Seksi Kerasulan Keluarga Santa Clara Gelar Kursus MRT

1000337908

Bekasi,SuaraClara – Seksi Kerasulan Keluarga Gereja Santa Clara mengadakan lagi kursus Membangun Rumah Tangga pada Sabtu 14 September dan Minggu 15 September 2024 bertempat di gedung GKP lantai 2 ruang 1 dan 2.

Sebanyak 12 pasang calon menikah berasal dari paroki Bekasi utara dan juga dari paroki di Keuskupan Agung Jakarta mengikuti kursus MRT yang baru digelar perdana di gedung karya pastoral Santa Clara. Dan ini MRT Offline ini yang ketiga diadakan setelah pandemi.

MRT sendiri wajib diikuti oleh para calon menikah yang akan melangsungkan pernikahannya di gereja katolik baik mereka yang katolik maupun yang bukan katolik juga wajib mengikuti MRT karena mereka akan melangsungkan pernikahannya di gereja katolik.

Ada 12 topik yang didapat oleh para calon menikah dalam mengikuti kursus MRT ini yang berlangsung selama dua hari ini. Dimulai hari sabtu dilanjutkan hari minggu dan ditutup dengan misa. MRT hari pertama dimulai pada pukul 08.00 dibuka oleh DPH pendamping Bapak Kistianto dilanjutkan dengan sambutan dari ketua SKK bapak Laurentius Laga Mukin dan perkenalan dari Tim SKK.

Romo Paroki Kaprilius Sitepu OFM Cap memberikan sambutannya sebelum membawakan topik 6 tentang Perkawinan Sakramental pukul 10.45 sd .11.45 dilanjutkan dengan makan siang dan sebelumnya diadakan foto besama dulu.

Setelah makan siang romo Kapri kembali membawakan materi tentang Tata Cara Upacara Perkawinan. Materi Romo dimajukan agar tidak mepet waktunya misa sore. Karena hanya romo Kapri yang ada di pastoan sedangkan romo Monald sedan berada di Cikanere mendampingi Retus KEP.

Materi yang dipaparkan pada MRT diantaranya tentang Inilah Diriku, Keluaga Berbicara, Mewujudkan Pengharapan, Memahami Cinta, Perkawinan Pada Umumnya, Perkawinan Sakramental, Tata Cara Upacara Pekawinan, Pengelolaan Keuangan, Mengolah Rohani, Menghadirkan Kristus di Rumah, Pengaturan Kelahiran dan Kita dalam Misi. Inilah bekal yang diperoleh oleh para calon menikah dalam mengikuti MRT, semuanya ini untuk bekal memasuki jenjang perkawinan agar menjadi keluarga katolik yang setia.

Lewat MRT diharapka para calon menikah dapat mempesiapkan diri dengan matang ke depannya untuk membangun umah tangganya bersama pasangannya. Diharapakan dengan adanya MRT ini dapat mengurangi angka perceraian perkawinan katolik. “Yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia” Kursus MRT ini ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama umat Santa Clara yang dipersembahkan oleh Romo Kapri.

Tuti Cahaya

Sie Komsos

5 2 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar