Umat Paroki Bekasi Utara menutup rangkaian devosi Bulan Maria tahun 2026 pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 17.00 WIB di Gereja Santa Clara.
Acara dibuka dengan tanda salib dan pengantar yang dipimpin oleh Pastor Kaprilius Sitepu OFM Capusin dan Pastor Jona Joakim Pinem OFM Capusin di depan Gedung Karya Pastoral. Doa pembuka dan lagu pujian mengawali seluruh rangkaian doa, menandai rasa syukur umat atas penyertaan Bunda Maria sepanjang bulan Mei ini.
Begitu Doa Rosario sampai pada peristiwa kedua, dilaksanakan perarakan patung Bunda Maria dari depan GKP menuju Plaza Maria. Umat berjalan bersama sambil mendaraskan Doa Rosario dan membawa lilin menyala. Perarakan ini menjadi ungkapan cinta, hormat, dan devosi umat kepada Bunda Maria, Ratu Rosari. Sampai di depan Plaza Maria, Rosario tetap berjalan dan diselesaikan sampai pada peristiwa kelima. Sebelum Rosario ditutup, umat yang dari awal membawa persembahan bunga mawar maju mempersembahan bunga mawarnya ke depan patung Bunda Maria Memanggil. Pastor Kapri menutup doa Rosario dengan berkat meriah dan tanda salib.
Puncak acara Penutupan Bulan Maria adalah perayaan Ekaristi di dalam Gereja Santa Clara. Dalam homilinya, Romo Kapri mengajak umat meneladani pentingnya kebersamaan dan menolak kesendirian. Allah sebagai Persekutuan Kasih, yang sempurna antara Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sifat Allah yang Penyayang dan Penuh Kasih ditunjunjukkan dalam injil Yohanes di mana Allah mengaruniakan Putra Tunggal-Nya ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Pastor Jona mengajak umat Santa Clara untuk menghidupi misteri Titunggal Mahakudus ini dalam kehidupan sehari-hari dengan cara : membangun jembatan, bukan membangun tembok, mengatasi kesendirian dan kesepian dan saling mendukung.
Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan pemberkatan Sacrarium yang baru di taman depan ruang tamu pastoran. Sacrarium adalah tempat khusus untuk membuang air pembasuhan tangan imam, air baptis, sisa Sakramen Maha Kudus, serta mengubur benda-benda sakramentali seperti rosario yang patah, patung rusak, atau gambar suci yang sudah tidak layak pakai.
Pemberkatan ini dipimpin Pastor Kaprilius dan Pastor Jona diikuti doa bersama seluruh umat. Pada kesempatan ibadat ini Pastor Kapri menghimbau umat agar membawa benda-benda sakramentali atau yang sudah diberkati dan sudah rusak untuk dikubur di Sacrarium. Hal ini sebagai bentuk penghormatan umat Katolik bahwa segala sesuatu yang dikhususkan bagi Tuhan harus diperlakukan secara layak, termasuk saat sudah tidak digunakan.







Melalui pemberkatan Sacrarium, umat diingatkan kembali pada ajakan Paus Fransiskus tentang “Pertobatan Ekologis”: merawat rumah bersama dan menjaga kekudusan dengan tindakan nyata yang sederhana.
Acara ditutup dengan doa penutup dan berkat. Suasana penuh Syukur, dan kebersamaan terasa hingga akhir acara.
Tuti Cahaya
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara