Tangisan bayi memecah suasana saat Romo Ramses Nainggolan mengucurkan air mengalirdi dahi seorang bayi yang dibaptis sambil mengucapkan, ”Aku membaptis engkau dalamNama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Pagi itu, Sabtu 23 Mei 2026 pukul 08.00-10.00 sebanyak 22 balita berusia di bawah satu tahun hingga empat tahun dibaptis di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara. Di gereja ini, baptis bayi deselenggarakan setiap 2 bulan sekaliuntuk memberikan kesempatan kepada orang tua agar bisa membaptiskan anaknya sesegeramungkin setelah lahir.
Martinus Martono yang memberikan materi Rekoleksi Persiapan Baptis Bayi kepada 19 pasangan suami-istri dan wali baptis pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 19.00 di GKP GerejaSanta Clara, menegaskan bahwa membaptiskan bayi sedini mungkin merupakan bentukperwujudan janji perkawinan orang tua yaitu mendidik anak-anak yang dianugerahkan Tuhansecara Katolik. Jumlah pasangan orang tua hanya 19 karena ada keluarga yang membaptiskan2 anak sekaligus.
Sebelum pelaksanaan baptisan bayi, selain orang tua dan wali baptis wajib mengikutirekoleksi, mereka juga harus mengikuti Gladi Resik dan penerimaan Sakramen Tobat. Sakramen tobat bagi orang tua baptis bayi dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul19.30 di gereja setelah mereka mengikuti latihan tata gerak dalam Gladi Resik yang diselenggarakan pada satu jam sebelumnya. Sebelum orang tua menerima SakramenPengakuan Dosa, ada Ibadat Tobat yang dipimpin oleh prodiakon untuk persiapan batinsebelum melakukan pengakuan dosa secara pribadi.
Romo Ramses dalam sapaannya di acara rekoleksi, lebih mengingatkan tugas dan peran wali baptis. Mereka turut bertanggung jawab dalam tumbuh kembang iman anak-anak baptisnya.





Penerimaan Sakramen Baptis bagi 22 anak berjalan dengan lancar. Tampak anak-anak yang dibaptis , orang tua, dan wali baptis mengenakan baju putih. Melambangkan kesucian, kemurnian, kebersihan. Karena setelah menerima Saakramen Baptis anak-anak ini terlahirkembali dalam Kristus dan dosa asalnya diampuni serta sepenuhnya menjadi milik Kristus. Keluarga yang turut mengantar dan mengikuti misa di bangku belakang juga cukup banyak. Sebab pembaptisan anak merupkan peristiwa istimewa dan membahagiakan bagi seluruhkeluarga. Kehadiran wali baptis juga merupakan bentuk dukungan dan kehadiran gerejadalam peristiwa istimewa tersebut.
Sebelum berkat penutup, Romo Ramses Nainggolan berpesan pada orang tua agar benar-benar memenuhi janji perkawinan mereka dengan menjadi teladan iman bagi anak. Pertumbuhan iman seorang anak tidak muncul dari doktrin dan ajaran gereja yang disampaikan padanya. Tapi pertama-tama kali muncul dari perjumpaan nyata anak dengankasih Kristus yang ditunjukkan dan dilakukan orang tuanya. “Tadi saat sebelum rituspembaptisan, bapak-ibu dengan lantang mengucapkan bersedia untuk menolak kejahatandalam diri kita dalam bentuk takhayul dan hiburan yang tidak sehat. Dewasa ini judi online atau judol menjadi godaan dan hiburan tak sehat yang sering menjerumuskan kita, terutamapara pasangan muda. Maka berhati-hati dan bijaksanalah, jangan sampai jatuh ke sana. Sebabsebagai seorang bapak harus memberikan teladan yang baik bagi anaknya,” tegas Romo Ramses.
Ana Maria Diaz Viera dan Rini Giri
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara