Minggu Paskah II dan Minggu Kerahiman Ilahi : Belas Kasih dan Pengampunan

Misa Minggu Kerahiman Ilahi yang bertepatan dengan Minggu Paskah Kedua dilaksanan dengan lebih meriah pada tanggal 12 april 2026, pukul 09.00 WIB di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara. Ada 4 petugas yang turut dalam perarakan pembukaan, masing-masing membawa gambar Kerahiman Ilahi ukuran 60×50 cm. Di kanan dan kiri altar juga dipasang gambar Kerahiman Ikahi dalam ukuran yang cukup besar. Petugas koor juga berasal dari Kelompok Kategorial Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI).

Minggu Paskah 2 Canta Clara 4

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Kaprilius Sitepu OFMCap. Misa ini berjalan dengan khidmat. Pada misa Pesta Kerahiman Ilahi ini umat  membawa gambar Kerahiman Ilahi dari rumah untuk kemudian diberkati oleh Romo.

Minggu Kerahiman Ilahi mengarahkan kita pada kasih Allah yang penuh belas kasihan yang mendasari seluruh Misteri Paskah, seluruh misteri kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus yang dihadirkan bagi kita dalam Ekaristi.

Minggu Paskah 2 Canta Clara 2

Pesta Kerahiman Ilahi merupakan bentuk devosi terhadap Kerahiman Ilahi yang diperkenalkan oleh  Santa Faustina Kowalska dan dilaporkan sebagai bagian dari pertemuannya dengan Yesus secara pribadi, serta dikaitkan dengan janji-janji khusus dari Yesus dan indulgensi yang diberikan oleh Allah melalui Gereja-Nya.

Pada perayaan tersebut, terdapat pemberkatan gambar Kerahiman Ilahi yang telah dibawa oleh umat. Pemberkatan tersebut dilaksanakan diawal misa setelah imam mendupai altar dan gambar Kerahiman Ilahi ukuran besar yang ada di kiri dan kanan altar.

Minggu Paskah 2 Canta Clara 5

Dalam homilinya, Romo Kaprilius menegaskan bahwa dengan berdevosi pada Kerahiman Ilahi berarti kita juga harus berbelas kasih dan memberikan pengampunan kepada sesama tanpa memandang latar belakangnya. Karena iman kita diukur dari seberapa besar kita mau mengampuni dan kasih kita kepada sesama. “Lewat Pesta Kerahiman IIahi kita diajak dapat memberikan belas kasih dan memberikan pengampunan kepada sesama, karena kita sudah lebih dahulu diampuni Tuhan,” tutur Romo Kapri dalam homilinya. 

Perayaan ini menjadi momen refleksi bagi umat untuk semakin menghidupi nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.

(Brigitta Julia – Komsos)

5 2 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments