paroki – Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id Paroki Bekasi Utara Wed, 15 Jan 2025 07:13:52 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://gerejasantaclara.or.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-iconclara-32x32.png paroki – Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id 32 32 Bacaan dan Renungan Senin 20 Januari 2025; Pekan Biasa ke-II, Hari ke-3 Pekan Doa Sedunia (Hijau) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-20-januari-2025/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-20-januari-2025/#respond Sun, 19 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4074 Bacaan Pertama Ibrani 5:1-10

“Yesus belajar menjadi taat, sekalipun ia Anak Allah.”

Saudara-saudara, setiap imam agung, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Seorang imam agung harus dapat memahami orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan.

Karena itu ia harus mempersembahkan korban pelunas dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri! Sebab setiap imam agung dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.

Demikian pula Kristus! Ia tidak mengangkat diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Agung, tetapi diangkat oleh Dia yang bersabda kepada-Nya, “Anak-Kulah Engkau. Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.”

Atau di bagian lain dalam Kitab Suci Ia bersabda, “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek.” Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan.

Akan tetapi sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Agung oleh Allah, menurut tata imamat Melkisedek.

Mazmur Tanggapan Mzm. 110:1,2,3,4

Ref. Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.

  • Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku,sampai musuh-musuhmu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!”
  • Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
  • Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu, sejak fajar masa mudamu.
  • Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek”.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya

Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil Markus 2:18-22

“Pengantin itu sedang bersama mereka.”

Waktu itu, murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.

Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.

Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Puasa

Pada Renungan Harian Katolik Senin 16 Januari 2023 hari ini dapat kita baca dalam Bacaan Injil berpuasa itu bukanlah berdasar pada suatu kebiasaan ataupun aturan turun-temurun. Berpuasa itu berasal dari hati dan terlebih melihat situasi kebutuhan yang ada.

Dengan demikian, tujuan dari berpuasa semakin terarah, yaitu melatih manusia untuk menempatkan diri pada posisinya; hidup seimbang, serta menghargai nilai-nilai yang menjunjung kemanusiaan melebihi aturan kaku dari cara berpuasa.

Kita pun, dituntut untuk berpuasa. Hendaknya puasa yang kita lakukan bukan menjadi penghalang kita dalam mencinta, akan tetapi semakin mendekatkan kita pada Tuhan.

Berpuasa bukan hanya sekedar persoalan tidak makan atau tidak minum. Berpuasa juga bukan hanya melepaskan sejenak kelekatan-kelekatan yang selama ini kita miliki. Berpuasa tidak hanya membebaskan diri dari hal-hal yang kita senangi.

Berpuasa berarti juga mau dan mampu menerima hal-hal baru yang baik dan yang menyelamatkan. Menerima hal yang baru berarti harus siap berbenturan dengan kenyamanan lama yang selama ini ada dalam diri kita. Menerima hal yang baru berarti juga dibutuhkan kerendahan hati yang mendalam.

Puasa hanya diartikan tidak makan dan minum. Jadi puasa hanya dilihat secara jasmani saja, bukan dalam arti rohani. Menurut Injil Markus hari ini, berpuasa berarti suatu pengharapan akan persatuan yang penuh dengan Yesus yang akan datang.

Gereja juga memerintahkan kepada seluruh umatnya agar menjalankan perintah berpuasa. Perintah tertulis dalam perintah Gereja kelima yang berbunyi: Engkau harus menaati hari puasa wajib; yang berarti penyangkalan diri dan pertobatan, yang memperisapkan dalam pesta-pesta liturgi; mereka membantu agar memenangkan kekuasaan atas hawa napsu dan memperoleh kebebasan hati; (KGK no. 2043).

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mengutus seorang Imam Agung yang sudi hidupnya seperti kami. Kami mohon, bimbinglah kami beribadat kepada nama-Mu yang benar. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-20-januari-2025/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Minggu, 19 Januari 2025, Hari Minggu Biasa II, Hari ke-2 Pekan Doa Sedunia (Hijau) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-minggu-19-januari-2025/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-minggu-19-januari-2025/#respond Sat, 18 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4073 Bacaan I – Yes. 62:1-5

Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.

Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.

Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.

Engkau tidak akan disebut lagi “yang ditinggalkan suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi “yang sunyi”, tetapi engkau akan dinamai “yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu “yang bersuami”, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.

Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur Kepada Allah

Mzm. 96:1-2a,2b-3,7-8a,9-10ac

Mazmur (oleh pemazmur):

  • Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!
  • Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, Kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.  
  • Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,
  • Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan II – 1Kor. 12:4-11

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Ayat (oleh solis): Allah telah memanggil kita lewat Injil supaya kita memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bacaan Injil – Yoh. 2:1-11

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya.

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu?dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya?ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Santo Marius, martir

Hidup sebagai seorang Bangsawan kaya dari Persia. Mempunyai 2 orang anak yang bernama Audifax dan Abakus dari istrinya yang bernama Martha. Ia dating ke roma untuk berziarah di pusat Gereja Kristus dan makam para martir. Pada saat kedatangannya itu juga terjadi peristiwa penyiksaan terhadap jemaat Kristen di Roma, ia sangat prihatin melihat nasih orang-orang Kristen yang dianiaya tersebut.

Oleh dorongan imannya ia mengunjungi orang-orang Kristen yang dipenjara dengan tanpa rasa takut sedikitpun. Kekayaan dibagi-bagikan kepada mereka demi kelangsungan hidupnya. Tak lama kemudian Marius bersama istri dan edua anaknya ditangkap. Marius tak gentar menghadapi perlakuan-perlakuan serdadu romawai waktu itu. Ia percaya bahwa Kristus menyertai dia dan akan menganugerahkan kepadanya mahkota surgawi.

Doa Penutup

Ya Yesus, tularkanlah kerendahan hati dan rasa solidaritas-Mu kepadaku, agar aku dapat menghayati Sakramen Pembaptisanku, dan hidup sesuai dengan martabatku sebagai anak-anak-Mu. Amin.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-minggu-19-januari-2025/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Sabtu, 18 Januari 2025, Hari Biasa Pekan Biasa I, Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen (Hijau) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-sabtu-18-januari-2025/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-sabtu-18-januari-2025/#respond Fri, 17 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4075 Bacaan I – Ibr. 4:12-16

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur Kepada Allah

Mzm. 19:8-9,10,15

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.

Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,

lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.

Bacaan Injil – Mrk. 2:13-17

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Demikianlah Injil Tuhan

Terpujilah Kristus

Santa Margaretha dari Hunggaria, pengaku Iman

Lahir pada tahun 1242 dan meninggal pada 18 Januari 1270. Sebagai Puteri raja Bela IV dari Hunggaria dan keponakan Santa Elisabeth dari Hunggaria. Semenjak dalam kandungan orang tuanya, Margaretha memang sudah dipersembahkan secara khusus kepada Tuhan dalam kehidupan bakti sebagai biarawati. Saat hari kelahirannya menjadi suatu persitiwa membahagiakan bagi seluruh anggota keluarganya.

Semenjak umur 3 tahun Margaretha sudah masuk kedalam biara Dominikan, dekat Veszprem. Setalah berumur 12 tahun Margaretha dipindhakan ke biara di pulau Danube, yang dihuni oleh biarawati-biarawati dari keluarga bangsawan.

Semenjak berkembang menjadi dewasa, Margaretha semakin matang dalam kepribadian dan imannya, Ia semakin kuat dalam pilihan hidupnya menjadi seorang biarawati. Walaupun sempat dipinang oleh raja Ottokar II dari Bohemia, Margaretha tetap berpendirian kuat hanya sebagai mempelai Kristus, dan menolak dengan tegas pinangan raja Ottokar II. Setelah wafat proses beatifikasi atas dirinya segera dilakukan. Dan digelari Kudus pada tahun 1943.

Doa Penutup Ya Yesus, terima kasih atas panggilan dan kepercayaan-Mu untuk mengutus kami melayani sesama kami. Dampingilah dan terangilah kami, ya Roh Kudus, agar mampu mengerjakan semua tugas kami dengan penuh tanggung jawab. St. Arnoldus Janssen, doakanlah kami. Amin.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-sabtu-18-januari-2025/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Jumat 17 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-jumat-17-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-jumat-17-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/#respond Thu, 16 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4078 Bacaan Pertama Ibrani 4:1-5.11

“Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah.”

Saudara-saudara, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Mazmur Tanggapan Mzm 78:3.4bc.6c-7.8

Ref. Semoga karya Allah jangan dilupakan selama-lamanya.

  • Karya Allah telah kami dengar dan kami ketahui, dan diceritakan kepada kami oleh para leluhur. Kami meneruskannya kepada angkatan yang kemudian: puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya, serta perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.
  • Supaya anak cucu mereka menceritakannya pula kepada anak turunan mereka; supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang teguh perintah-perintah-Nya.
  • Jangan sampai seperti nenek moyangnya, mereka menjadi angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak lurus hati, dan jiwanya tidak setia kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

Bacaan Injil Markus 2:1-12

“Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa.”

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.

Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu.

Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat.

Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah’? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”

lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu – : “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”

Demikianlah Injil Tuhan.

U: Terpujilah Kristus

Pengampunan Dosa

Pada Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023 hari ini dalam bacaan injil menceritakan tentang seorang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus dan yang dosa-dosanya diampuni oleh-Nya. Melihat iman orang-orang yang telah bersusah payah menolong si lumpuh, Yesus berkata: “Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!” (Mrk 2:5). Orang lumpuh ini telah menjadi beban bagi para tetangganya.

Bayangkanlah bagaimana susahnya mereka ketika menurunkan si lumpuh dari atap di atas Yesus untuk disembuhkan oleh-Nya. Mengapa sampai-sampai lewat atap rumah? Karena tidak mungkin lagi bagi mereka untuk masuk ke rumah itu secara normal melalui pintu.

Tuhan Yesus lebih berkuasa mengampuni orang berdosa. Penyakit yang diderita orang lumpuh itu jelas merupakan keprihatinan masyarakat pada waktu itu. Yesus menyembuhkan dirinya dan mengirim seorang pribadi yang “sehat” kembali ke lingkungan masyarakatnya.

Akan tetapi, di tempat itu hadir juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati bahwa Yesus menghujat Allah, karena Allah sendirilah yang dapat mengampuni dosa seorang pribadi . Namun Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya pikiran para ahli Taurat tersebut.

Allah memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan membuat mukjizat-mukjizat, oleh karena itu, dalam upaya kita membawa terang Yesus Kristus kepada orang-orang lain, kita harus senantiasa waspada dan siap menghadapi situasi-situasi di mana kita didorong oleh Roh-Nya untuk menyembuhkan orang-orang sakit.

Dengan demikian, bila ada sesama kita yang sedang sakit dan tentunya membutuhkan kesembuhan fisik, baiklah kita menawarkan diri untuk berdoa bersama orang itu. Kita tidak memerlukan rumusan doa yang istimewa; kita hanya perlu berdoa dalam iman sambil mengharapkan Allah melakukan hal-hal besar.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maharahim, karena begitu besar cinta kasih-Mu kepada kami sehingga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa kami dan mengutus Putra-Mu untuk memulihkan hubungan kami kembali dengan-Mu. Semoga Gereja-Mu tetap setia untuk melanjutkan karya keselamatan Putra-Mu itu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-jumat-17-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Kamis 16 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-kamis-16-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-kamis-16-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/#respond Wed, 15 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4079 Bacaan Pertama Ibrani 3:7-14

“Hendaklah kalian saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’.”

Saudara-saudara, dikatakan Roh Kudus, “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.

Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”’ supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hati karena tipu daya dosa.

Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang pada keyakinan iman kita yang semula sampai kepada akhirnya.

Mazmur Tanggapan Mzm. 95:6-7,8-9,10-11

Ref. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, “Janganlah kalian bertegar hati.”

  • Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
  • Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
  • Empat puluh tahun lamanya Aku muak terhadap angkatan itu; maka Aku berkata, “Mereka ini bangsa yang sesat hati! Mereka tidak mengenal jalan-Ku.” Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku, “Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku.”

Bait Pengantar Injil Matius 9:35b

Ref. Alleluya, alleluya.

Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil Markus 1:40-45

“Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir.”

Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kata-Nya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Demikianlah Injil Tuhan

U: terpujilah Kristus

Kuasa Yesus

Pada Renungan Harian Katolik ini dapat kita lihat dan sudah tidak diragukan lagi bahwa Yesus mempunyai kuasa atas berbagai macam penyakit. Bahkan Ia juga berkuasa untuk mengusir setan-setan. Perikop hari ini pun juga semakin mempertegas bagaimana kuasa Yesus itu bekerja.

Hanya dengan kata-kata, orang yang sakit kusta itu bisa menjadi sembuh. Ada beberapa penyembuhan dimana Yesus melakukan ‘ritual’ atau gerakan tertentu, tetapi ada juga dimana Yesus hanya mengucapkan kata-kata tanpa ada tindakan apapun. Maka menjadi semakin jelas bahwa sejak awal karya-Nya, Yesus berkarya dengan penuh kuasa.

Namun kita bisa merenungkan sisi lain dari perikopa ini. Kita bisa bercermin dari orang yang sakit kusta. Diawal kisah kita bisa menduga baha orang ini mempunyai iman dan kepercayaan yang penuh kepada Yesus.

Kita bisa mengira bahwa dia adalah orang yang saleh sehingga nada permohonannya pun nada yang tidak memaksa. Yesus pun juga mengabulkan ‘permohonan’ orang kusta itu hanya dengan kata-kata. Kita ingat bagaimana perwira yang memohon kesembuhan untuk bawahannya. Ia memohon dengan iman yang teguh, maka terjadilah yang menjadi permohonannya.

Demikian juga dengan orang kusta hari ini. Permohonannya dikabulkan. Dia menjadi tahir, dikembalikan martabatnya yang telah rusak. Dia digabungkan kembali dengan himpunan orang banyak.

Yesus meminta supaya orang yang sudah sembuh itu melakukan apa yang menjadi kewajibannya sebagai orang Yahudi: pergi kepada imam dan mempersembahkan kurban syukur. Tetapi apa yang terjadi? Apakah orang itu menuruti perintah Yesus?

Markus mencatat dengan jelas bahwa orang yang sudah tahir itu sama sekali tidak menuruti apa yang diperintahkan Yesus. Ia justru berbuat sekehendaknya sendiri, padahal dia sudah sembuh dan permohonannya dikabulkan Yesus. Sekilas nampak baik bahwa dia memberitakan apa yang terjadi pada dirinya. Tetapi perintah Yesus tidak ia laksanakan.

Disitulah kita bisa belajar beriman sekarang ini. Semoga kita tidak seperti orang yang sudah tahir itu. Ketika sakit kita memohon-mohon kepada Tuhan supaya sembuh. Ketika sudah sembuh, tak satupun perintah Tuhan kita lakukan. Beriman bukan hanya mewartakan apa yang baik tentang Tuhan, tetapi juga melakukan apa yang menjadi perintah-Nya.

Seperti Samuel, mari kita berseru “bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan”. Kita mohon rahmat itu agar kita tidak ‘lupa daratan’. Tidak hanya waktu sakit kita ingat Tuhan, ketika sehat pun kita selalu bersyukur kepada-Nya.

Doa Penutup

Allah Bapa di surga, semoga hati kami terbuka terhadap Roh-Mu, agar dapat menangkap semua sabda yang mewartakan nama-Mu; agar kami langsung mengenal Dia, Sabda-Mu sendiri, yang patut dipercaya dan penuh cinta kasih, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu. Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : penakatolik.com, https://www.renunganhariankatolik.web.id/

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-kamis-16-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Rabu 15 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-rabu-15-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-rabu-15-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/#respond Tue, 14 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4080 Bacaan Pertama Ibrani 2:14-18

“Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya.”

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya, Yesus memusnahkan dia, yakni Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Yesus pun membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan karena takut akan maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang dikasihi-Nya, melainkan keturunan Abraham.

Itulah sebabnya, dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan, dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Mazmur Tanggapan Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9

Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.

  • Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
  • Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka-hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
  • Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
  • Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil Alleluya PS 952

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Bacaan Injil Markus 1:29-39

“Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit.”

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus.

Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Demikianlah Injil Tuhan.

U: Terpujilah Kristus

Kesembuhan

Pada Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 ini menceritakan kisah kesembuhan ibu mertua Petrus. Yesus datang ke dunia ini bukan untuk memberikan kesembuhan jasmani, namun Dia datang untuk memberikan kesembuhan rohani, yaitu pembebasan manusia dari belenggu dosa.

Setelah semua yang dilakukan disana, Yesus segera mengajak pergi murid-murid Nya. “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus mengunjungi keluarga murid-Nya dan menyembuhkan mertua Simon yang sakit dan juga mengusir roh-roh jahat serta banyak orang sakit lain yang Dia sembuhkan.

Yesus menunjukkan mukjizat kesembuhan jasmani, ini dilakukan-Nya sebagai suatu tindakan untuk menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan nubuat para nabi, dan juga untuk mendukung pengajaran yang akan diberikan, seperti yang terjadi pada penggandaan roti dan ikan untuk menjelaskan tentang Ekaristi.

Yesus datang untuk dunia, semua pelosok dimanapun kita berada. Menjadi permenungan bagi kita adalah, apakah kita menyadari kehadiran kasih dan karunia Yesus di dalam setiap langkah hidup kita?

Ataukah kita kerap lupa dengan kehadiran Nya yang menyertai dan membimbing langkah hidup kita? semestinya kita semakin dewasa untuk semakin mengenal kasih Allah dalam diri Yesus Kristus dan berani menjadi saksi Nya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejak Yesus tampil sebagai pengajar dan pengusir roh jahat di rumah ibadat di Kapernaum (Mrk. 1:21-28), Ia langsung menjadi bahan pembicaraan orang di segala penjuru di seluruh Galilea: “Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea” (Mrk. 1:28).

Peristiwa pengusiran roh jahat oleh Yesus dialami sebagai peristiwa yang “tidak biasa” sehingga berita tentang kejadian itu tersebar cepat sekali. Dalam sekejap mata, orang mulai berkumpul, berkerumun, menonton, berkomentar dan bercerita ke mana-mana.

Ingatan orang akan apa yang dilakukan Yesus di rumah ibadat di Kapernaum, kemudian diperkuat lagi dengan peristiwa Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mrk. 1:29-34).

Markus mengisahkan bahwa setelah pertemuan suci di rumah ibadat, Yesus bersama-sama dengan keempat murid-Nya pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ketika Yesus tiba, para murid memberitahu mengenai kondisi ibu mertua Simon, yang sedang terbaring karena sakit demam.

Suasana hati orang-orang yang datang berkunjung tentu kurang begitu gembira karena diwarnai suasana demam yang diderita oleh ibu mertua Simon. Yesus lalu menghampiri tempat pembaringan ibu mertua Simon itu, sambil memegang tangannya, Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Setelah sembuh, ibu mertua Simon melayani para tamu.

Kehadiran Yesus di rumah Simon tidak hanya membuat ibu mertua Simon sembuh dari sakit demam, tetapi mengubah suasana rumah yang sebelumnya “mendung” menjadi cerah ceria dan penuh sukacita.

Para penduduk Kapernaum, yang tahu tempat Yesus berada, datang membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan di depan pintu rumah Simon. Yesus mendekati para penderita sakit. Ia menyembuhkan mereka dan melenyapkan setan-setan.

Betapa gembiranya orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus. Hidup mereka yang sebelumnya suram karena dikuasai oleh penyakit dan kuasa kejahatan, kini menjadi cerah ceria.

Tindakan Yesus mengubah keadaan manusia. Orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa setan serta orang-orang lain yang menyaksikan tindakan Yesus mulai bercerita tentang peristiwa tersebut.

Yesus tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika para pengikut-Nya masih tidur nyenyak, pagi-pagi benar Yesus bangun, dan pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Yesus tentu merenungkan peristiwa semalam itu secara mendalam di hadapan Bapa-Nya dalam doa.

Ia ingin tahu apa yang harus dilakukan-Nya selanjut-Nya. Dalam doa, Yesus mencari kepastian tentang tujuan kedatangan-Nya. Yesus datang untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya, bukan kehendak manusia.

Maka ketika Simon dan kawan-kawannya datang kepada-Nya dan memberitahukan-Nya: “Semua orang mencari Engkau” (Mrk. 1:36), Yesus tidak membiarkan diri-Nya dikuasai oleh kehendak orang-orang yang membutuhkan-Nya.

Yesus tahu, bahwa Ia harus pergi dari orang-orang yang sudah mengenal-Nya dan pergi untuk mencari orang-orang yang belum mengenal kabar baik yang diberitakan-Nya. Ia mengajak para pengikut-Nya: “Mari kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan” (Mrk. 1:38-39).

Apa makna kisah Injil hari ini bagi kita?

Pertama, kehadiran Yesus dalam hidup kita mengubah situasi hidup kita yang suram dan “mendung” karena berbagai alasan menjadi cerah ceria. Yang dituntut dari kita adalah membiarkan diri didatangi Yesus.

Setiap orang yang menerima Yesus akan menikmati kabar baik yang diwartakan-Nya dan mengalami tindakan kasih-Nya. Sebagai pengikut Yesus, kita mesti memberitahu kondisi hidup sesama kita, negara kita dan situasi dunia kita kepada Yesus melalui doa agar dapat diubah oleh Yesus.

Tidak hanya itu, tetapi kita juga harus membawa sesama yang menderita dan terganggu hidupnya kepada Yesus agar merekapun disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus dari berbagai ikatan yang menyengsarakan mereka.

Kedua, relasi dengan Allah dalam doa menjadi kekuatan utama yang memampukan kita untuk membedakan mana kehendak Allah dan mana keinginan manusia. Relasi dengan Allah akan mendatangkan kebijaksanaan yang membuat kita mampu untuk memilih kehendak Allah meski terasa sulit dan berisiko.

Ketiga, mewartakan kabar baik dan menjadi saksi tindakan kasih Yesus merupakan misi utama setiap orang Kristiani. Sebagaimana orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari roh jahat akhirnya menjadi pewarta dan saksi Yesus Kristus, kita pun disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa kejahatan untuk menjadi pewarta Injil dan saksi Yesus Kristus.

Keempat, kita disembuhkan untuk melayani. Kesembuhan, perubahan suasana hidup, pembebasan dari berbagai kekuatan jahat tidak hanya bersifat personal, melainkan juga bersifat sosial.

Sebagaimana ibu mertua Simon yang langsung melayani tamu setelah disembuhkan oleh Yesus, demikian pula penyembuhan, pembebasan dan perubahan yang kita alami dimaksudkan agar kita menjadi pelayan bagi sesama. Semoga kita senantiasa menyadari bahwa kitapun disembuhkan untuk melayani sesama.

Doa Penutup

Allah Bapa kami di surga, siapakah Engkau sehingga memperkenankan kami ikut serta dalam hidup-Mu. Kami mohon, semoga perjanjian-Mu Kauperbarui setiap hari dan semoga kami semakin mengimani bahwa Engkaulah Allah dan Bapa kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Sumber : https://www.renunganhariankatolik.web.id/

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-rabu-15-januari-2025-pekan-biasa-ke-i/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Selasa 14 Januari 2025; Hari Biasa Pekan ke-I https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-selasa-14-januari-2025-hari-biasa-pekan-ke-i/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-selasa-14-januari-2025-hari-biasa-pekan-ke-i/#respond Mon, 13 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4082 Bacaan I – Ibr. 2:5-12

Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah?yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan?,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”

Mzm. 8:2a,5, 6-7, 8-9

  • Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
  • Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
  • Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.
  • Kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
  • Burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
  • Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Injil – Mrk. 1:21b-28

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Santo Feliks dari Nola, Martir

Feliks lahir di Nola, Italia Selatan. Hari kelahirannya tidak diketahui dengan pasti. Ia mengabdikan seluruh hidupnya dalam karya cinta kasih kepada orang – orang miskin yang ada di kotanya.

Riwayat hidupnya diketahui dari sebuah syair yang ditulis oleh Santo Paulinus, satu abad setelah kematian Feliks. Menurut Santo Paulinus, setelah kematian ayahnya, Feliks membagi – bagikan harta warisan ayahnya kepada orang – orang miskin, kemudian ia menjadi seorang imam. Karyanya sebagai seorang imam dimulainya bersama Santo Maximus, Uskup Nola. Ketika Uskup Nola ditangkap dan dianiaya oleh Kaisar Decius (249-251), Feliks tetap melayani umatnya. Namun kemudian ia juga ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi ia sempat meloloskan diri dari penjara.

Feliks tetap menyembunyikan diri sampai kematian kaisar Decius pada tahun 251. Ketika ia muncul kembali di depan umum, ia dikejar – kejar oleh orang – orang kafir di Nola. Dengan suatu campur tangan ajaib, ia sanggup menghindarkan diri dari para pengejarnya hingga masa penganiyaan berakhir.

Ketika Santo Maximus meninggal, Feliks terpilih menjadi penggantinya. Tetapi Feliks menolak penghormatan ini, sebagaimana dia juga tidak mau menerima kembali warisannya yang disita pada masa penganiyaan. Ia bahkan mengusahakan tiga bidang tanah sebagai petani, memberikan segala miliknya kepada para miskin diluar kebutuhan-kebutuhannya yang paling kecil. Santo Paulinus dan Santo Agustinus menceritakan sejumlah mukzijat dari Feliks yang terjadi di kediamannya di luar kota Nola.

Ia meninggal dunia kira – kira pada tahun 260 dan dihormati sebagai martir karena penderitaannya bagi Kristus dan demi keluhuran iman Kristen.

Doa Penutup

Kasih-Mu adalah hokum terbesar dalam hiduku, ajarilah kami Tuhan agar hokum ini menjadi cermin dan rumah bagi kehidupan kami. Amin

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-selasa-14-januari-2025-hari-biasa-pekan-ke-i/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Senin, 13 Januari 2025, Hari Biasa Pekan Biasa I (Hijau) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-13-januari-2025-hari-biasa-pekan-biasa-i-hijau/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-13-januari-2025-hari-biasa-pekan-biasa-i-hijau/#respond Sun, 12 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=4081 Bacaan I – Ibr. 1:1-6

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?”

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur Kepada Allah

Mzm. 97:1,2b, 6,7c,9

  • TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
  • Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.
  • Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

Bacaan Injil – Mrk. 1:14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Demikianlah Injil Tuhan

Terpujilah Kristus

Santo Hilarius, Uskup dan Pujangga Gereja

Hilarius lahir di Gallia Selatan (sekarang Prancis). Semenjak kecil, ia dididik dengan tata cara kekafiran yang tidak mengenal adat istiadat Kristen. Pada usia setengah baya, ia bertobat dan masuk ke pangkuan Gereja Kudus bersama anak dan istrinya, berkat kebiasaannya membawa buku – buku rohani dan Kitab suci.

Hilarius, seorang yang saleh, pandai dan bijaksana. Karena bakatnya ini, ia ditabhiskan menjadi imam, selanjutnya diangkat sebagai Uskup kota asalnya, Poiters (baca: pwatie).

Pada masa kepemimpinannya, bidaah Arianisme semakin menghebat. Tugas para Uskup Ortodoks menjadi semakin berat. Meskipun demikian, Uskup Hilarius tetap menjadi pembela iman yang benar. Oleh karena itu, ia ditangkap dan dihadapkan kepada Kaisar Konstansius. Ia dibuang ke Phrygia. Selama tiga tahun, ia hidup dipengasingan. Disana ia memanfaatkan waktunya untuk menulis bukunya yang termasyur mengenai Tritunggal MahaKudus.

Walaupun dibuang, namun ia tidak pernah membiarkan para Arian merajalela dengan ajarannya yang sesat itu. Sehabis masa pembuangannya itu, ia tidak diijinkan pulang ke tanah airnya di Galelia Selatan.

Di tempat asalnya ini, Hilarius tetap mencurahkan tenaganya bagi tegaknya ajaran iman yang benar dan kemurnian Iman Kristen, sempai ia wafat pada tahun 368. Hilarius dihormati Gereja sebagai Pujangga Gereja.

Doa Penutup

Ya Tuhan, ajarilah kami bersabar dan senantiasa menebarkan cinta kasih seperti Bunda Maria dan Bapa Yusuf, dan tinggallah dalam keluarga kami serta mampukan keluarga kami meneladan hidup Keluarga Kudus di Nazaret, yang menjadikan Engkau sebagai dasar, pusat dan tujuan kami. Amin.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-senin-13-januari-2025-hari-biasa-pekan-biasa-i-hijau/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Hari Jumat 10 Januari 2025, Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (Putih) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-jumat-10-januari-2025/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-jumat-10-januari-2025/#respond Thu, 09 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=3983 Bacaan Pertama: Yohanes 5:5-13

“Kesaksian tentang Anak Allah.”

SAUDARA-saudara terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air, dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup. Semuanya ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu, yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13.14-15.19-20

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah! Pujilah Tuhan, hai umat Allah!

  • Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
  • Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
  • Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel . Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil: Matius 9:35

Ref. Alleluya, alleluya

Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan

Bacaan Injil: Lukas 5:12-16

“Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.”

SEKALI peristiwa Yesus berada di sebuah kota. Ada di situ seorang yang penuh kusta. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Maka Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

Yesus melarang orang itu memberitahukan hal ini kepada siapa pun juga dan Ia berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar, dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Seorang ayah berdiri di depan puing-puing bangunan sekolah yang hancur karena gempa berkekuatan 8,2 skala Richter di Armenia. Ia teringat pada anaknya yang diantarnya tadi pagi. Ia memberi kata-kata perpisahan kepada anaknya, “Ayah akan selalu hadir untukmu dalam segala keadaan. Ingatlah itu!”

Ia berusaha tegar, tetapi kepiluan hatinya tidak dapat dibendung lagi, akhirnya ia pun menangis. Kemudian ia menguatkan hatinya dan mulai berkonsentrasi untuk mengingat letak ruang kelas di mana anaknya berada. Setelah lama berpikir, akhirnya dia berjalan ke posisi yang diyakininya sebagai ruangan kelas anaknya, yaitu di sudut kanan belakang gedung yang sudah rata dengan tanah itu.

Ia mencari linggis, lalu mulai menggali reruntuhan gedung itu, sementara beberapa orang tua murid lainnya berdiri menangis, menepuk-nepuk dada mereka dan berkata dengan lirih, “Anakku… anakku…!” Beberapa orang tua murid dan para relawan yang ada di sana berusaha menarik pria itu untuk keluar dari atas puing-puing tersebut.

“Pak, menjauhlah dari sana, karena itu bisa membahayakanmu. Nanti kami yang akan membereskannya,” kata pengawas yang ada di lokasi itu. “Apakah anda mau membantu saya sekarang?” tanya pria itu. Tetapi petugas itu tidak menjawab pertanyaannya. Pria itu tidak peduli dengan pendapat dan larangan orang lain, ia terfokus pada pencarian anaknya. Ia terus menggali, dari 1 jam… 6 jam… 12 jam… 24 jam… 36 jam…, lalu pada jam ke-38 ia berhasil membongkar sebongkah puing besar. Kemudian di bawah puing itu terdengar suara beberapa anak kecil, lalu pria itu berteriak, “Arman…,”

Dan dari bawah terdengar jawaban, “Ayah, aku disini. Aku tahu bahwa ayah pasti akan datang. Ayah, aku memberitahukan teman-teman bahwa kalau ayah selamat, ayah pasti menyelamatkan kami, karena ayah berjanji akan selalu hadir untukku. Hari ini engkau memenuhi janjimu ayah.”

“Bagaimana keadaan di bawah, Nak?” tanya ayahnya. “Kami yang selamat ada 14 orang. Kami lapar, haus dan kedinginan. Tetapi syukurlah karena ayah sudah datang untuk menolong!” kata anaknya.  “Sekarang ulurkan tanganmu ke atas agar aku dapat mengangkatmu,” kata sang ayah.  “Tidak ayah, bukan aku yang pertama, melainkan teman-temanku. Aku akan menjadi orang yang terakhir untuk naik, karena aku percaya bahwa ayah akan selalu ada untukku,” kata anaknya. 

  Belajarlah percaya kepada Allah, seperti anak kecil yang percaya bahwa ayahnya selalu ada untuknya. Beriman berarti percaya sepenuhnya kepada Allah, walau belum melihat atau mendapat sebuah penjelasan. Percaya penuh tanpa setitik keraguan merupakan dasar untuk melihat mukjizat dan pertolongan Allah. Tanamkanlah di hati bahwa di dalam suka atau kesukaran-kesukaran besar, Allah selalu ada untuk kita, karena kita ada di pikiran-Nya.” Tuhan Yesus memberkati.

Doa

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu taat dan percaya penuh pada firman-Mu. Amin.

Selamat pagi dan berkiprah dihari Jumat.Tuhan Yesus Yang Maharahim dn Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dn umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekel dan manusia diseluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dn kesehatan prima sepanjang tahun 2022.Amen.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-jumat-10-januari-2025/feed/ 0
Bacaan dan Renungan Hari Kamis 9 Januari 2025, Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (Putih) https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-kamis-9-januari-2025/ https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-kamis-9-januari-2025/#respond Wed, 08 Jan 2025 18:00:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=3984 Bacaan Pertama: 1 Yohanes 4:19-5:4

“Barangsiapa mengasihi Allah, Ia harus juga mengasihi saudaranya.”

SAUDARA-saudaraku terkasih, kita harus mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang ia lihat, tidak mungkin ia mengasihi Allah yang tidak ia lihat.

Dan inilah perintah yang kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita meuruti perintah-perintah-Nya. Dan perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: yakni iman kita.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.14.15bc.17

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  • Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
  • Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan; darah mereka mahal di matanya. Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari.
  • Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bait Pengantar Injil: Lukas 4:18

Ref. Alleluya

Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.

Bacaan Injil: Lukas 4:14-22a

“Pada hari ini digenapilah Kitab Suci.”

SESUDAH dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Selama di situ Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ, dan semua orang memuji Dia. Lalu Ia datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.

Dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya, dan setelah membukanya, Ia menemukan nas di mana ada tertulis: Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan oang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Kemudian Yesus menutup kitab itu, mengembalikannya kepada pejabat, lalu Ia duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya!” Semua orang itu membenarkan Dia, dan mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

TUGAS “MAGISTERIUM”.

Dalam Perikop Injil hari ini,  dikisahkan TUHAN YESUS  datang ke kampung halaman-NYA, di Nazaret. Karena hari Sabat  YESUS  pergi ke sinagoga. Di sana DIA mengambil Kitab Suci, membaca nubuat Nabi Yesaya dan mengajar. Jadi YESUS  tidak hanya berkeliling desa dan kota dengan membuat mukjizat saja, melainkan juga memperhatikan tugas pokok yaitu tugas mengajar (= magisterium).  Dan dalam melaksanakan magisterium, YESUS melakukannya dalam  ROH. YESUS tampil sebagai orang yang diurapi dan dikuasai oleh ROH KUDUS, sehingga banyak orang takjub dan pilihan kata-kata-NYA sangat indah, penuh wibawa dan makna serta mudah dipahami. Cara mengajar-NYA  pun enak didengar. IA tidak memakai cara lama dengan menonjolkan hukum  “gigi ganti gigi, mata ganti mata”, tetapi   dengan “menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin,  memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, dan penglihatan bagi orang orang buta, membebaskan  orang- orang yang tertindas …..”(Luk. 4: 18, 19; lihat juga Yes. 61: 1-2).

Tugas Gereja yang penting sebagai penerus karya YESUS KRISTUS  adalah mengajar, baik itu dalam bentuk  “kerygma” (= pewartaan iman)  maupun dalam bentuk “katekese” (= pendalaman iman).  Supaya pewartaan itu sungguh-sungguh terjadi, diperlukan “kerygma” dan “katekese”  yang berkesinambungan.

Apa yang diperlukan agar kedua hal itu bisa terlaksana? Umat pada umumnya dan khususnya para  pewarta  atau pelaku khusus “magisterium” seharusnya berada dalam kuasa ROH seperti ketika TUHAN YESUS  melakukannya di sinagoga. Orang-orang di sinagoga sangat terkesan pada pewartaan YESUS, karena IA memiliki wibawa rohani dan mampu mengucapkan kata-kata indah dan tepat, sehingga mereka banyak yang takjub. Namun tidak sedikit yang merasa iri hati, curiga dan berpikir negatif tentang YESUS.  Ujung-ujungnya orang-orang seperti itu tidak senang dan menolak-NYA. Mereka dengan nyinyir  berkata : “Bukankah IA ini anak Yusuf?”  (ayat 22). Namun YESUS  tidak peduli dengan reaksi penolakan itu. Mereka itu berpikiran kerdil dan merendahkan Diri-NYA,  karena “hanya”  anak seorang tukang kayu! 

TUHAN YESUS  dengan didimbing ROH ALLAH  tetap melanjutkan pewartaan Kabar Gembira dan terus melakukan perbuatan kasih di mana pun DIA berada.

Berada dalam Kuasa ROH tidak terjadi dengan sendirinya. Para pewarta Gereja, Imam, Katekis dan juga umat perlu terus menerus belajar dan meningkatkan tehnik berkotbah dan mengajar, agar pewartaannya tidak “monotone” dan “membosankan”  hingga menyebabkan pendengarnya mengantuk. Lebih dari itu hendaknya para pewarta selalu  mengadakan “komunikasi intensif”  dengan DIA –  dalam doa –  yang kita wartakan.

Orang yang hidup dipimpin oleh ROH KUDUS, senantiasa mengarahkan “pandangannya ke Surga”  sekali pun kakinya tetap berpijak di atas bumi. Fokus perhatian dalam hidupnya hanya satu yaitu  “demi Kemuliaan TUHAN yang lebih agung dan luhur” (Ad Maiorem Dei Gloriam),  tanpa mengingkari kelemahan-kelemahan dirinya sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena orang yang dipimpin oleh ROH  adalah mereka yang dibakar oleh semangat Kasih TUHAN  yang bersifat kekal dan tidak dibatasi oleh siapa atau apa pun juga. Kasih ALLAH itu nyata, sempurna  dan tampak dalam Diri YESUS KRISTUS  yang tidak gentar menghadapi penolakan dari orang-orang sekampung-NYA atau orang-orang yang membenci-NYA.

Orang yang berada dalam Kasih berasal dari ALLAH. Karena TUHAN sudah lebih dahulu mengasihi  kita, maka kita pun harus mengasihi TUHAN. “Jikalau seorang berkata : Aku mengasihi ALLAH dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi ALLAH yang tidak dilihatnya”  demikian tulis Rasul Yohanes. (1Yoh. 4: 20). Mengasihi ALLAH dan sesama adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling melengkapi. Lebih dari itu, cinta kita kepada sesama merupakan bukti cinta kita kepada ALLAH.      Sudahkah kita mempraktekkannya?

Doa

Ya ROH KUDUS, terangilah para pewarta dan gembala umat-MU agar mereka dapat mengucapkan kata-kata yang bermakna, tepat dan benar serta menyegarkan, sehingga menguatkan iman umat-MU. Amin.

Selamat pagi. Selamat beraktivitas sesuai Prokes. AMDG. Berkat TUHAN.

Sumber : penakatolik.com

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bacaan-dan-renungan-hari-kamis-9-januari-2025/feed/ 0