Kepada Tuhan, Bersama Bunda Maria

Tangerang,SuaraClara – Setiap bulan Oktober umat Katolik seluruh dunia secara khusus berdevosi kepada Bunda Maria melalui doa rosario yang didaraskan selama satu bulan. Bulan Oktober sebagai bulan Rosario merupakan warisan spiritual dari Paus Leo XIII (1878-1903).

Namun, penting diingat, praktik ini bukan “PENYEMBAHAN”, melainkan “PENGHORMATAN” kepada Maria.

Baru-baru ini, sebuah patung Yesus Sang Penyelamat (atau Penebus?) dengan ketinggian 61 meter di Bukit Sibeabea, Samosir, Sumatera Utara, diberkati. Tak sedikit juga menganggap bahwa pembangunan patung Yesus tersebut bukti bahwa terjadi “penyembahan” umat Katolik kepada patung.

Dalam bahasa Indonesia memang terasa mirip-mirip antara istilah “penyembahan” dan “penghormatan”, tetapi dalam bahasa aslinya, yakni Yunani, kedua istilah tersebut sangat jelas berbeda. Penyembahan itu “LATRIA”, sedangkan penghormatan itu “DULIA”.

Penyembahan atau “latria” itu hanya kepada Tuhan!

Kepada Tuhan, kita memohon pengabulan doa. Kepada para kudus (santo-santa), kita mohon didoakan, ataupun kita berdoa bersama mereka. Karena itu, kepada Tuhan kita mohon, “kabulkanlah doa kami”, sedangkan kepada para orang kudus, “doakanlah kami”.

Dalam berdoa Rosario juga, kita masih tetap berdoa kepada Tuhan, kepada Bapa, bukan kepada Maria! Dengan doa rosario, kita berdoa bersama Bunda Maria. Maka, marilah kita perbanyak laku doa rosario kita di bulan ini.

Selamat memasuki bulan Rosario.

Sancta Maria, ora pro nobis. Amen!

Penulis : Febry Silaban

0 0 votes
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments