Vatikan,SuaraClara — Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus (88) dikabarkan masih kritis pada hari keempat, tetapi kondisinya stabil. Warta resmi Vatikan menyatakan sudah tidak terjadi gangguan pernapasan seperti sebelumnya. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu sudah 12 hari dirawat di Rumah Sakit Gemelli di Roma, perawatan terlama yang dijalani selama menjabat.
Dengan kondisi yang membaik, Paus Fransiskus masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Kabar terbaru dari Vatikan, Selasa (25/2/2025) malam waktu setempat atau Rabu dini hari waktu Indonesia, menyebutkan, Paus bisa mengambil sejumlah keputusan penting.
Salah satunya, Paus menetapkan Jose Gregorio Hernandez, dokter asal Venezuela, sebagai orang suci. Hernandez dikenal sebagai dokter kaum miskin. Ia meninggal pada 1919. Ia telah mendapat beatifikasi pada April 2021.
Selain itu, Paus Fransiskus mengeluarkan pesan gembala untuk masa Prapaskah. Sebelumnya, ia juga mengangkat sejumlah uskup baru untuk Brasil dan uskup agung baru untuk Vancouver, serta memodifikasi aturan baru untuk negara Vatikan guna menciptakan hierarki baru.
”Kondisi penyakit yang dialami Paus masih terkendali, fungsi sirkulasi tubuhnya dalam keadaan stabil,” demikian keterangan resmi Vatikan.
Salah satu pejabat Vatikan yang berbicara secara anonim mengatakan, Paus Fransiskus mampu makan secara normal, beraktivitas di kamar rumah sakit, dan menerima pengobatan. Pada Selasa, Paus menjalani pindai CT untuk memeriksa infeksi paru-paru, tetapi belum ada hasilnya.
Pada Senin, Paus menerima Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Kepala Staf Vatikan Uskup Agung Edgar Pena Parra. Mereka membahas kanonisasi atau penetapan orang suci. Kanonisasi memerlukan keputusan dari Paus. Paus menandatangani dekrit untuk menetapkan dua santo baru dan membeatifikasi lima orang. Beatifikasi adalah langkah pertama untuk menjadi orang suci dalam gereja Katolik. Paus juga memutuskan mengadakan pertemuan konsistori membahas kanonisasi di masa mendatang. Konsistori adalah pertemuan resmi para kardinal untuk melakukan kanonisasi sebagai langkah penetapan orang suci.
Belum ada jadwal resmi pertemuan konsistori. Saat konsistori pada 11 Februari 2013, terjadi yurisprudensi bersejarah ketika pertama kali seorang paus, yakni Paus Benediktus XVI, menyatakan mengundurkan diri karena tidak mampu menjalankan kinerja kepausan di usianya yang lanjut. Ini menandai untuk pertama kali dalam 600 tahun seorang paus mundur dari jabatan.
Paus Fransiskus pernah menyatakan hal serupa. Ia bisa mempertimbangkan untuk mengundurkan diri seperti Paus Benediktus dengan alasan kesehatan.
Giovanna Chirri, reporter media Italia, ANSA, mengatakan, kemungkinan kecil Paus Fransiskus mengundurkan diri. ”Kalaupun ada yang mengharapkan dia mundur, gereja dan dunia masih membutuhkan pengabdian Paus Fransiskus selama dia hidup,” kata Chirri.
Penulis biografi Paus Fransiskus asal Inggris, Austen Ivereigh, mengatakan, bisa saja Paus mengundurkan diri. ”Itu keputusan pribadi yang harus dihormati,” kata Ivereigh.
”Paus selalu mengatakan, kepausan berlaku seumur hidup. Dia menilai tidak ada masalah dengan keberadaan Paus yang telah lanjut usia dan rentan sakit. Akan tetapi, Paus Fransiskus juga mengatakan, jika mengalami kondisi berhalangan tetap, dia akan mempertimbangkan mengundurkan diri, demikian juga Paus yang lain,” kata Ivereigh.
Paus Fransiskus pernah mengatakan, seandainya mengundurkan diri, ia ingin tinggal di Roma, di luar Vatikan, menjadi Uskup Emeritus Roma dan bukan menjadi Paus Emeritus. Sebelumnya Paus Benediktus XVI menjadi Paus Emeritus di Vatikan. Ketika itu, Paus Emeritus tetap menjadi rujukan golongan konservatif sebelum wafat pada 2022.
Adapun Paus Fransiskus telah menulis surat pengunduran diri yang diharapkan segera diberlakukan jika dirinya berhalangan tetap. Berbagai spekulasi tentang kemungkinan pengunduran diri Paus Fransiskus terus berkembang sejak dirinya dirawat di rumah sakit. Akan tetapi, Vatikan menolak dugaan tersebut. Kardinal Parolin akhir pekan lalu menyatakan spekulasi tersebut tidak berdasar dan yang paling penting saat ini adalah kondisi kesehatan Paus Fransiskus.
Sementara itu Pejabat Vatikan, Kardinal Luis Tagle, memimpin doa khusus bagi Paus di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, Selasa. Misa dihadiri para peziarah dan pejabat gereja. Doa khusus diulang tiap hari sepanjang pekan ini. Tagle berdoa bagi kesehatan Paus serta memohon solidaritas dan empati komunitas Kristiani.
Kelompok kanan yang mengkritisi Paus Fransiskus menyebarkan isu tentang kesehatannya. Namun, sekutu dan teman dekat Paus tetap bersikap optimistis dan positif. Mereka mengatakan, sejak malam pertama menjadi Paus, Paus Fransiskus selalu dengan rendah hati meminta dukungan doa yang diulangnya setiap hari.
”Saya menyaksikan cintanya kepada gereja dan Kristus. Sebagai manusia biasa, saya rasa masih panjang pengabdiannya bersama kita,” kata Kardinal Honduras, Oscar Rodriguez Maradiaga, kepada harian La Repubblica.
Di halaman RS Gemelli, pada Selasa pagi, warga Roma dan pengunjung Vatikan berdoa bagi Paus Fransiskus. Hoang Phuc Nguyen asal Kanada yang menghadiri perayaan Tahun Yubileum di Vatikan mengatakan sengaja datang mendoakan kesembuhan Paus.
”Dengan Paus masih dirawat, kami juga khawatir atas kesehatannya. Paus adalah bapak kami dan kami mesti mendoakannya,” kata Nguyen.
Penulis : S Jumar Sudiyana
Sumber : Kompas.Id
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara