HUT ke-7 K3:  Perkuat Pelayanan dan Regenerasi Anggota

Dukungan Keluarga

Perayaan ulang tahun ke-7 K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Keparkiran) Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara, menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen pelayanan di lingkungan gereja.

Selain menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan selama 7 tahun terakhir, perayaan ini juga dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak umat mengambil bagian dalam pelayanan. Regenerasi menjadi salah satu perhatian penting agar K3 dapat terus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, ketua panitia Camilius Mollo menyampaikan apresiasi kepada anggota K3 dan keluarga yang turut hadir dalam perayaan tersebut. Ia menekankan bahwa pelayanan tidak hanya melibatkan anggota yang menjalankan tugas, tetapi juga dukungan dari orang-orang terdekat, termasuk istri dan anak-anak.

“Saya juga ingin terima kasih banyak pada anggota K3, sudah membawa istrinya dan anaknya. Jadi K3 ini tidak serta-merta cuma suaminya saja. Anaknya juga, istrinya juga, mungkin mereka sangat mendukung suaminya menjadi K3,” katanya.

Kehadiran istri dan anak-anak menjadi bagian dari kebersamaan yang memperkuat hubungan antar anggotanya sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan di lingkungan gereja juga membutuhkan dukungan keluarga.

Pentingnya Rekruitmen Anggota Baru

Di kesempatan yang sama, Ketua K3 Jhon Godefridus Fauster juga menyorot soal kebutuhan rekrutmen anggota baru. Menurutnya, keterlibatan lebih banyak umat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan organisasi dan memastikan pelayanan dapat terus berjalan.

Regenerasi menjadi semakin penting karena sebagian anggota K3 telah memasuki usia lanjut. Dengan melibatkan anggota baru, komunitas diharapkan memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk melanjutkan berbagai kegiatan dan pelayanan pada tahun-tahun berikutnya.

“Makanya kami mengundang para ketua wilayah. Semoga para ketua wilayah ini sebagai perpanjangan kepada ketua-ketua lingkungan untuk mengutus paling tidak satu orang sebagai perwakilan dari tiap lingkungan,” ujarnya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas partisipasi umat serta memperkuat hubungan antara pengurus K3 dan lingkungan-lingkungan di Paroki Bekasi Utara. Jhon turut mengajak hadirin mengenang dan mendoakan anggota yang telah berpulang. Penghormatan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan dan kontribusi orang-orang yang pernah menjadi bagian dari K3.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan agar anggota K3 semakin solid, bersemangat, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Peran di Dalam Gereja

Dalam refleksinya, Romo Ramses juga mengajak anggota K3 untuk memaknai kehadiran di lingkungan gereja secara lebih mendalam. Ia menggunakan analogi kancing baju untuk menggambarkan seseorang yang seolah-olah sudah masuk, tetapi sebenarnya masih berada di luar.

“Kenapa saya katakan filosofi kancing baju? ini (kancing baju) sudah masuk tapi tetap di luar, maka saya minta supaya ketika kita sebetulnya sudah masuk ke lingkungan gereja, tapi jangan selalu tinggal di luar sekali-kali juga masuk ke lingkungan gereja,” katanya.

Kelompok pelayanan K3 di Gereja Santa Clara memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan peribadatan dan pelayanan. Dengan total 82 anggota, kelompok pelayanan ini tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga kegiatan sosial dan liturgi.

Beberapa kegiatan sosial kegiatan sosial yang dilakukan meliputi kegiatan fisik dan pelayanan pelestarian lingkungan, seperti pembuatan lubang resapan biopori serta pembuatan sacrarium. Sementara dalam kegiatan liturgi, K3 juga hadir melalui pelayanan koor dan membangun kebersamaan komunitas.

Terakhir, sebagi bentuk dukungan operasional, K3 memiliki subdivisi transportasi yang dinamakan CLATRANS. Subdivisi ini bertugas khusus untuk mendukung segala kebutuhan mobilitas dan transportasi bagi umat Gereja Santa Clara.

Frater Deo

0 0 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar