Kasih yang Menguatkan: Bedah Rumah Umat Santa Clara untuk Keluarga Yasinta

Bekasi,SuaraClara – Gereja Santa Clara kembali menghadirkan wajah kasih melalui karya nyata. Melalui program Bedah Rumah, umat Lingkungan Padre Pio bersama tim karya sosial paroki melalui Seksi PSE memugar rumah keluarga Yasinta di Perumahan Babelan Indah, Bekasi Utara. Selama bertahun-tahun, keluarga Ibu Yasinta hidup dalam keterbatasan dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak.

Menurut Ketua Lingkungan Padre Pio Jenta Bangun sebelum dibedah, rumah tersebut berada dalam keadaan memprihatinkan. Atap dan genteng bocor di banyak titik, membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah. Lantai yang pernah dikeramik kini pecah-pecah dan tidak rata karena penurunan tanah. Dinding tembok penuh retakan dan terkelupas, sementara plafon sudah lama hilang.

“Kamar mandi pun tidak lagi layak digunakan: dinding berlumut, lantai licin tanpa keramik, serta pintu dan jendela keropos dimakan rayap. Kondisi ini membuat keluarga Yasinta harus bertahan dalam situasi yang tidak nyaman dan berisiko bagi kesehatan,” ujar Bangun kepada Tim Komsos.

WhatsApp Image 2025 08 29 At 22.30.02

Kehadiran program Bedah Rumah menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Dengan semangat gotong royong, umat Santa Clara bersama-sama memperkuat dinding, mengganti atap, memperbaiki kamar mandi, memasang plafon baru, hingga mengecat ulang seluruh bagian rumah. Hasilnya, rumah sederhana itu kini tampak lebih layak, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.

“Ini adalah wujud nyata kasih Kristus. Kita tidak hanya berdoa bersama di gereja, tetapi juga menghadirkan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan,” tambah Bangun.

Rasa syukur pun tak henti diungkapkan keluarga Yasinta. “Terima kasih kepada umat Santa Clara yang sudah peduli. Bagi kami, ini bukan sekadar rumah yang diperbaiki, tetapi juga harapan baru untuk melangkah dengan lebih tenang,” ucap Yasinta dengan sedikit berkaca-kaca.

Dalam homilinya, Romo Ramses Nainggolan, OFMCap menegaskan pentingnya kebersamaan dalam pelayanan.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Semoga semangat gotong royong ini terus hidup dalam setiap karya umat,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir bukan hanya dalam tembok bangunan, melainkan juga dalam tindakan nyata kasih. Program Bedah Rumah ini tidak hanya memberi manfaat nyata bagi keluarga penerima, tetapi juga meneguhkan semangat umat Santa Clara untuk terus menghadirkan Gereja yang hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan ini selaras dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (ARDAS KAJ), yakni membangun persekutuan yang semakin peduli, berbela rasa, dan menjadi sahabat bagi semua, khususnya yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (LMTD).

Penulis : Stanislaus Jumar Sudiyana

Foto : Jenta Bangun

5 1 vote
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar