Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id Paroki Bekasi Utara Sun, 20 Sep 2026 08:05:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://gerejasantaclara.or.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-iconclara-32x32.png Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id 32 32 Pengumuman Pernikahan 20 September 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-20sept2026/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-20sept2026/#respond Sun, 20 Sep 2026 08:04:01 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7694 Pengumuman yang Pertama Kali

Theresia

Theresia Yuli Indriani dari lingkungan Yohanes Pemandi 5 dengan Yohanes Andrianto Febriantoko dari Paroki Pecatu, Bali. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Fransiskus

Fransiskus Assisi Mikhael Boby Romulus Sitanggang dari lingkungan Laurentius da Brindisi 3 dengan Maria Patricia Gunawan dari Paroki Cibinong. Pemberkatan di Kapel Regina Pacis – Katedral Bogor.

Athana

Athanasius Leonardo dari lingkungan Petrus 5 dengan Anastasia Ursula Tidajoh dari Paroki Raja Damai, Manado. Pemberkatan di Gereja St. Yosef – Matraman.

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-20sept2026/feed/ 0
PELANTIKAN KATEKUMEN : Makin Yakin Mengikuti Yesus Secara Katolik https://gerejasantaclara.or.id/pelantikan-katekumen-makin-yakin-mengikuti-yesus-secara-katolik/ https://gerejasantaclara.or.id/pelantikan-katekumen-makin-yakin-mengikuti-yesus-secara-katolik/#respond Mon, 14 Sep 2026 12:41:35 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8034 Sejumlah 77 peserta pra katekumen hadir dalam Misa Minggu Biasa XXIV, 13 September 2026 pukul 17.00 di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara. Wajah mereka tampak berbinar oleh antusiasme. Mereka diberikan tempat duduk khusus di depan altar dan mengenakan pakaian berwarna putih. Para katekis juga tampak mendampingi mereka. Misa dipimpin secara konselebrasi oleh Pastor Kaprilius Sitepu OFM Capusin dan Pastor Norbid Ambarita OFM Capusin. Sebelum misa dimulai, komentator mengumumkan bahwa saudara-saudari ini telah mengikuti masa pra katekumen dan akan dilantik secara resmi sebagai katekumen. Mereka akan melanjutkan pelajaran mengenal iman Katolik dalam masa katekumenat sampai dilantik menjadi calon baptis dan akhirnya dibaptis secara Katolik atau diterima secara resmi ke dalam Gereja Katolik.

               Setelah homili, Primus Kasimo salah satu katekis yang selama ini mendampingi kelas pra katekumen usia remaja, maju ke mimbar komentator untuk mengajak peserta bangkit berdiri dan menyerahkan mereka kepada Pastor Kaprilius Sitepu OFM Capusin untuk melantik mereka sebagai katekumen. Sebelum melantik, Pastor menanyakan tentang apa yang diminta oleh para peserta kepada Gereja Katolik. Mereka menjawab serentak bahwa mereka meminta iman.

Maka kemudian Romo mendoakan mereka dan memberikan tanda salib di dahi mereka satu per satu dengan Minyak Katekumen (OC/ Oleum Catechumenorum). Dengan urapan Minyak Katekumen ini, Roh Kudus akan menguatkan keyakinan mereka untuk mengikuti Yesus secara Katolik dan terus bertekun mengikuti pengajaran-pengajaran iman selama masa katekumenat. Peserta maju satu per satu untuk menerima Minyak Katekumen sambil diiringi lagu “Ya Yesus Kau Menantikan” dari Puji Syukur nomor 693. Setelah itu Romo menyerahkan salib dan Kitab Suci kepada perwakilan katekumen sebagai tanda bahwa mereka kini telah mulai berjalan di bawah naungan Kristus  dan lambang komitmen untuk tekun belajar mengikuti Yesus Kristus sebagai murid-Nya.

Pelantikan katekumen merupakan tahap pertama dari proses inisiasi dalam Gereja Katolik. Para simpatisan yang telah mengikuti masa pra katekumenat secara resmi diterima oleh Gereja untuk memulai masa pembelajaran iman atau katekumenat. Setelah mengikuti masa katekumenat, kelak mereka akan dilantik lagi menjadi calon baptis. Dan setelah mengikuti rekoleksi dan Gladi Bersih penerimaan Sakramen Baptis, mereka akan dibaptis atau diterima resmi ke dalam Gereja Katolik. Peserta dari gereja lain yang sudah dibaptis dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus akan diterima secara resmi ke dalam Gereja Katolik. Sedangkan peserta yang baptisan sebelumnya belum menggunakan rumusan Trinitas, belum pernah dibaptis meskipun dari keluarga Katolik, atau berasal dari latar belakang non Kristen, akan dibaptis.

Selama masa pra katekumenat dan katekumenat, peserta dibagi ke dalam 5 kelompok belajar. Kelompok anak usia 7-13 tahun, Remaja usia 14-17 tahun, Dewasa 18 tahun ke atas yang berlatar belakang Kristen protestan, Dewasa 18 tahun ke atas yang berlatar belakang dari agama non Kristen, dan kelas online. Kelas online untuk melayani mereka yang sedang tugas kerja ke luar kota atau yang pekerjaannya terkena shift sehingga tidak bisa mengikuti Pelajaran tatap muka.

Sie Katekese

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pelantikan-katekumen-makin-yakin-mengikuti-yesus-secara-katolik/feed/ 0
FESTIVAL BKSN 2026 : Sarana Seru Mencintai Sabda Allah https://gerejasantaclara.or.id/festival-bksn-2026-sarana-seru-mencintai-sabda-allah/ https://gerejasantaclara.or.id/festival-bksn-2026-sarana-seru-mencintai-sabda-allah/#respond Mon, 14 Sep 2026 12:38:36 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8022 Dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Gereja Santa Clara menggelar Festival Bulan Kitab Suci pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan antusiasme, dengan melibatkan umat dalam berbagai perlombaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Melalui kegiatan tersebut, umat diajak untuk semakin mengenal dan mendalami Kitab Suci sekaligus membangun kebersamaan di tengah kehidupan menggereja.

Acara lomba BKSN secara resmi dibuka oleh Ketua Sie Kerasulan Kitab Suci Gereja Santa Clara Hendrikus Jehamat. Festival BKSN tahun ini menghadirkan tiga perlombaan, yaitu Lomba Membawakan/Menghafal Ayat Kitab Suci, Lomba Narasi Kitab Suci, dan Lomba Pemazmur. Ketiga perlombaan tersebut terbagi dalam beberapa kategori usia dan diikuti oleh umat dari berbagai lingkungan. Masing-masing perlombaan dilaksanakan di ruangan yang berbeda dengan ketentuan ayat Kitab Suci yang telah ditentukan oleh panitia.

Pada Lomba Membawakan/Menghafal Ayat Kitab Suci, peserta terbagi dalam tiga kategori, yaitu usia 4–6 tahun, usia 7–13 tahun, serta lansia usia 55 tahun ke atas. Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan di ruangan Bunda Theresa dan Fidelis. Para peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam membawakan dan menghafalkan ayat Kitab Suci di hadapan dewan juri. Penampilan para peserta dinilai oleh para juri yang terdiri dari Lucia Erni, Rini Giri, dan Afandi Sugiarto. Meski memiliki rentang usia yang berbeda, setiap peserta tampak berusaha memberikan penampilan terbaiknya.

Perlombaan berikutnya adalah Lomba Narasi Kitab Suci yang diperuntukkan bagi peserta usia 10–15 tahun serta peserta usia 16 tahun ke atas. Lomba tersebut dilaksanakan di ruangan YP dan Antonius. Melalui perlombaan ini, peserta tidak hanya dituntut untuk memahami isi Kitab Suci, tetapi juga mampu menyampaikannya melalui kemampuan bernarasi dengan cara yang menarik. Pada perlombaan ini, peserta menunjukkan antusiasme melalui penampilan mereka dan berusaha memberikan hasil yang terbaik di hadapan para juri. Penampilan para peserta dinilai oleh para juri yang terdiri dari Steny Jehadut, Pontianus Gianto, dan Anjarwati.

Sementara itu, Lomba Pemazmur dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori anak atau remaja sampai dengan 14 tahun dan kategori umum usia 15 tahun ke atas. Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan di Aula Fransiskus. Peserta membawakan mazmur dengan kemampuan vokal dan penghayatan masing-masing. Perlombaan ini turut memberikan warna tersendiri dalam Festival Bulan Kitab Suci karena peserta dapat mengungkapkan pesan Kitab Suci melalui lantunan mazmur. Penilaian dilakukan oleh Elisabeth Sri Kurniasih, Anastasia Setyowati, dan Gego.  

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan perlombaan. Meskipun setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaik untuk meraih hasil yang maksimal, kegiatan tetap berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Kehadiran umat yang memberikan dukungan juga turut menambah semarak Festival Bulan Kitab Suci Paroki Bekasi Utara.

Setelah seluruh perlombaan dan proses penjurian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang serta penyerahan hadiah lomba. Pada Lomba Membawakan/Menghafal Ayat Kitab Suci, kategori usia 4–6 tahun, juara pertama diraih oleh Margaretha Nodhi Bora dari Lingkungan Catarina da Siena 4. Pada kategori usia 7–13 tahun, juara pertama diraih oleh Veronika Giselle dari Lingkungan Agnes 3, disusul Leonardo Asher Foarotta dari Lingkungan Bunda Teresa 3 sebagai juara kedua dan Ghisel Anastasya Jen dari Lingkungan Konradus 5 sebagai juara ketiga. Sementara itu, kategori lansia usia 55 tahun ke atas menempatkan Yovitta Henni dari Lingkungan Bonaventura 2 sebagai juara pertama, Gainim Innocentia Sijabat dari Lingkungan Catarina da Siena 3 sebagai juara kedua, dan Fransiskus Xaverius Soesilo dari Lingkungan Antonius 1 sebagai juara ketiga.

Pada Lomba Narasi Kitab Suci, kategori usia 10–15 tahun, juara pertama diraih oleh Magdalena Michelle Gladys dari Lingkungan Petrus 7, diikuti Elisa Elisabeth dari Lingkungan Bunda Teresa 3 sebagai juara kedua dan Michaela Valerie dari Lingkungan Agnes 3 sebagai juara ketiga. Untuk kategori usia 16 tahun ke atas, Yosafhat Christian dari Lingkungan Bonaventura 5 berhasil meraih juara pertama, Maria Kristyani dari Lingkungan Agnes 3 sebagai juara kedua, serta Yohanes Tri Prianto dari Lingkungan Catarina da Siena 4 sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada Lomba Pemazmur kategori anak atau remaja usia sampai dengan 14 tahun, juara pertama diraih oleh Angela Vania Leo dari Lingkungan Paulus 4, disusul Florencia Aiko dari Lingkungan Padrepio 2 sebagai juara kedua dan Liora Shane Avisa Situmorang dari Lingkungan Catarina da Siena 4 sebagai juara ketiga. Pada kategori umum usia 15 tahun ke atas, juara pertama diraih oleh Fransiskus Nainggolan dari Lingkungan Agnes 4, juara kedua oleh Theresia Ivana dari Lingkungan Antonius 2, dan juara ketiga oleh Rudi Pangidoan dari Lingkungan Fidelis 3.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan doa penutup. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, Festival Bulan Kitab Suci di Gereja Santa Clara menjadi ruang bagi umat untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi Sabda Tuhan melalui kebersamaan. Semangat yang hadir dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Kitab Suci tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, agar kita tidak terlalu khawatir menghadapi kegelisahan jaman.

Julia – Komsos

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/festival-bksn-2026-sarana-seru-mencintai-sabda-allah/feed/ 0
BKSN LINGKUNGAN : Lingkungan Petrus 7 Makin Peduli dan Adil https://gerejasantaclara.or.id/bksn-lingkungan-lingkungan-petrus-7-makin-peduli-dan-adil/ https://gerejasantaclara.or.id/bksn-lingkungan-lingkungan-petrus-7-makin-peduli-dan-adil/#respond Sun, 13 Sep 2026 16:32:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8017 Sebanyak 22 umat, baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia, berkumpul di rumah salah satu umat Lingkungan Petrus 7 pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 19.00. Meskipun baru pulang dari kerja dan menjalankan berbagai aktivitas, namun semua tampak antusias dan sukacita menghadiri pertemuan.  Mereka menyelenggarakan kegiatan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional 2026 tingkat lingkungan, pertemuan ke-2.

Pada pertemuan BKSN minggu kedua ini, keluarga Bapak Rony yang bertempat di The Palm Residence membuka pintu kediamannya lebar-lebar bagi kedatangan seluruh umat. Seluruh keluarga tampak gembira menyambut umat yang hadir. Dalam pertemuan ke-2 ini, umat datang untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Sabda: Pembebas dari Belenggu Ketidakadilan,”  sesuai buku panduan yang telah dibagikan oleh Sie Kerasulan Kitab Suci Gereja Santa Clara dalam sosialisasi BKSN pada Sabtu, 22 Agustus 2026 silam.

Melalui bacaan Injil Lukas 4:16–21, fasilitator mengajak seluruh umat yang hadir  untuk melihat bagaimana Yesus datang membawa kabar baik dan pembebasan bagi orang-orang yang mengalami ketidakadilan, terutama mereka yang miskin, tertindas, dan kurang diperhatikan.

Fasilitator dalam renungan yang dibawakannya juga mengingatkan, bahwa sebagai pengikut Kristus, semua orang juga dipanggil untuk membawa kabar baik melalui tindakan nyata. Umat diingatkan untuk berlaku adil kepada siapa pun, tidak membeda-bedakan, dan mau peduli kepada mereka yang membutuhkan perhatian. Umat Petrus 7  juga disadarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari usaha menghadirkan keadilan, karena kerusakan lingkungan juga dapat berdampak besar bagi mereka yang miskin dan rentan.

Melalui pertemuan ini, umat semakin menyadari bahwa Sabda Tuhan tidak cukup hanya didengarkan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh umat diajak untuk menjadi pembawa kabar baik melalui perkataan dan tindakan sederhana, sehingga orang-orang di sekitarnya dapat merasakan kasih, kepedulian, dan keadilan yang diajarkan Kristus.

Suasana pertemuan cukup santai namun serius. Tuan rumah menyediakan tikar dan karpet untuk duduk lesehan secara melingkar, sehingga mendukung suasana akrab satu sama lain. Anak-anak yang hadir juga turut mendengarkan dan mengikuti renungan-renungan dengan sungguh-sungguh. Dengan pertemuan BKSN ke-2 ini, umat Petrus 7 berkomitmen akan semakin saling peduli dan semakin berperilaku adil baik di dalam keluarga, tempat bekerja, gereja maupun masyarakat.

Martinus Suyatno (Ketua Lingkungan Petrus 7)

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/bksn-lingkungan-lingkungan-petrus-7-makin-peduli-dan-adil/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 13 September 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-13-september-2026/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-13-september-2026/#respond Sun, 13 Sep 2026 03:00:12 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7695 Pengumuman yang Pertama Kali

Angelico

Angelico Vaikel Ferry dari lingkungan Yohanes Pemandi 3 dengan Gianna Lulu Wiratama dari Paroki Cibinong. Pemberkatan di Gereja St. Yohanes Maria Vianney – Cilangkap.

Claudius

Claudius Rocky dari lingkungan Antonius 1 dengan Eveline Angellita Jioe dari Jakarta Barat. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Henrikus

Henrikus Santo Arnoldus dengan Elisabeth Sampeuli keduanya dari lingkungan Konradus 5. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Clara

Clara Lydia Iskandar dari lingkungan Agnes 1 dengan Adi Wijaya Prayogo dari Australia. Pemberkatan di Gereja Our Lady of Fatima – Goulburn, Australia.

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-13-september-2026/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 6 September 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-6-september-2026/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-6-september-2026/#respond Mon, 07 Sep 2026 08:35:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7696 Pengumuman yang Pertama Kali

Clarita

Clarita Anggellina dari lingkungan Laurentius da Brindisi 3 dengan Yovan Ryco dari Gading Serpong. Pemberkatan di Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga – Katedral Jakarta.

Stephanie

Stephanie Vera Lisander dari lingkungan Agnes 4 dengan Theodorus Robert Richard Leonardi dari Paroki Puspa Gading. Pemberkatan di Gereja St. Yohanes Bosco – Danau Sunter.

Angela

Angela Sri Uria Irawati Anggraini dari lingkungan Fidelis 3 dengan Vinsensius Fellix Sepriando Zemmy Sulai dari Paroki Taman Galaxy. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-6-september-2026/feed/ 0
Paguyuban Lansia : Bersama Kristus Memprioritaskan Kasih https://gerejasantaclara.or.id/paguyuban-lansia-bersama-kristus-memprioritaskan-kasih/ https://gerejasantaclara.or.id/paguyuban-lansia-bersama-kristus-memprioritaskan-kasih/#respond Mon, 07 Sep 2026 06:14:11 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7937 Paguyuban Lansia Santa Clara Paroki Bekasi Utara merayakan Hari Ulang Tahun ke-21 dengan penuh suka cita.  Acara puncak  berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 09.00 – 15.00 WIB di anjungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Perayaan tahun ini mengusung tema “Berjalan bersama Kristus untuk Memprioritaskan Kasih” dan perayaan Ekariasti dipersembahkan oleh Pastor Ramses Nainggolan OFM Capusin.

Acara dibuka  secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu Mars Lansia sebagai wujud semangat kebangsaan dan identitas paguyuban.

Dalam rangkaian acara, sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Florentinus Muji selaku Ketua Paguyuban Lansia Santa Clara. Ia menyampaikan laporan kegiatan dan rasa syukur atas perjalanan 21 tahun paguyuban dalam melayani dan mendampingi para lansia.

Sambutan yang kedua disampaikan Ibu Puji selaku ketua Kasih Untuk Negeri (KUN) yang memberikan apresiasi  atas dedikasi dan semangat para lansia dalam terus aktif di tengah komunitas.  Ia juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Lansia.

Bapak Agustinus Tedjo Suksmono selaku Korbid  Kategorial menekankan pentingnya peran lansia dalam membangun Gereja yang hidup dan penuh kasih.

Pastor Ramses dalam sambutannya mengajak  seluruh lansia untuk terus setia berjalan  bersama Kristus. Beliau mengingatkan bahwa kasih adalah panggilan utama, terutama di usia senja dengan menjadi bekat bagi semua, baik keluarga, komunitas dan sesama.

Agenda inti kegiatan ini meliputi Evaluasi Sekolah Lansia KUN Bekasi Utara, Perayaan Ekaristi dan ramah tamah. Evaluasi Sekolah Lansia, para lansia yang menjadi peserta sekolah lansia berbagi pengalaman, tantangan dan sukacita selama mengikuti proses pembelanjaran. Evaluasi ini menjadi sarana untuk meninjau kembali capaian program seta merumuskan langkah ke depan agar Sekolah Lansia semakin bermanfaat bagi anggotanya.

Sementara itu bagi lansia yang tidak mengikuti sekolah lansia, panitia menyediakan berbagai permainan dan games yang menghibur serta mempererat kebersamaan.

Perayaan HUT ke-21 ini diikuti oleh seluruh anggota paguyuban lansia Santa Clara  dan didukung oleh para sponsor. Melalui  tema yang diangkat, diharapkan paguyuban lansia Santa Clara semakin meneguhkan langkah untuk berjalan bersama Kristus dan menjadikan kasih sebagi prioritas utama dalam hidup menggereja dan bermasyarakat.

Acara selanjutnya, perayaan Ekristi dipimpin oleh Pastor Ramses. Dalam homilinya tetap menekankan Kasih adalah prioritas utama, jangan pernah merasa tidak berguna dan tetap menjadi terang dan garam. Sebelum berkat penutup Pastor Ramses memberikan berkat bagi lansia yang berulang tahun di bulan Juli dan Agustus.

Sebelum acara potong tumpeng diadakan foto bersama. Pemotongan Tumpeng dilakukan oleh Pastor Ramses, potongan tumpeng diberikan oleh Bapak Suwasto, Bu Puji, dan Pak Muji. Ibu Eni selaku perwakilan lansia memberikan kenang-kenangan untuk Pastor Ramses.

Setelah acara pemotongan tumpeng acara dilanjutakan dengan ramah tamah dengan diawali doa makan oleh Ibu Maria Purwanti. Setelah makan acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah games dan dooprize. Sebelum pulang sambil menunggu dijemput bus, acara nyanyi dan goyang bersama. Tepat pukul 14.00 rombongan kembali ke gereja Santa Clara.

Tuti Cahaya

Fotografer : Lego Sriyono dan Tuti Cahaya

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/paguyuban-lansia-bersama-kristus-memprioritaskan-kasih/feed/ 0
SEMINAR SPIRITUALITAS SANTO FRANSISKUS : Pertobatan Hati Menuju Pembaharuan Dunia https://gerejasantaclara.or.id/seminar-spiritualitas-santo-fransiskus-pertobatan-hati-menuju-pembaharuan-dunia/ https://gerejasantaclara.or.id/seminar-spiritualitas-santo-fransiskus-pertobatan-hati-menuju-pembaharuan-dunia/#respond Tue, 01 Sep 2026 17:06:24 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7922 Seminar Spiritualitas Santo Fransiskus diadakan di Gedung Karya Pastoral pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026, untuk memperingati 800 tahun wafatnya Bapak Keluarga Besar Fransiskan itu. Seminar dilaksanakan oleh paroki dengan panitia pelaksana Ordo Fransiskan Sekuler (OFS).

Kegiatan ini selain dihadiri anggota OFS, juga dihadiri perwakilan lingkungan dan OMK, total sekitar 200 orang. Seminar dimulai dari pukul 19.00 sampai 22.00 WIB. Umat perwakilan lingkungan dan kaum muda diikutsertakan dalam seminar ini supaya semakin memahami spiritualitas Santo Fransiskus, karena Paroki Bekasi Utara juga merupakan paroki yang menghidupi semangat fransiskan, dimana menggunakan nama Santa Clara pendiri Ordo Kedua Fransiskan sebagai nama pelindung.

Adapun pembicara yang mengisi seminar ini, antara lain Pastor Ramses Nainggolan OFM Capusin yang merupakan pastor rekan di Paroki Bekasi Utara dan Ernest Mariyanto yang merupakan penggerak dan pengurus Dewan Nasional OFS Indonesia.

Seminar ini diawali dengan menonton film Santo Fransiskus Asisi. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa materi yang dipresentasikan kedua pembicara, yaitu Mengenal Spiritualitas St Fransiskus dan Mengenal Keluarga Besar Pengikut St Fransiskus. Acara ditutup dengan diskusi serta tanya jawab.  

Ketika Dunia Membutuhkan Pembaruan

Di tengah dunia yang terus bergulat dengan kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, dan krisis makna hidup, gagasan tentang pembaruan sering kali diarahkan pada perubahan sistem, kebijakan, atau struktur besar. 

Mengambil inspirasi dari kehidupan dan spiritualitas Santo Fransiskus dari Assisi, seminar ini menegaskan sebuah keyakinan lama yang tetap relevan hingga kini. Dunia tidak akan pernah benar-benar diperbarui hanya lewat perubahan struktur luar, jika hati manusia di dalamnya tidak ikut berubah. Sehingga ketika dunia membutuhkan pembaruan, hati manusialah yang harus tergerak untuk berubah terlebih dahulu.

Siapakah Santo Fransiskus itu?

Santo Fransiskus dari Assisi hidup pada tahun 1181–1226 dan dikenal karena kesederhanaan, cinta kasih pada alam, dan keberpihakannya pada kaum miskin. Ia lahir dalam keluarga pedagang kain yang kaya, namun ia memilih meninggalkan kemewahan setelah mengalami pertobatan mendalam.

Kehidupannya merupakan proses panjang pergulatan batin. Mulai dari pengalamannya sebagai tawanan perang, sakit yang berkepanjangan, hingga pertemuan yang mengubah hidupnya dengan seorang penderita kusta yang ia peluk dengan penuh kasih. Dari titik itulah, Fransiskus mulai melepaskan kemelekatannya pada harta dan status, dan memilih hidup dalam kemiskinan demi mengikuti jejak Kristus.

Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata bahwa pertobatan sejati selalu dimulai dari dalam diri, sebelum berdampak keluar pada relasi dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan.

Tentang Hati yang Bertobat sebagai Titik Awal

Seminar ini menempatkan pertobatan hati (metanoia) sebagai fondasi dari segala bentuk perubahan yang berkelanjutan. Beberapa gagasan pokok yang biasanya diangkat dalam seminar bertema ini antara lain:

1. Pertobatan sebagai Proses, Bukan Peristiwa Sesaat

Pertobatan tidak berhenti pada satu momen penyesalan, melainkan sebuah perjalanan berkelanjutan untuk terus menyelaraskan hati dan tindakan dengan nilai-nilai kasih, kejujuran, dan kerendahan hati. Seperti Fransiskus yang terus mendalami panggilannya sepanjang hidup, pertobatan sejati menuntut kesetiaan harian.

2. Kesederhanaan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Keserakahan

Semangat hidup miskin yang dipilih Fransiskus bukan sekadar penolakan terhadap harta, melainkan sikap kritis terhadap budaya konsumerisme dan keserakahan yang kerap menjadi akar ketimpangan sosial. Kesederhanaan hidup dipandang sebagai bentuk solidaritas nyata terhadap mereka yang berkekurangan.

3. Cinta pada Alam sebagai Buah Pertobatan

Melalui karya-karyanya seperti Kidung Saudara Matahari (Canticle of the Creatures), Fransiskus mengajarkan bahwa alam semesta adalah saudara, bukan sekadar sumber daya untuk dieksploitasi. Semangat ini menjadi relevan di tengah isu krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang dihadapi dunia modern.

4. Perdamaian yang Dimulai dari Dalam Diri

Fransiskus dikenal sebagai pembawa damai, bahkan dalam situasi konflik besar sekalipun, seperti pertemuannya yang terkenal dengan Sultan Al-Kamil di tengah Perang Salib. Semangat ini menegaskan bahwa perdamaian dunia hanya mungkin terwujud jika terlebih dahulu ada perdamaian batin dalam diri setiap pribadi.

Relevansi di Kehidupan Masa Kini

Tema ini dianggap penting untuk terus dibahas di era modern, karena tantangan zaman sekarang mulai dari individualisme, krisis ekologis, hingga kesenjangan sosial pada akarnya sering kali berasal dari hati manusia yang belum sepenuhnya bertobat: hati yang masih dikuasai keserakahan, ketakutan, atau ketidakpedulian terhadap sesama. Maka pertobatan manusia merupakan dasar dan modal penting untuk mengatasi krisis lingkungan hidup dan ketidakadilan di dalam masyarakat.

Pesan Utama dari Seminar Ini

Pesan utama dari seminar ini sejatinya sederhana namun mendalam, yaitu pembaruan dunia bukanlah proyek besar yang jauh dari jangkauan pribadi, melainkan dimulai dari langkah kecil pertobatan hati setiap individu. 

Sebagaimana Fransiskus mengubah dunianya dengan memulai dari perubahan dalam dirinya sendiri, setiap orang dipanggil untuk melakukan hal yang sama menjadi agen pembaruan bukan lewat kata-kata besar, tetapi lewat kesaksian hidup yang sederhana, jujur, dan penuh kasih. Seperti doa terkenal yang sering dikaitkan dengan semangat Fransiskan: “Jadikanlah aku pembawa damai.” Pembaruan dunia, pada akhirnya, memang selalu dimulai dari hati yang bersedia bertobat.

Ega Komsos

Foto : Aya dan Lego Sriyono

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/seminar-spiritualitas-santo-fransiskus-pertobatan-hati-menuju-pembaharuan-dunia/feed/ 0
PRA RAKA 2026 : Penyusunan Prokar Yang Menghasilkan Buah https://gerejasantaclara.or.id/pra-raka-2026-penyusunan-prokar-yang-menghasilkan-buah/ https://gerejasantaclara.or.id/pra-raka-2026-penyusunan-prokar-yang-menghasilkan-buah/#respond Tue, 01 Sep 2026 09:15:35 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7904 Pra Rapat Karya (PRA RAKA) 2026 Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara diselenggarakan Minggu, 30 Agustus 2026 dan diprakarsai oleh Bidang Perencanaan dan Evaluasi (PE). Kegiatan ini  bertempat di Aula Fransiskus GKP Gereja Santa Clara, dimulai pukul 10.30 WIB. Sekitar 75 anggota Dewan Paroki Pleno hadir. Terdiri dari  Pastor Kaprilius Sitepu, OFM Capusin,  Pastor Ramses Nainggolan, OFM Capusin, Anggota DPH, Pengurus Inti Seksi, dan Ketua Wilayah.  

Setelah dibuka dengan doa  pembukaan dan lagu pembuka, acara dilanjutkan dengan sesi pengenalan anggota DPH Paroki Bekasi Utara, dipandu oleh Sekretaris 3 DPH Stevanus Agusta. Dalam kesempatan ini kembali diingatkan dan dijelaskan koordinator bidang pendampingan, pastor moderator dan tugasnya masing-masing.

Belajar dari Evaluasi Prokar 2026

Kemudian Koordinator Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dona Celerina menjelaskan maksud dan tujuaan Pra Raka yang merupakan persiapan menuju Rapat Karya (RAKA) 2026 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026. Bidang Perencanaan dan Evaluasi juga menyampaikan hasil pencapaian, refleksi, dan pembelajaran Program Karya 2026 sebagai dasar penyusunan karya pastoral 2027. Hingga Agustus 2026, dari 496 program karya, sebanyak 323 program atau 65,12% telah menyelesaikan LPJ dan diverifikasi keuangan. Sedangkan  217 program atau 43,75% masih dalam proses atau belum terlaksana.

Evaluasi menunjukkan adanya perbedaan capaian antar perangkat karya serta perlunya pendampingan khusus, terutama dalam penyelesaian pelaporan kegiatan di lingkungan. Di sisi lain, sebanyak 84% perangkat karya dinilai programnya telah cukup selaras dan sangat selaras dengan tugas pelayanan. Namun masih terdapat tantangan berupa kejelasan tupoksi, masa transisi kepengurusan, monitoring, kaderisasi, serta kegiatan yang masih bersifat administratif.

Hasil refleksi juga menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak semata-mata ditentukan oleh anggaran, melainkan oleh arah yang jelas, dukungan, komunikasi, kolaborasi, dan kualitas relasi pelayanan. Berbagai kendala yang ditemukan meliputi koordinasi, benturan jadwal, keterbatasan jumlah pelayan dan sumber dana, kejelasan peran dan alur kerja, serta proses administrasi dan LPJ. Perangkat karya mengharapkan penguatan kolaborasi, penambahan SDM, pendampingan DPH, sarana-prasarana, monitoring dan evaluasi, pelatihan kompetensi, serta komunikasi yang lebih efektif.

Digitalisasi melalui SAPA juga dinilai telah diterima dengan baik dan perlu terus diperkuat melalui notifikasi real-time, tutorial, pelatihan pengguna, penyederhanaan LPJ, integrasi sistem, serta monitoring dan analisis. Pembelajaran dari 2026 kemudian menjadi pijakan untuk menyusun Program Karya 2027 yang lebih selaras dengan visi dan misi paroki, terintegrasi, kolaboratif, realistis terhadap sumber daya, memiliki peran dan akuntabilitas yang jelas, serta berorientasi pada kaderisasi dan dampak nyata bagi umat.

Apresiasi bagi Perangkat Karya

Dalam rangka mengapresiasi capaian Program Karya (Prokar) Semester I 2026, Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara menegaskan bahwa setiap karya pelayanan memiliki buah dan perannya masing-masing dalam kehidupan menggereja. Sejumlah perangkat karya dinilai menghasilkan “buah karya berlimpah”, yakni Bendahara DPH, Sie Liturgi, dan Sie Katekese.  Sementara Sie PSE, Sie ASAK, dan Sekretaris DPH menjadi “buah karya bertumbuh” yang harus terus dikembangkan. Sie HAAK, Paguyuban LANSIA, Sie Kesehatan, Kekaryawanan, WPSC, Sie Litbang, dan Sie Panggilan diapresiasi sebagai karya yang “sigap dalam setiap perkara.”

Sedangkan Komunitas Kerahiman Ilahi, Sie Santo Yusup, dan Legio Maria menunjukkan semangat “setia dalam perkara kecil.” Apresiasi juga diberikan kepada SKK dan Sie Pekad sebagai “pelita pelayanan”, sedangkan Manajemen Building, Sie Kepemudaan, Sie KKS, Sie Komsos, Sie Pendidikan, PDPKK, K3, Sie Keadilan Perdamaian, Sie PE, dan Tim IT Paroki sebagai “benih pelayanan” yang terus bertumbuh.”

Pada tingkat lingkungan, Santa Clara juga memberikan perhatian terhadap karya prioritas, yaitu Lingkungan Chaterina de Siena 3 dalam kategori Lingkungan Sigap Karya Prioritas.  Lingkungan Padre Pio 1, Paulus 3, Petrus 3, Petrus 5, Thomas Aquino 4, Yohanes Pemandi 1, dan Yohanes Pemandi 4 dalam kategori Lingkungan Setia Karya Prioritas. Semangat apresiasi tersebut dirangkum dalam pesan bahwa yang dihargai bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi terutama kesetiaan dalam menghadirkan pelayanan.

Sebagai bagian dari upaya mendukung karya dan pemberdayaan umat, turut diperkenalkan Voucher UMKM Santa Clara senilai Rp5.000 dan Rp10.000 yang berlaku untuk pembelian produk UMKM Gereja Santa Clara.  Dengan mendukung UMKM, berarti mendukung sesama dan membangun komunitas. Seluruh gerakan ini menjadi wujud ajakan untuk terus bertumbuh dalam iman, berbagi dan peduli, serta berkarya dalam kasih.

Tahun Ekaristi 2027

Memasuki proses RAKA pertengahan Oktober 2026, Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara, diajak untuk melihat perjalanan karya pastoral selama 2026 dengan sikap bersyukur, berefleksi, belajar, dan terus bertumbuh. Dalam pesannya, Pastor Kepala Paroki Kaprilius Sitepu, OFM Capusin, menegaskan bahwa berbagai capaian pelayanan selama Semester I 2026 menjadi modal penting bagi paroki untuk melangkah ke tahun berikutnya. Berbagai program telah berjalan dan memberikan dampak bagi umat, didukung semangat kolaborasi, pendampingan DPH, tata kelola pelayanan yang semakin baik, penerapan SAPA dalam administrasi, serta persiapan peningkatan kualitas perencanaan melalui SiClar Budgeting System.

Meski demikian, evaluasi juga mengingatkan adanya tantangan, khususnya dalam mewujudkan pertobatan ekologis sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Memasuki Tahun Ekaristi 2027, seluruh karya pastoral diarahkan untuk semakin berpusat pada Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman. Arah ini diwujudkan melalui tiga gerakan utama, yakni formasi dan edukasi, perayaan dan liturgi, serta solidaritas dan sosial. Seluruh bidang karya, seksi, kategorial, paguyuban, lingkungan, dan wilayah diharapkan bergerak dalam semangat yang sama.

Dalam penyusunan Program Karya 2027, setiap perangkat karya juga diajak menghayati empat gerak Ekaristi—Diambil, Diberkati, Dipecahkan, dan Dibagikan—sehingga program yang dirancang tidak berhenti sebagai agenda kegiatan, tetapi sungguh menjadi wujud iman yang dihidupi, menghasilkan buah, dan dibagikan sebagai berkat bagi umat serta sesama.

Membangun Peradaban Kasih

Paroki Bekasi Utara mengajak umat membangun “Peradaban Kasih” melalui kesetiaan dalam tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara tekun dan konsisten. Dalam refleksi yang disampaikan Pastor Ramses Nainggolan, OFM Capusin perjalanan ARDAS KAJ 2026 menjadi pijakan untuk menyongsong Tahun Ekaristi 2027, dengan mengajak umat meninggalkan “Sindrom Babel” yang menempatkan ego, efisiensi, dan keuntungan sebagai pusat kehidupan, dan memilih “Jalan Nehemia” yang mengutamakan doa, relasi, keterlibatan komunitas, serta kepedulian terhadap mereka yang terpinggirkan.

Ekaristi ditegaskan bukan sekadar perayaan di altar, melainkan sumber kekuatan untuk membawa kasih Kristus ke tengah kehidupan sehari-hari, dengan istilah “dari Altar menuju Pasar.” Karena itu, iman diwujudkan melalui integritas, kepedulian terhadap kelompok rentan, pelayanan sosial, serta keterlibatan aktif di tengah masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai pelayanan nyata, seperti Atma Brata di Cilincing dan Komunitas ALMA yang mendampingi mereka yang miskin, sakit, terlupakan, disabilitas, dan yatim piatu. Melalui Tahun Ekaristi 2027, umat diajak menjadi “Roti yang Terbagi” untuk menghadirkan Kristus, memulihkan martabat manusia, dan menjadikan setiap tindakan kasih sebagai wujud iman yang hidup serta langkah nyata membangun Peradaban Kasih.

Tiga Arah Strategi Tahun Ekaristi

Selanjutnya Wakil DPH Errick Iskandar menyampaikan bahwa Dekenat Bekasi mengusung tema “Ekaristi: Daya Ilahi yang Mengobarkan Semangat Evangelisasi” dengan menempatkan Ekaristi sebagai sumber penghayatan iman sekaligus daya untuk melakukan transformasi dan pelayanan nyata. Arah strategis tersebut diwujudkan melalui tiga Tim Ekaristi, yakni Tim Ekaristi Formasi dan Edukasi (TEFE), Tim Ekaristi Perayaan dan Liturgi (TEPL), serta Tim Ekaristi Solidaritas Sosial (TESS). Melalui TEFE, umat diajak semakin memahami dan mencintai Ekaristi melalui program Katekese Ekaristi 3 Menit di Paroki (K3M) dan Katekese Ekaristi di Lingkungan (KEL), dengan sasaran meningkatnya kehadiran umat dalam perayaan Ekaristi mingguan. Sementara itu, TEPL menggerakkan penghayatan Ekaristi melalui Kongres Ekaristi Dekenat Bekasi yang melibatkan perwakilan umat dari seluruh paroki serta Misa Keluarga di Lingkungan sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan.

Dimensi transformasi diwujudkan melalui TESS lewat gerakan “Dari Altar untuk Sesama, Dipecah untuk Berbelarasa”, baik di tingkat paroki maupun lingkungan, dengan perhatian khusus pada anak-anak yang mengalami kesulitan pendidikan melalui ASAK dan kaum lansia yang mengalami kesepian melalui pelayanan Komunitas Adiyuswo dan PSE. Dengan target seluruh paroki terlibat dalam Kongres Ekaristi, pelaksanaan misa keluarga di lingkungan, serta sedikitnya 80 persen lingkungan menjalankan aksi belarasa, Dekenat Bekasi mengajak umat membawa rahmat Ekaristi keluar dari altar menjadi kepedulian dan tindakan nyata bagi sesama sepanjang 2027 nanti.

Menyusun Agenda Paroki yang Sinergis

Sekretaris 1 dan 2 DPH Christina Monica dan Agung Nugroho mengingatkan sekaligus menjelaskan, bahwa Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Bekasi Utara menyiapkan Master Plan Agenda Paroki 2027 sebagai langkah untuk menyatukan perencanaan dan koordinasi seluruh perangkat karya. Penyusunan agenda ini berangkat dari evaluasi 2026 yang menemukan sejumlah tantangan, seperti benturan jadwal, keterlambatan informasi, serta kegiatan yang masih berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, Agenda Utama Paroki 2027 disusun lebih awal sebagai “anchor” bersama yang mencakup agenda liturgi, kepanitiaan besar seperti Pekan Suci, HUT Paroki ke-29 dan Natal, serta agenda kaderisasi dan pelantikan pengurus seksi periode 2027–2030.

Dengan melihat keseluruhan kalender dalam satu gambaran, setiap bidang, seksi, kategorial, paguyuban, wilayah, dan lingkungan diharapkan dapat menyusun program secara lebih realistis, mengatur beban pelayanan dan kebutuhan SDM, menghindari benturan jadwal, serta menemukan peluang kolaborasi. Master Plan ini bukan sekadar kalender kegiatan, melainkan alat koordinasi untuk membangun satu gambaran bersama, menghasilkan perencanaan yang lebih baik, memperkuat koordinasi, dan mewujudkan pelayanan Paroki yang lebih terintegrasi. Setelah agenda utama ditetapkan, seluruh perangkat karya diharapkan menyesuaikan programnya, mengantisipasi  periode pelayanan yang padat, serta membangun ritme rapat dan koordinasi yang jelas melalui sinkronisasi Kalender Rapat Paroki 2027. Sehingga seluruh karya dapat bergerak bersama sebagai satu Paroki.

Dalam rangka mempersiapkan pelayanan Paroki tahun 2027, dilakukan sinkronisasi Kalender Rapat Paroki dengan menekankan pola perencanaan yang bersifat bottom up, partisipatif, dan sinodal. Sinkronisasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses perencanaan dan koordinasi antar perangkat karya agar berjalan selaras, sehingga berbagai agenda pelayanan dapat disusun secara terarah dan melibatkan unsur-unsur Paroki. Dengan pendekatan tersebut, kalender rapat diharapkan tidak sekadar menjadi jadwal pertemuan, tetapi menjadi sarana untuk membangun komunikasi, menyatukan langkah, serta mendukung proses perencanaan pastoral yang berjalan dari bawah, melibatkan umat, dan mengedepankan semangat berjalan bersama dalam pelayanan Paroki sepanjang 2027.

Sistem Informasi Santa Clara

Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan sebuah sistem budgeting yaitu Sistem Informasi St. Clara ( SICLAR),yang memudahkan para pengurus lingkungan dan wilayah, pengurus seksi, DPH, dan Pastor untuk merencanakan, mengajukan, mengontrol, membuat laporan setiap anggaran setiap acara, agar mudah di kontrol oleh masing-masing pengguna. Hal ini dijelaskan pada kesempatan ini oleh Bendahara Paroki FX Wisnu Ardianto.

Dan untuk sesi terakhir Erga dari Sie Perencanaan dan Evaluasi menjelakan untuk mendorong perubahan pola kerja dari program yang berjalan sendiri-sendiri menuju pelayanan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi umat dan masyarakat. Proses penyusunan program menempatkan koordinasi sebagai kunci, dengan melibatkan seksi dan kategorial sejak awal, kemudian mengintegrasikan rencana bersama Korbid, sebelum direkap dan disahkan oleh PE dan DPH. Mekanisme ini diharapkan membuat keterlibatan Korbid menjadi lebih aktif, integrasi berlangsung sejak tahap perencanaan, serta pemanfaatan sumber daya manusia, waktu, dan anggaran menjadi lebih optimal.

Rangkaian penyusunan Program Karya 2027 dimulai dari Pra-RAKA pada 30 Agustus 2026, dilanjutkan penyusunan rencana Prokar dan SiClar, review Korbid, penguncian SiClar, review PE bersama Sekretaris dan Bendahara, Rapat Terpadu DPH akhir September 2026, input SAPA, RAKA pleno pada Oktober 2026, final check, hingga review KAJ, tanggapan KAJ, dan finalisasi pada 31 Desember 2026. Seluruh proses tersebut diarahkan agar pengalaman 2026 menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk menghadirkan karya pada 2027 yang bukan sekadar lebih banyak, tetapi semakin berarti, terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi umat.

Liputan : Nerius Rio Prawastyo

Photo    : Antonio Arya

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pra-raka-2026-penyusunan-prokar-yang-menghasilkan-buah/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 30 Agustus 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-21-maret-2026-3/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-21-maret-2026-3/#respond Sun, 30 Aug 2026 03:35:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=7697 Pengumuman yang Pertama Kali

Hans

Hans Felix Yusup dari lingkungan Antonius 1 dengan Amelia Diraja dari Karawang. Pemberkatan di Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga – Katedral Jakarta.

Eka

Eka Surya Putra Perdana dari lingkungan Fidelis 4 dengan Vanessa Eunike Imanuella Zega dari Jatiasih. Pemberkatan di Gereja St. Albertus Agung – Harapan Indah.

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-21-maret-2026-3/feed/ 0