Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id Paroki Bekasi Utara Wed, 04 Nov 2026 16:25:53 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.4 https://gerejasantaclara.or.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-iconclara-32x32.png Santa Clara Bekasi https://gerejasantaclara.or.id 32 32 PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN : Mendoakan Tanpa Henti https://gerejasantaclara.or.id/pengenangan-arwah-semua-orang-beriman-mendoakan-tanpa-henti/ https://gerejasantaclara.or.id/pengenangan-arwah-semua-orang-beriman-mendoakan-tanpa-henti/#respond Wed, 04 Nov 2026 16:25:52 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8157 Deretan foto-foto almarhum dan almarhumah anggota keluarga yang telah wafat ditata rapi oleh petugas tata laksana di tangga samping kanan panti imam. Umat malam itu membawa foto-foto itu untuk diberkati dalam Misa Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara. Setelah misa selesai, anggota keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berfoto di depan altar sambil memegang foto anggota keluarga yang sudah diberkati itu. Lagu penutup “Kukenang Namamu” karya Martin Bata masih mengalun dari panti koor. Moment itu sangat menyentuh hati.

“Kini engkau telah pergi menghadap Sang Ilahi. Selamat jalan wahai saudaraku. Kudoakan semoga engkau berbahagia di rumah Bapa di surga,” begitulah sepenggal lirik lagu itu mengalun mengantar para petugas liturgi dengan busana berwarna ungu melangkah dalam perarakan penutup menuju sankristi. . Dan hal itu selaras dengan homili Romo Kaprilius Sitepu OFM Capusin yang memimpin misa malam itu secara konselebrasi bersama Romo Firdaus Depari OFM Capusin. Romo Kapri menyampaikan bahwa hubungan cinta antara kita yang masih hidup di dunia dengan anggota keluarga yang sudah wafat tidak terputus karena kematian. Saudara-saudari kita yang telah wafat masih terus membutuhkan bantuan doa-doa kita. Tentang sampai kapan kita mendoakan mereka, jawabannya Adalah kita doakan terus tanpa henti entah sampai kapan. Selagi kita mampu mendoakan mereka, kita terus akan mendoakannya.

Misa pengenangan arwah semua orang beriman di Gereja Santa Clara dilaksanakan dua kali. Yaitu pada Senin, 2 November 2026 pukul 06.30 dan pukul 19.00. Misa pukul 06.30 dipimpin oleh Romo Supriyadi Pardosi OFM Capusin. Sedangkan pukul 19.00 dipimpin secara konselebrasi oleh Romo Kaprilius OFM Capusin dan Romo Firdaus Depari OFM Capusin. Di kedua misa terdapat pemberkatan foto-foto anggota keluarga yang sudah wafat. Umat yang membawa bunga tabur atau rangkaian bunga untuk makam juga masih bisa meminta berkat.

Tigapuluh menit sebelum misa, tiga orang lektor membacakan ribuan nama-nama arwah yang didoakan dalam intensi misa. Intensi misa arwah ini sudah diserahkan umat ke Seksi Liturgi atau ke sekretariat paroki  sejak 25 Oktober sampai 1 November 2026. Dalam Misa Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2026 pukul 06.00,09.00 dan 17.00 bunga-bunga tabur makam yang dibawa umat dikumpulkan dan diberkati.

Dalam rangka Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman pada setiap 2 November, setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Dengan cara mengunjungi makam dan atau mendoakan arwah orang yang sudah meninggal. Yang menjalankannya setiap hari dari tanggal 1-8 November akan memperoleh indulgensi penuh. Yang menjalankannya pada hari-hari lain selain kedelapan hari tersebut akan memperoleh indulgensi sebagian.

Semoga saudara-saudari kita yang telah wafat diberikan istirahat kekal dalam damai sejahtera dan berbahagia bersama para Kudus di sorga.

Pace e Bene – RG Komsos

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengenangan-arwah-semua-orang-beriman-mendoakan-tanpa-henti/feed/ 0
Misa Inkulturasi : HUT ke-4 Paguyuban Ketan Jawi https://gerejasantaclara.or.id/misa-inkulturasi-hut-ke-4-paguyuban-ketan-jawi/ https://gerejasantaclara.or.id/misa-inkulturasi-hut-ke-4-paguyuban-ketan-jawi/#respond Tue, 03 Nov 2026 12:05:07 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8145 Perayaan Misa yang dilaksanakan malam itu tampak berbeda dari biasanya. Para pastor yang memimpin misa secara konselebrasi mengenakan beskap lengkap ala Yogyakarta dan ritus misa menggunakan Bahasa Jawa. Koor Ketan Jawi yang dipandu oleh dirigen Djoko Gembos melantunkan lagu-lagu liturgi berbahasa Jawa. Para penari yang mengantar perarakan pembukaan dan perarakan persembahan juga mengenakan busana tarian Jawa dan mempersembahkan Gerakan tarian khas Jawa. Umat yang hadir Sebagian besar juga mengenakan bekap dan kebaya serta berkain batik dan disambut hangat oleh para among tamu dan petugas tata laksanan yang juga mengenakan pakaian daerah Jawa.

Romo Kaprilius Sitepu OFM Capusin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Paguyuban Ketan Jawi (Keluarga Katolik Tanah Jawi) merupakan salah satu komunitas budaya di Gereja Santa Clara yang kehadiran serta partisipasinya membawa warna dan kekayaan di dalam kehidupan beriman umat Paroki Bekasi Utara. Ke depan, misa dengan inkulturasi budaya di gereja ini akan semakin didukung baik bagi komunitas Jawa, Batak (IKKSU), Flores (Flobamorata) maupun Tionghoa (Petikas). Selain untuk terus merawat budaya bangsa juga agar iman umat semakin tumbuh dalam keberagaman yang ada.

Sedangkan Romo Agustinus Heri Wibowo Pr dari Gereja Santo Albertus Agung Paroki Harapan Indah yang malam itu menjadi selebran, dalam kotbahnya menyampaikan perlunya menjaga dan menjalin kerukunan dalam kehidupan di paguyuban, di gereja paroki, maupun dalam masyarakat. Mengingat di dalam paroki ini pun ada banyak komunitas budaya dan dalam Masyarakat pun kita hidup dalam keberagaman. “Jangan sampai manusia menjadi srigala bagi manusia lainnya,” tutur Romo Heri. Manusia hendaknya membawa damai dan sukacita bahi manusia lainnya.

Kali ini, Paguyuban ketan Jawi berulang tahun ke-4. Dan sebagai ungkapan Syukur pada kamis, 29 Oktober 2026 dilaksanakan Misa Syukur Berbahasa Jawa pada pukul 20.00. Sebelumnya, pada pukul 19.00 dilaksanakan Doa Rosario dalam Bahasa Jawa atau Sembahyang Tasbeh. Umat yang hadir sekitar 350 orang. Ada pula rombongan tamu yang hadir dari Paroki Harapan Indah yang berbusana daerah Jawa lengkap. Misa dipersembahkan oleh 5 pastor, yaitu Romo Agustinus Heri Wibowo Pr, Romo Kaprilius Sitepu OFM Capusin, Romo Supriyadi Pardosi OFM Capusin, Romo Firdaus Depari OFM Capusin dan Romo Andi Boni G Girsang OFM Capusin.

Untuk selanjutnya, Paguyuban Ketan Jawi akan menyelenggarakan Misa Berbahasa Jawa minimal  dua kali setahun yaitu pada perayaan malam 1 Suro dan pada perayaan HUT Paguyuban. Selain itu, juga akan diadakan pertemuan Selasa Kliwon sebulan sekali yang akan diisi dengan Ibadat Rosario berbahasa Jawa, sarasehan, maupun renungan dan sharing Kitab Susci dalam Bahasa Jawa.

Hal ini dimaksudkan agar penggunaan Bahasa Jawa dan Upaya melestarikan budaya Jawa terus dilakukan oleh orang-orang Jawa Katolik di perantauan. Dan supaya di perantauan ini anggota paguyuban juga semakin tumbuh dalam iman, saling melayani dan menjalin persaudaraan sejati. Ketan Jawi juga memiliki kepedulian sosial terhadap anggotanya dengan mendoakan dan memberikan santunan bagi yang sakit atau meninggal. Seperti apa yang selalu ditekankan oleh Bapak Suwito Bernardi selaku ketua paguyuban, bahwa “Urip iku kudu Urup”  atau hidup itu harus senantiasa menyala. Dan nyala itu menjadi cita-cita bersama dalam paguyuban ini.

Selain kegiatan internal, Ketan Jawi juga sudah dan akan terus terlibat dalam kegiatan paroki. Misalnya ambil bagian dalam tugas perarakan persembahan Misa HUT Paroki dan tugas koor Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam lengkap dengan iringan gamelannya. Paguyuban Ketan Jawi selama ini memiliki 4 divisi budaya yaitu seni tari yang diampu oleh Ibu Yustina Tri, seni merangkai bunga yang diampu Ibu Melania Tari, seni Paduan suara yang diampu Bapak Antonius Supardi dan Bapak Djoko Gembos serta seni gamelan yang diampu Bapak Teguh Mardiuntoro. Semuanya disiapkan untuk mendukung kegiatan Rohani paguyuban maupun Gereja Santa Clara.

Rini Giri

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/misa-inkulturasi-hut-ke-4-paguyuban-ketan-jawi/feed/ 0
YP 4 : Penutupan 31 Hari Doa Rosario Lingkungan https://gerejasantaclara.or.id/yp-4-penutupan-31-hari-doa-rosario-lingkungan/ https://gerejasantaclara.or.id/yp-4-penutupan-31-hari-doa-rosario-lingkungan/#respond Tue, 03 Nov 2026 12:00:33 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8140 Bulan Oktober menjadi momen istimewa bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa Rosario bersama Bunda Maria. Semangat doa dan kebersamaan ini juga dirasakan oleh umat Lingkungan Yohanes Pemandi 4 (YP4), Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara yang mengakhiri rangkaian kegiatan 31 hari Doa Rosario  di lingkungan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kegiatan penutupan ini diselenggarakan di Rumah Bapak Robertus Teguh dan dihadiri 46 umat, termasuk anak-anak yang setia mengikuti doa Rosario sejak hari pertama hingga hari terakhir. Kehadiran mereka adalah wujud nyata iman yang tumbuh dalam keluarga dan komunitas, sekaligus menunjukkan bahwa doa dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan umat sejak usia dini.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 19.30 wib dengan pembacaan renungan dan refleksi yang dibawakan oleh Bapak Konstantinus Mon. Melalui renungan tersebut umat diajak untuk kembali menghayati makna Doa Rosario serta merefleksikan iman selama sebulan penuh. Momen ini diharapkan menjadi kesempatan untuk menyadari kehadiran Tuhan di tengah keseharian kita dan meneladani sikap Bunda Maria dalam kesetiaan, kerendahan hati serta penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipandu oleh Ibu Regina, lagu oleh Ibu Elly dan peristiwa oleh anak-anak. Dalam suasana doa yang khusyuk, seluruh umat bersatu hati untuk berdoa bersama, mempersembahkan intensi dan pengharapan akan penyertaan Tuhan.

Setelah seluruh rangkaian acara utama selesai dilanjutkan dengan sambutan dari ketua lingkungan Bpk Andreas Sunoto lalu santap malam dan acara ramah tamah. Suasana penuh keakraban menjadi penutup yang indah bagi perjalanan doa selama 31 hari. Umat tidak hanya dipersatukan oleh doa tetapi juga persaudaraan, kepedulian dan sukacita sebagai satu komunitas iman. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.00 wib. Penutupan ini bukanlah akhir dari perjalanan doa, melainkan sebuah pengingat untuk terus membawa semangat Doa Rosario ke dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kebersamaan yang terjalin selama 31 hari ini semakin memperat tali persaudaraan umat Lingkungan Yohanes Pemandi 4, menguatkan iman setiap keluarga, serta menumbuhkan semangat untuk terus hidup dalam kasih Kristus dengan meneladani Bunda Maria.

Terima kasih kepada umat Lingkungan Yohanes Pemandi 4 yang berpartisipasi dan mendukung hingga terselenggaranya acara ini berjalan dengan baik dan lancar. Semoga Bunda Maria senantiasa menyertai perjalanan iman kita semua.

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.

Salam YP4 : Guyub, Rukun dan Terberkati – chr

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/yp-4-penutupan-31-hari-doa-rosario-lingkungan/feed/ 0
KKI : Ziarah Rangkasbitung, Berjalan Bersama Untuk Tumbuh https://gerejasantaclara.or.id/kki-ziarah-rangkasbitung-berjalan-bersama-untuk-tumbuh/ https://gerejasantaclara.or.id/kki-ziarah-rangkasbitung-berjalan-bersama-untuk-tumbuh/#comments Fri, 30 Oct 2026 07:56:18 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8134 Berjalan Bersama

Pada hari Selasa 27 Oktober 2026 dengan antusias sejak pukul 05.00, para devosan Kerahiman Ilahi sudah mulai berdatangan dan berkumpul di lobby GKP Gereja Santa Clara untuk mengikuti ziarah ke Gua Maria Bukit Kanada Rangkasbitung dengan menggunakan bus.

Menambah semangat dan sukacita kami, acara ini didukung dan didampingi oleh Romo Kaprilius Sitepu OFM Cap yang merupakan pastor paroki sekaligus romo pendamping kategorial. Romo Firdaus OFM Cap, Frater Christian dan Frater Deo juga turut serta.

Rombongan kami tiba di Gua Maria Bukit Kanada pukul 08.30 dan mulai mempersiapkan diri untuk melakukan Doa Jalan Salib. Puncak acara ziarah ditutup dengan Misa Kudus yg dipimpin secara konsebrasi oleh Romo Kapri dan Romo Firdaus.

Dalam homilinya Romo Kapri menekankan beberapa hal, antara lain bahwa Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI) hendaknya selalu menghidupi semangat berjalan bersama bukan sekedar bersama berjalan, karena berjalan bersama itu nemiliki tujuan sebagaimana kedua murid yg berjalan pulang ke Emaus. Mereka lelah, bersungut-sungut dan kecewa karena Yesus telah mati disalib dan mayatnya hilang dari kubur.  Tetapi ditengah perjalanan mereka berjumpa dengan orang asing. Mereka berjalan bersama dan ketika orang asing itu berbicara tentang isi Kitab Suci hati mereka berkobar-kobar, penuh semangat dan sukacita. Begitulah perjumpaan dan perjalanan bersama Yesus selalu membawa sukacita dan semangat berkobar-kobar karena kita memiliki tujuan yang sama yaitu bersaksi tentang kepenuhan janji Allah, kasih dan kemurahan hatiNya yg tanpa batas.

Komunitas Menjadi Tempat Yang Nyaman Untuk Tumbuh

Rahim adalah tempat  yg paling nyaman bagi bayi, demikian pula ketika kita berada dalam Kerahiman Tuhan. Maka hendaknya komunitas Kerahiman Ilahi juga menjadi tempat yang nyaman bagi setiap orang yg bergabung didalamnya.

Hendaknya dalam berkomunitas selalu ingat dengan 3 perkataan sederhana yang Ajaib, yaitu : Tolong, Maaf dan Terima kasih.

– Tolong artinya kita memerlukan orang lain, kita tidak dapat bekerja sendiri.

– Maaf artinya kita dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini rapuh dan tidak sempurna.

– Terima kasih artinya  ungkapan syukur dan apresiasi atas kemurahan hati sesama.

Dalam sambutannya Bu Katharina Widyawati sebagai PIC acara ini, menyampaikan bahwa acara ini terselenggara mandiri, tidak ada dana dari luar, semua berasal dari kami dan untuk kami devosan Kerahiman Ilahi. Hal itu menunjukkan betapa besar semangat dan antusiasme para devosan dalam kegiatan ini. Sedangkan dari Ketua KKI sangat mengapresiasi dukungan para devosan yang solid, selalu bersemangat, serta terbuka terhadap setiap program dan niat baik. Hal ini terlihat dalam pelayanan doa arwah. Meskipun terkadang yang hadir hanya 3, 5, atau 7 orang, pelayanan tetap berjalan dan api pelayanan terus dijaga. Komunitas ini mengajak anggotanya untuk  terus bertumbuh, karena suatu saat akan semakin banyak hati yang terketuk untuk melayani dengan murah hati.

Acara ditutup dengan games-games seru untuk mengakrabkan suasana persaudaraan. Rombongan meninggalkan lokasi Gua Maria Bukit Kanada Rangkasbitung pukul 14.45, sepanjang perjalanan menikmati kemacetan kota dengan  bercanda dan karaoke. Tiba di Bekasi pukul 19.00.

Semoga semangat kemurahan hati melalui perbuatan belas kasih, perkataan kerahiman dan doa terus dihidupi oleh setiap pribadi devosan Kerahiman.

Teruslah bertumbuh.

Ditulis oleh

Theresia, ketua KKI

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/kki-ziarah-rangkasbitung-berjalan-bersama-untuk-tumbuh/feed/ 2
HUT ke-7 K3:  Perkuat Pelayanan dan Regenerasi Anggota https://gerejasantaclara.or.id/hut-ke-7-k3-perkuat-pelayanan-dan-regenerasi-anggota/ https://gerejasantaclara.or.id/hut-ke-7-k3-perkuat-pelayanan-dan-regenerasi-anggota/#respond Fri, 30 Oct 2026 05:29:53 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8124 Dukungan Keluarga

Perayaan ulang tahun ke-7 K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Keparkiran) Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara, menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen pelayanan di lingkungan gereja.

Selain menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan selama 7 tahun terakhir, perayaan ini juga dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak umat mengambil bagian dalam pelayanan. Regenerasi menjadi salah satu perhatian penting agar K3 dapat terus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, ketua panitia Camilius Mollo menyampaikan apresiasi kepada anggota K3 dan keluarga yang turut hadir dalam perayaan tersebut. Ia menekankan bahwa pelayanan tidak hanya melibatkan anggota yang menjalankan tugas, tetapi juga dukungan dari orang-orang terdekat, termasuk istri dan anak-anak.

“Saya juga ingin terima kasih banyak pada anggota K3, sudah membawa istrinya dan anaknya. Jadi K3 ini tidak serta-merta cuma suaminya saja. Anaknya juga, istrinya juga, mungkin mereka sangat mendukung suaminya menjadi K3,” katanya.

Kehadiran istri dan anak-anak menjadi bagian dari kebersamaan yang memperkuat hubungan antar anggotanya sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan di lingkungan gereja juga membutuhkan dukungan keluarga.

Pentingnya Rekruitmen Anggota Baru

Di kesempatan yang sama, Ketua K3 Jhon Godefridus Fauster juga menyorot soal kebutuhan rekrutmen anggota baru. Menurutnya, keterlibatan lebih banyak umat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan organisasi dan memastikan pelayanan dapat terus berjalan.

Regenerasi menjadi semakin penting karena sebagian anggota K3 telah memasuki usia lanjut. Dengan melibatkan anggota baru, komunitas diharapkan memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk melanjutkan berbagai kegiatan dan pelayanan pada tahun-tahun berikutnya.

“Makanya kami mengundang para ketua wilayah. Semoga para ketua wilayah ini sebagai perpanjangan kepada ketua-ketua lingkungan untuk mengutus paling tidak satu orang sebagai perwakilan dari tiap lingkungan,” ujarnya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas partisipasi umat serta memperkuat hubungan antara pengurus K3 dan lingkungan-lingkungan di Paroki Bekasi Utara. Jhon turut mengajak hadirin mengenang dan mendoakan anggota yang telah berpulang. Penghormatan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan dan kontribusi orang-orang yang pernah menjadi bagian dari K3.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan agar anggota K3 semakin solid, bersemangat, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Peran di Dalam Gereja

Dalam refleksinya, Romo Ramses juga mengajak anggota K3 untuk memaknai kehadiran di lingkungan gereja secara lebih mendalam. Ia menggunakan analogi kancing baju untuk menggambarkan seseorang yang seolah-olah sudah masuk, tetapi sebenarnya masih berada di luar.

“Kenapa saya katakan filosofi kancing baju? ini (kancing baju) sudah masuk tapi tetap di luar, maka saya minta supaya ketika kita sebetulnya sudah masuk ke lingkungan gereja, tapi jangan selalu tinggal di luar sekali-kali juga masuk ke lingkungan gereja,” katanya.

Kelompok pelayanan K3 di Gereja Santa Clara memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan peribadatan dan pelayanan. Dengan total 82 anggota, kelompok pelayanan ini tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga kegiatan sosial dan liturgi.

Beberapa kegiatan sosial kegiatan sosial yang dilakukan meliputi kegiatan fisik dan pelayanan pelestarian lingkungan, seperti pembuatan lubang resapan biopori serta pembuatan sacrarium. Sementara dalam kegiatan liturgi, K3 juga hadir melalui pelayanan koor dan membangun kebersamaan komunitas.

Terakhir, sebagi bentuk dukungan operasional, K3 memiliki subdivisi transportasi yang dinamakan CLATRANS. Subdivisi ini bertugas khusus untuk mendukung segala kebutuhan mobilitas dan transportasi bagi umat Gereja Santa Clara.

Frater Deo

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/hut-ke-7-k3-perkuat-pelayanan-dan-regenerasi-anggota/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 25 Oktober 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-25-oktober-2026/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-25-oktober-2026/#respond Sun, 25 Oct 2026 06:15:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8090 Pengumuman yang Pertama Kali

Florentinus Mario

Florentinus Mario Pratama dari lingkungan Fidelis 3 dengan Helena Felicia Hermawan dari Paroki Tangerang. Pemberkatan di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda – Tangerang.

Yulius 1

Yulius David Gunawan dari lingkungan Yohanes Pemandi 2 dengan Ocktavia Hapsari Siwi Radityawati dari Paroki Batu Malang. Pemberkatan di Gereja Gembala Baik – Batu.

Ignatius

⁠Ignatius Pradipta Widiawan dari lingkungan Agnes 2 dengan Vinsensia Ladina Clarashinta dari Paroki Rawamangun. Pemberkatan di kapel Robertus Bellarminus – Paroki Pringwulung

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-25-oktober-2026/feed/ 0
GOLDEN JUBILEE : Pentingnya Semangat Doa dan Persekutuan https://gerejasantaclara.or.id/golden-jubilee-pentingnya-semangat-doa-dan-persekutuan/ https://gerejasantaclara.or.id/golden-jubilee-pentingnya-semangat-doa-dan-persekutuan/#respond Sun, 18 Oct 2026 02:21:24 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8110 Pace e Bene….!
Perwakilan Umat Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara sebanyak 56 orang, ikut ambil bagian dalam perayaan peringatan Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia yang merayakan Ulang Tahun ke-50 atau biasa di sebut 50 Golden Jubilee pada hari Minggu, 10 Oktober 2026 yang di pusatkan di Indonesia Arena, Senayan Jakarta Pusat.

Peserta yang mengikuti Perayaan Golden Jubilee tersebut terdaftar Sebagai Sahabat GoJu (Golden Jubilee), di dampingi oleh 3 orang pendamping, yaitu Ibu Yulia Dwi Hatmani (dari seksi PSE Gereja St.Clara), Ibu Anastassia Endang & Ibu Cicilia Wahyuni (dari Kategorial PDPKK Gereja St. Clara). Semuanya menggunakan Dress Code Kaos Merah dan Celana Hitam sebagai identitas semangat nyala Api Roh Kudus.

Peserta dan Pendamping berangkat pukul 08:00 WIB dari depan Gedung Karya Pastoral Gereja Santa Clara, Bekasi Utara menggunakan satu bus menuju Gedung Indonesia Arena di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, di awali dengan doa mohon kelancaran dan keselamatan perjalanan serta kelancaran pelaksanaan acara 50 Golden Jubilee Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia.

Kedatangan di Indonesia Arena peserta dan pendamping terus berusaha membentuk satu barisan agar tidak terpisah mengingat banyaknya semua peserta, yaitu 12.000 orang yang mengikuti perayaan yang berlangsung 50 tahun sekali ini, untuk menuju tempat duduk yang telah di sediakan di dalam Gedung Indonesia Arena.

Semuanya mengikuti acara Sahabat Goju dari awal registrasi, lagu lagu Praise & Worship, untuk bersyukur dan memuji Tuhan, Talk: the Journey, tentang perjalanan Sejarah Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia, Doa Rosario Inkulturasi yang dipimpin oleh Romo Albertus Joni, SJC di daraskan dengan berbagai Bahasa daerah di Nusantara, Talk: the Light, dengan moderator Romo Yustinus Ardianto Pr, tentang kesaksian iman yang menguatkan dan memberi semangat dalam berkomunitas, dengan nara sumber Lisa A Riyanto beserta suami Richardus Eko Indrajit juga Ferry Lubis .

Puncaknya Misa Kudus dan Adorasi yang Agung.
Misa Agung ini juga dihadiri oleh 7 orang Uskup/ Agung, dengan rincian pemimpin utama perayaan ekaristi:
•⁠ ⁠Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Agung Jakarta) sebagai selebran utama dan jumlah imam yang berkonselebrasi tercatat sebanyak 75 Romo.
•⁠ ⁠Mgr. Walter Erbì (Nuncio Apostolik / Duta Besar Vatikan untuk Indonesia).
•⁠ ⁠5 Uskup lainnya dari berbagai keuskupan di Indonesia.

Kardinal Ignatius Suharyo mengajak umat Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) untuk menghadirkan Injil dalam keadilan sosial serta menjadikan Roh Kudus sebagai sumber keberanian dalam mewartakan kasih Tuhan pada puncak perayaan Yubileum Emas 50 Tahun PKK Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta.
Perayaan setengah abad ini merefleksikan pentingnya menjadikan semangat doa dan persekutuan sebagai landasan aksi nyata bagi sesama

Pesan utama yang disampaikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE dalam perayaan 50 Golden Jubilee Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Indonesia adalah: “Kita hanyalah alat-alat kecil di tangan Tuhan.”
Poin-Poin Penting dari Pesan Beliau:
•⁠ ⁠Kerendahan Hati dalam Pelayanan: Perjalanan 50 tahun bukanlah tentang kehebatan atau kemampuan diri sendiri yang ditonjolkan, melainkan tentang kesediaan untuk dipakai sebagai alat Tuhan.
•⁠ ⁠Mensyukuri Karya Tuhan: Lima puluh tahun Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia merupakan momen untuk melihat betapa besar kerahiman dan penyertaan Tuhan bagi umat-Nya.
•⁠ ⁠Menyandarkan Diri pada Roh Kudus: Sekecil apa pun peran, tugas, atau pelayanan yang diemban oleh umat, jika dilakukan dengan iman, kerendahan hati, dan kasih, Tuhan sanggup menjadikannya berkat yang besar bagi banyak orang.

Sungguh merasa bersyukur dan berkesan bisa merasakan momen yang langka ini, atas perayaan meriah 50 Golden Jubilee Pembaruan Karismatik Indonesia.
Semoga Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia semakin berkembang dan dapat menjadikan perpanjangan tangan dan sarana bagi perluasan kabar sukacita dan kasih Tuhan melalui karyabAllah Roh Kudus.
Sebagai mana Tema perayaan Golden Jubilee (50 Tahun) Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Indonesia tahun 2026 adalah “Roh Kudus, Api Evangelisasi”

Tuhan Yesus Memberkati.
Bunda Maria Mendoakan.

•⁠ ⁠Fr. Pertiwi Irawati

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/golden-jubilee-pentingnya-semangat-doa-dan-persekutuan/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 18 Oktober 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-181026/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-181026/#respond Sun, 18 Oct 2026 02:18:17 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8091 Pengumuman yang Pertama Kali

Tito

Tito Suliantoro dari lingkungan Fidelis 5 dengan Priyati Lestari dari Cikarang. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Francis

Fransiscus Xaverius Tri Apriyanto dari lingkungan Konradus 6 dengan Stella Dian Anggita dari Paroki St. Paulus – Depok. Pemberkatan di Gereja St. Clara.

Kevin

Kevin Reviandri Christian dari lingkungan Agnes 4 dengan Levina Michelle Gunaewan dari Paroki Harapan Indah. Pemberkatan di Bunda Hati Kudus – Kemakmuran

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-181026/feed/ 0
Pengumuman Pernikahan 4 Oktober 2026 https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-4okt26/ https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-4okt26/#respond Sun, 04 Oct 2026 06:15:00 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8092 Pengumuman yang Pertama Kali

YLS

Yulius Rahmantya Saputra dari lingkungan Paulus 5 dengan Maria Miriam Ambarini dari Paroki Sukatani, Depok. Pemberkatan di Gereja St. Fransiskus Xaverius – Kidul Loji.

BLA

Bella Putri Christanti dari lingkungan Paulus 2 dengan Alfredo Junior Efruan dari Paroki Lubang Buaya. Pemberkatan di Gereja St. Albertus Agung – Harapan Indah.

Bagi Anda yang mengetahui adanya halangan – halangan perkawinan mereka, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/pengumuman-pernikahan-4okt26/feed/ 0
Seminar dan Workshop Merangkai Bunga: “Dekorasi Gereja yang Liturgis, Indah Bersahaja” https://gerejasantaclara.or.id/seminar-dan-workshop-merangkai-bunga-dekorasi-gereja-yang-liturgis-indah-bersahaja/ https://gerejasantaclara.or.id/seminar-dan-workshop-merangkai-bunga-dekorasi-gereja-yang-liturgis-indah-bersahaja/#respond Tue, 29 Sep 2026 15:32:07 +0000 https://gerejasantaclara.or.id/?p=8069 Merangkai bunga di altar bukan sekadar menaruh tanaman lalu selesai. Lebih dari itu, ada wujud perhatian dan cinta yang diberikan untuk Tuhan. Semangat melayani itulah yang membawa 38 peserta hadir dalam Seminar dan Workshop Merangkai Bunga pada Sabtu (26/9/2026) di Aula GKP depan ruang kesehatan Gereja Santa Clara, Bekasi Utara.

Mengusung tema “Dekorasi Gereja yang Liturgis, Indah Bersahaja”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Dekor Gereja Santa Clara berkolaborasi dengan Wanita Paroki Santa Clara.

“Melalui workshop dan seminar ini, kami berharap dapat menggerakkan wilayah-wilayah terutama saat ada Misa lingkungan atau kegiatan serupa. Acara ini juga menjadi wadah regenerasi, khususnya bagi Tim Dekor Gereja Santa Clara,” ujar Alicia Meilisko, Ketua Panitia Pelaksana.

Spiritualitas di Balik Keheningan Pelayanan

Panitia menghadirkan narasumber Lucia Raras Purwaningrum, M.Fil., sosok yang berpengalaman di dunia floral sekaligus mantan Ketua Ikatan Penata Bunga Indonesia (IPBI). Ibu Raras membawakan materi bertajuk “Estetika, Spiritualitas Liturgis, dan Ekologi Integral Laudato Si’ dalam Dekorasi Bunga Liturgi Katolik”.

Melalui pemaparannya, peserta diajak mengalami kehadiran Allah lewat keindahan liturgi dan belajar beriman melalui karya. Rangkaian bunga di gereja disajikan bukan untuk menarik perhatian atau mengalihkan fokus umat dari prosesi sakramental, melainkan untuk menciptakan harmoni di sekitar altar yang membantu umat semakin berfokus kepada Allah.

“Merangkai bunga adalah salah satu cara kita menghaluskan budi. Bukan hanya pikiran yang bekerja, melainkan juga rasa, perasaan, dan cara kita memperlakukan bunga tersebut. Kita sedang merangkai makhluk hidup, sehingga kita harus merangkainya dengan sukacita agar bunga itu ‘tersenyum’ kepada kita. Ini adalah tugas yang dilakukan dalam kesunyian, tetapi manfaatnya dirasakan oleh seluruh umat,” ungkap Ibu Raras.

Konsep Ekologi Integral Laudato Si’

Ibu Raras juga menekankan bagaimana konsep ekologi integral dalam Ensiklik Laudato Si’ diterapkan dalam perangkaian bunga. Bunga memberikan manfaat yang berkesinambungan:

  1. Manfaat Pertama: Saat bunga tumbuh di alam dan memberi kehidupan bagi ekosistem.
  2. Manfaat Kedua: Saat dipetik dan dipajang sebagai dekorasi rumah Tuhan untuk membantu suasana doa.
  3. Manfaat Ketiga: Saat bunga mulai layu, mahkota dan daunya dapat dimanfaatkan menjadi bahan pewarna alami kain (ecoprint) atau elemen dekorasi kering.
  4. Manfaat Akhir: Sisa bahan organik yang diolah kembali menjadi kompos tanah.

Sementara itu, konsep Integral menekankan bagaimana dekorasi bunga menyatu utuh dengan makna liturgi gereja, sehingga menjadi satu kesatuan dengan doa dan perayaan iman yang sedang dirayakan.

Dari Teori ke Praktik

Usai sesi pemaparan materi, para peserta dibagikan aneka bunga segar—seperti mawar, dahlia, peacock ungu dan putih, gerbera, daun ruskus—lengkap dengan vas, tali, dan pita untuk sesi praktik langsung.

Peserta diajak mencoba dua teknik dasar:

  • Hand-Tied Bouquet: Teknik merangkai bunga langsung di genggaman tangan menggunakan pola spiral sebelum diikat pada titik ikat (binding point). Sesi ini memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta awam yang baru pertama kali merangkai bunga.
  • Vase Arrangement: Teknik merangkai bunga langsung di dalam vas. Ibu Raras mengajarkan pola dasar bentuk oval, bulat, vertikal, hingga bentuk T terbalik.

Seluruh peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti proses belajar dari awal hingga akhir, siap membawa keterampilan dan pemahaman baru ini untuk pelayanan di lingkungan dan paroki. Semoga semangat “Indah Bersahaja” ini terus menginspirasi para pelayan liturgi, sehingga setiap rangkaian bunga yang dihadirkan dapat memancarkan keindahan Allah serta membawa umat semakin khusyuk berdoa.

]]>
https://gerejasantaclara.or.id/seminar-dan-workshop-merangkai-bunga-dekorasi-gereja-yang-liturgis-indah-bersahaja/feed/ 0