maria – Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id Paroki Bekasi Utara Wed, 28 Aug 2024 04:17:40 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://gerejasantaclara.or.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-iconclara-32x32.png maria – Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id 32 32 Peristiwa Kenaikan ke Surga: Antara Yesus dan Maria https://gerejasantaclara.or.id/peristiwa-kenaikan-ke-surga-antara-yesus-dan-maria/ https://gerejasantaclara.or.id/peristiwa-kenaikan-ke-surga-antara-yesus-dan-maria/#respond Thu, 15 Aug 2024 02:17:07 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=1428 Oleh : Febry Silaban
Penulis Buku “YHWH: Empat Huruf Suci”

Ada seorang teman yang bertanya, “Feb, apa perbedaan antara Kenaikan Yesus dan Kenaikan Santa Maria ke Surga?”

Sebagaimana kita tahu, setiap tanggal 15 Agustus ini menjadi Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Namun, tahun ini, perayaan tersebut digeser ke hari Minggu tanggal 18 Agustus 2024. Tanggal 15 Agustus juga menjadi tanggal kebanyakan Imam Diosesan Jakarta merayakan ulang tahun tahbisan mereka.

Kembali ke pertanyaan awal tadi, secara singkat dan in medias res atau to the point dapat dijawab bahwa Kristus, dengan kuasa-Nya sendiri, naik ke surga. Sedangkan, Maria diangkat ke surga oleh (kuasa) Tuhan; ia tidak melakukannya dengan kuasanya sendiri.

Pengangkatan Kristus ke surga dengan kuasa-Nya sendiri di hadapan para pengikut-Nya pada hari keempat puluh setelah kebangkitan-Nya dikisahkan dalam Markus 16:19, Lukas 24:51, dan dalam bab pertama Kisah Para Rasul. Mengenai Maria, meskipun baru dinyatakan sebagai dogma yang diwahyukan secara ilahi pada tahun 1950, dokumentasi kepercayaan pada Kenaikan Maria setidaknya berasal dari abad ke-5.

Sebagai salah satu contoh kepercayaan yang telah lama dianut ini, pada Konsili Kalsedon tahun 451, ketika para uskup dari seluruh dunia Mediterania berkumpul di Konstantinopel, Kaisar Marcianus meminta Patriark Yerusalem untuk membawa relikwi Maria ke Konstantinopel untuk diabadikan di ibu kota. Patriark menjelaskan kepada kaisar bahwa tidak ada relikwi Maria di Yerusalem dan bahwa “Maria telah meninggal di hadapan para rasul; tetapi makamnya, ketika dibuka kemudian . . . ditemukan kosong sehingga para rasul menyimpulkan bahwa tubuhnya telah diangkat ke surga” (2:41).

Pada abad ke-8, St. Yohanes dari Damaskus dikenal karena menyampaikan khotbah di tempat-tempat suci di Yerusalem. Di Makam Maria, ia mengungkapkan keyakinan Gereja tentang makna perayaan tersebut: “Meskipun tubuh dikuburkan dengan benar, ia tidak tetap dalam keadaan mati, juga tidak hancur karena pembusukan…. Engkau dipindahkan ke rumah surgawimu, ya Bunda, Ratu, dan Bunda Allah yang sesungguhnya.”

Semua hari raya Maria menandai misteri besar hidupnya dan perannya dalam karya penebusan. Misteri utama kehidupan dan pribadinya adalah keibuan ilahinya, yang dirayakan pada hari Natal dan seminggu kemudian (1 Januari) pada hari raya Hari Raya Maria, Bunda Allah. Dikandung Tanpa Noda (8 Desember) menandai persiapan untuk menjadi ibu, sehingga ia memiliki kepenuhan rahmat sejak saat pertama keberadaannya, sama sekali tidak tersentuh oleh dosa. Seluruh keberadaannya berdenyut dengan kehidupan ilahi sejak awal, mempersiapkannya untuk peran yang ditinggikan sebagai ibu Juru Selamat.

Pengangkatan Maria ke Surga melengkapi pekerjaan Tuhan dalam dirinya karena tidaklah pantas jika daging yang telah memberikan hidup kepada Tuhan sendiri mengalami kebinasaan. Pengangkatan Maria ke Surga adalah penobatan Tuhan atas pekerjaan-Nya saat Maria mengakhiri kehidupan duniawinya dan memasuki keabadian. Perayaan ini mengarahkan pandangan kita ke arah itu, ke mana kita akan mengikuti ketika kehidupan duniawi kita berakhir.

Hari raya Gereja bukan hanya peringatan peristiwa-peristiwa bersejarah. Hari-hari raya ini tidak hanya melihat ke masa lalu. Hari-hari raya ini melihat ke masa kini dan masa depan dan memberi kita wawasan tentang hubungan kita sendiri dengan Tuhan. Pengangkatan Maria melihat ke keabadian dan memberi kita harapan bahwa kita juga akan mengikuti Bunda Maria ketika kehidupan kita berakhir.

Pada tahun 1950, dalam konstitusi apostolik Munificentissimus Deus, Paus Pius XII menyatakan Kenaikan Maria sebagai dogma Gereja Katolik dengan kata-kata berikut: “Bunda Allah yang Tak Bernoda, Maria yang selalu perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di bumi, diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.” Dengan demikian, kepercayaan kuno tersebut menjadi doktrin Katolik dan Kenaikan Maria dinyatakan sebagai kebenaran yang diwahyukan oleh Allah.

Pengangkatan Bunda Maria, termasuk tubuhnya, merupakan kebenaran yang diwahyukan Tuhan. Dengan demikian, kita sebagai umat Katolik harus dengan teguh dan setia percaya/mengimani bahwa Bunda Maria dengan tubuhnya yang tetap perawan itu dimuliakan Allah di Surga.

Sancta Maria, ora pro nobis!

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/peristiwa-kenaikan-ke-surga-antara-yesus-dan-maria/feed/ 0
NOVENA 3 SALAM MARIA https://gerejasantaclara.or.id/novena-3-salam-maria/ https://gerejasantaclara.or.id/novena-3-salam-maria/#respond Wed, 14 Aug 2024 07:46:16 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=1414 Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria.

Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.

Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.
Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.

Novena Tiga Salam Maria

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.

Salam Maria … (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu

Salam Maria … (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.

Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.

Salam Maria … (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/novena-3-salam-maria/feed/ 0