Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dipersembahkan oleh Pastor Kaprilius Sitepu OFM Capusin, tepatnya pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 17.00.
Perayaan misa ditandai dengan penerimaan komuni pertama bagi anak-anak. Total ada 60 anak yang menerima komuni pertama kali itu. Saat perarakan masuk, anak-anak peserta komuni pertama ikut pada barisan perarakan bersama para petugas liturgi dengan mengenakan gaun putih untuk putri dan kemeja putih – celana kain hitam untuk putra. Anak-anak penerima komuni pertama ini mengisi bangku baris depan dengan rapi dan tertib bersama kedua orang tuanya.
Karena Begitu Besar Kasih-Nya, Ia Memberikan Tubuh & Darah-Nya Bagi Kita Agar Kita Hidup
Dalam homilinya, Pastor Kapri menyampaikan cerita tentang burung pelikan dan anak-anaknya. Saat kondisi hidup sedang tidak baik-baik saja, ia pergi sangat jauh untuk mencari makanan dan minuman agar anak-anaknya bisa tetap hidup. Karena begitu besar kasih burung itu kepada anak-anaknya, akhirnya burung pelikan itu melukai dadanya. Dari dadanya itu mengucur darah segar untuk anak-anaknya yang sudah kehausan. Lantas, anak-anaknya bisa hidup dan selamat.
Sama halnya dengan Tuhan Yesus yang sangat mengasihi kita. Ia memberikan tubuhnya sebagai makanan dan darahnya sebagai minuman agar kita hidup.
Yesus Datang sebagai Sahabat Kehidupan
Dalam homilinya, Romo Kapri juga menyampaikan pesan agar anak-anak tidak hanya menganggap komuni sebagai sepotong roti saja, tapi juga mengimaninya sebagai perjumpaan dan penerimaan Tubuh Kristus. Melalui Komuni Pertama ini, Tuhan Yesus hadir menjadi sahabat yang menemani, mengingatkan, dan membimbing.
Jadi, komuni pertama adalah titik perubahan agar kita semua menjadi lebih baik karena Tuhan sungguh ingin bersahabat dekat. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi orang tua anak-anak komuni pertama.
Melalui langkah awal penerimaan komuni pertama oleh anak-anak ini, tugas orang tua ialah memastikan bahwa iman anak-anak terus bertumbuh dan terawat. Salah satunya dengan memberikan teladan yang baik kepada anak-anak. Contohnya, teladan dalam berdoa, beribadah, dan berkegiatan rohani. “Semoga orang tua semakin setia menemani mereka,” tutur Pastor Kapri dalam menutup homilinya.




Lalu, misa dilanjutkan dengan janji baptis yang diucapkan dengan serentak dan penuh semangat oleh anak-anak komuni pertama, sekaligus pemercikan air suci untuk memperbaharui janji baptis para umat yang hadir. Setelah rangkaian penerimaan komuni pertama selesai dilangsungkan, Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dilanjutkan dan ditutup dengan berkat meriah dan umat pulang dengan suka cita.
Di basement panitia dari Sie katekese Gereja Santa Clara membagikan souvenir berupa buku doa dan sertifikat komuni pertama kepada para peserta. Anak-anak juga bisa mengajak keluarganya untuk berfoto bersama di fotobooth yang disediakan.
Anak-anak ini telah mempersiapkan diri dengan mengikuti pembelajaran selama kurang lebih 5 bulan. Dibimbing para pengajar dari Sie Katekese Gereja Santa Clara di kelas-kelas yang ada di GKP seminggu sekali. Selain itu juga sudah mengikuti rekoleksi, pengakuan dosa dan latihan bersama. Orang tua pun ikut dalam rekoleksi, dengan harapan mereka pun memiliki tanggung jawab untuk mendampingi tumbuh kembang iman putra-putrinya.
Ega Krisnawati
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara