Pekan suci telah memasuki Ibadat Jumat Agung. Gereja Santa Clara menggelar dua kali ibadat Jumat Agung yang diadakan pada Jumat, 3 April 2026 pukul 12.00 dan 17.00.
Ibadat pertama dihadiri sekitar 4.010 umat yang memadati gedung gereja, GKP, Plaza Maria hingga basement. Ibadat kedua pun tak jauh berbeda, dengan jumlah umat sekitar 3.545. Warna merah merupakan warna liturgi Jumat Agung. Tampak warna merah dan hitam menjadi warna dominan yang dipakai umat ketika menghadiri Ibadat Jumat Agung kali ini, meskipun warna liturgi hanya wajib bagi para pelayan altar yang bertugas. Bukti bahwa antusiasme umat sungguh luar biasa.
Ibadat pertama dipimpin secara konselebran oleh 4 imam yaitu Pastor Kaprilius Sitepu OFMCap, Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap, Pastor Yustinus Turnip OFMCap dan Pastor Ramses Nainggolan OFMCap.
Ibadat kedua juga dipimpin secara konselebran oleh tiga imam yakni Pastor Kaprilius Sitepu OFMCap, Pastor Yustinus Turnip OFMCap dan Pastor Ramses Nainggolan OFMCap.

Ibadat dimulai dengan perarakan dalam senyap, seluruh umat dan petugas liturgi hening. Hal ini sekaligus sebagai permenungan mendalam atas peristiwa wafatnya Yesus Kristus. Ibadat Jumat Agung sendiri terdiri dari tiga bagian utama yakni Ibadat Sabda, Penghormatan Salib, dan Komuni Kudus.
Kisah Sengsara Yesus Kristus
Sebagai inti dari ibadat Jumat Agung adalah pembacaan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus atau dikenal sebagai passio. Lewat passio, umat diajak untuk masuk dalam peristiwa sengsara dan wafat Yesus Kristus secara rohani.
Dalam homilnya, Pastor Kaprilius Sitepu menekankan bahwa penderitaan atau sengsara itu sering hadir dalam kehidupan manusia. Namun, dunia cenderung membuat manusia menghindari penderitaan. Padahal, seperti yang disampaikan dalam kisah sengsara, Yesus mengambil logika yang berbeda dari logika dunia. Pastor Kapri menjelaskan, Yesus justru memilih setia menjalani penderitaan demi keselamatan manusia.
Pengorbanan Yesus dipahami sebagai wujud kasih yang membawa keselamatan. Untuk itu, umat diajak tidak hanya bertanya mengapa penderitaan terjadi, tetapi bagaimana menjalaninya bersama Tuhan.
“Dunia sering berkata, “Selamatkan dirimu sendiri!” Dunia juga mendorong manusia untuk mengutamakan diri sendiri. Namun, Yesus mengajarkan hal yang berbeda. Ia mengajak manusia memberi diri dan mengasihi sesama,” tutur Pastor Kapri.
Penghormatan Salib

Ibadat kemudian dilanjutkan dengan penghormatan salib. Setelah selubung dibuka, penghormatan salib tidak dilakukan secara individu dengan maju ke depan satu per satu, tapi dilakukan bersama antara umat dan imam. Salib ukuran besar ditahtakan di dekat altar dan dilakukan penghormatan salib bersama-sama dengan cara membungkuk dan menundukkan kepala. Namun, umat tetap disarankan untuk memberikan penghormatan salib secara pribadi di rumah masing-masing.

Setelah Doa Sesudah Komuni diedarkan kolekte Terra Sancta yang akan dipersembahkan sebagai sumbangan kepada Tanah Suci. Yaitu untuk membiayai perawatan dan pengelolaan gereja-gereja dan situs-situs suci di Yerusalem.
Keseluruhan ibadat Jumat Agung kali ini berlangsung khidmat dan lancar. Usai ibadat, umat pun pergi dalam keaadan hening.
Ayu dan Damar – Komsos
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara