Berjalan Bersama
Pada hari Selasa 27 Oktober 2026 dengan antusias sejak pukul 05.00, para devosan Kerahiman Ilahi sudah mulai berdatangan dan berkumpul di lobby GKP Gereja Santa Clara untuk mengikuti ziarah ke Gua Maria Bukit Kanada Rangkasbitung dengan menggunakan bus.
Menambah semangat dan sukacita kami, acara ini didukung dan didampingi oleh Romo Kaprilius Sitepu OFM Cap yang merupakan pastor paroki sekaligus romo pendamping kategorial. Romo Firdaus OFM Cap, Frater Christian dan Frater Deo juga turut serta.
Rombongan kami tiba di Gua Maria Bukit Kanada pukul 08.30 dan mulai mempersiapkan diri untuk melakukan Doa Jalan Salib. Puncak acara ziarah ditutup dengan Misa Kudus yg dipimpin secara konsebrasi oleh Romo Kapri dan Romo Firdaus.
Dalam homilinya Romo Kapri menekankan beberapa hal, antara lain bahwa Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI) hendaknya selalu menghidupi semangat berjalan bersama bukan sekedar bersama berjalan, karena berjalan bersama itu nemiliki tujuan sebagaimana kedua murid yg berjalan pulang ke Emaus. Mereka lelah, bersungut-sungut dan kecewa karena Yesus telah mati disalib dan mayatnya hilang dari kubur. Tetapi ditengah perjalanan mereka berjumpa dengan orang asing. Mereka berjalan bersama dan ketika orang asing itu berbicara tentang isi Kitab Suci hati mereka berkobar-kobar, penuh semangat dan sukacita. Begitulah perjumpaan dan perjalanan bersama Yesus selalu membawa sukacita dan semangat berkobar-kobar karena kita memiliki tujuan yang sama yaitu bersaksi tentang kepenuhan janji Allah, kasih dan kemurahan hatiNya yg tanpa batas.
Komunitas Menjadi Tempat Yang Nyaman Untuk Tumbuh
Rahim adalah tempat yg paling nyaman bagi bayi, demikian pula ketika kita berada dalam Kerahiman Tuhan. Maka hendaknya komunitas Kerahiman Ilahi juga menjadi tempat yang nyaman bagi setiap orang yg bergabung didalamnya.
Hendaknya dalam berkomunitas selalu ingat dengan 3 perkataan sederhana yang Ajaib, yaitu : Tolong, Maaf dan Terima kasih.
– Tolong artinya kita memerlukan orang lain, kita tidak dapat bekerja sendiri.
– Maaf artinya kita dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini rapuh dan tidak sempurna.
– Terima kasih artinya ungkapan syukur dan apresiasi atas kemurahan hati sesama.
Dalam sambutannya Bu Katharina Widyawati sebagai PIC acara ini, menyampaikan bahwa acara ini terselenggara mandiri, tidak ada dana dari luar, semua berasal dari kami dan untuk kami devosan Kerahiman Ilahi. Hal itu menunjukkan betapa besar semangat dan antusiasme para devosan dalam kegiatan ini. Sedangkan dari Ketua KKI sangat mengapresiasi dukungan para devosan yang solid, selalu bersemangat, serta terbuka terhadap setiap program dan niat baik. Hal ini terlihat dalam pelayanan doa arwah. Meskipun terkadang yang hadir hanya 3, 5, atau 7 orang, pelayanan tetap berjalan dan api pelayanan terus dijaga. Komunitas ini mengajak anggotanya untuk terus bertumbuh, karena suatu saat akan semakin banyak hati yang terketuk untuk melayani dengan murah hati.



Acara ditutup dengan games-games seru untuk mengakrabkan suasana persaudaraan. Rombongan meninggalkan lokasi Gua Maria Bukit Kanada Rangkasbitung pukul 14.45, sepanjang perjalanan menikmati kemacetan kota dengan bercanda dan karaoke. Tiba di Bekasi pukul 19.00.
Semoga semangat kemurahan hati melalui perbuatan belas kasih, perkataan kerahiman dan doa terus dihidupi oleh setiap pribadi devosan Kerahiman.
Teruslah bertumbuh.
Ditulis oleh
Theresia, ketua KKI
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara