Bekasi,SuaraClara— Suasana hangat terasa di Aula Fransiskus, Gedung GKP Paroki Santa Clara, Bekasi Utara, Sabtu (27/9/2025). Sejak pagi, para ketua lingkungan, koordinator wilayah, ketua seksi, perwakilan kategorial, hingga Dewan Paroki Harian duduk berdampingan dalam satu ruang.
Mereka hadir bukan hanya untuk membicarakan rencana pelayanan, tetapi juga menimba semangat bersama dalam kegiatan Pra Rapat Karya (Pra Raka) Paroki Santa Clara.
Pastor Kaprilius Sitepu, OFM Cap, membuka pertemuan dengan ajakan sederhana: “Rapat Karya ini mengajak kita semua untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan dalam pelayanan gereja,” ujarnya.

Kalimat itu disambut hening reflektif oleh peserta, seakan menjadi pengingat bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas organisatoris, melainkan juga wujud karya iman dan karya Allah.
Tahun 2026, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengusung arah dasar pastoral bertema Keutuhan Ciptaan Allah. Spirit ini, menurut Pastor Kapri, mengajak umat untuk memuji, berdamai, dan mengambil jalan rekonsiliasi dengan bumi sebagai tanda syukur atas karya seni Allah.

Momen ini sekaligus mengaitkan semangat peringatan 10 tahun ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus pada tahun 2015 lalu.
“Selaras dengan teladan Santa Clara dan Santo Fransiskus Asisi, kita diajak untuk hidup sederhana, tidak konsumtif, menjaga bumi, dan memberi perhatian kepada mereka yang lemah serta miskin,” tutur Pastor Kapri.
Kesadaran itu, lanjutnya, sebenarnya sudah mengakar. Berdasarkan survei Litbang KAJ, pemahaman umat mengenai spiritualitas keutuhan ciptaan tergolong mendalam. Namun, tantangan kini adalah mengubah kesadaran menjadi aksi nyata.
“Perlu kolaborasi antara gereja, masyarakat, dan pemerintah agar gerakan ini benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Keuskupan Agung Jakarta juga mendorong umat untuk memulai habitus baru. Caranya melalui perubahan perilaku yang konsisten dan dilakukan bersama, meminimalisasi limbah dan polusi, serta memastikan keberlanjutan sumber daya alam. Upaya sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilih produk ramah lingkungan menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan umat sehari-hari.
Himbauan KAJ itu pun ditegaskan agar benar-benar diimplementasikan hingga ke umat Paroki Santa Clara. Setiap kegiatan di lingkungan, baik doa bersama, pelayanan sosial, maupun pertemuan rutin, diharapkan menciptakan gerakan pertobatan ekologis dan kepedulian lingkungan. Seluruh upaya itu akhirnya bermuara pada terjaganya keutuhan alam ciptaan, yang menjadi bagian integral dari iman Kristiani.
Usai sesi pembekalan, acara dilanjutkan dengan paparan arah dasar pastoral 2026 dan diskusi terbuka. Peserta menyimak, mencatat, dan melontarkan pertanyaan yang mengalir dari keresahan nyata umat.
Pra Rapat Karya ini menjadi langkah awal menuju Rapat Karya Paroki, sekaligus menggemakan pesan universal: damai sukacita lahir dari kesederhanaan dan kepedulian pada ciptaan.
Penulis dan Foto : SJS
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara