinya, Pastor Ramses mengajak umat merenungkan kembali kisah pembebasan bangsa Israel yang dipimpin oleh Musa. Dalam situasi terjepit ketika dikejar oleh pasukan Firaun di tepi Laut Merah, Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan membuka jalan bagi bangsa Israel untuk menyeberang dan memperoleh keselamatan.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran perjalanan iman manusia yang percaya kepada karya keselamatan Allah. Penyeberangan laut itu juga dimaknai sebagai simbol pembebasan yang kemudian digenapi dalam karya keselamatan Yesus Kristus yang membawa manusia menuju hidup baru.
“Dunia kita bukan lagi membutuhkan penonton, tetapi saksi. Kita dipanggil bukan hanya melihat karya keselamatan Allah, melainkan menjadi pelaku sejarah keselamatan dan membawa harapan bagi orang lain,” kata Pastor Ramses.
Pembaruan Janji Baptis
Pembaruan janji baptis diucapkan bersama-sama oleh umat sambil menyalakan lilin yang berasal dari lilin Paskah. Umat diajak untuk mengikrarkan kembali iman mereka, menolak keburukan, dan menegaskan komitmen dalam iman kepercayaan sesuai ajaran Gereja Katolik.
Kemudian, umat mendapatkan percikan air suci dari para Pastor dan prodiakon dengan diiringi Lagu Syukur Kepada-Mu Tuhan dan dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi. Misa Malam Paskah pun ditutup dengan ucapan Selamat Paskah yang disampaikan penuh sukacita oleh para Pastor dan berkat meriah.
Ayu dan Damar, KOMSOS
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara