Renungan

Bacaan dan Renungan Jumat 17 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I

Bacaan Pertama Ibrani 4:1-5.11 “Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah.” Saudara-saudara, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan …

Selengkapnya

Bacaan dan Renungan Kamis 16 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I

Bacaan Pertama Ibrani 3:7-14 “Hendaklah kalian saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’.” Saudara-saudara, dikatakan Roh Kudus, “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun …

Selengkapnya

Bacaan dan Renungan Rabu 15 Januari 2025; Pekan Biasa ke-I

Bacaan Pertama Ibrani 2:14-18 “Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya.” Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya, Yesus memusnahkan dia, yakni Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya …

Selengkapnya

Bacaan dan Renungan Selasa 14 Januari 2025; Hari Biasa Pekan ke-I

Bacaan I – Ibr. 2:5-12 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat …

Selengkapnya

Bacaan dan Renungan Hari Kamis 9 Januari 2025, Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (Putih)

Bacaan Pertama: 1 Yohanes 4:19-5:4 “Barangsiapa mengasihi Allah, Ia harus juga mengasihi saudaranya.” SAUDARA-saudaraku terkasih, kita harus mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang ia lihat, tidak mungkin ia mengasihi …

Selengkapnya