Bekasi ,SuaraClara — Sabtu pagi, 19 Juli 2025, suasana di Gedung Karya Pastoral (GKP) Gereja Santa Clara Bekasi Utara terasa berbeda. Ratusan umat berkumpul, bukan untuk merayakan misa atau pertemuan biasa, tetapi untuk mengikuti pelatihan yang penuh makna: pemulasaraan jenazah.
Kegiatan ini digelar oleh Seksi Santo Yusuf bekerja sama dengan Wanita Paroki Santa Clara. Sebanyak 160 peserta dari berbagai lingkungan hadir dengan antusias. Bukan sekadar belajar teori, mereka datang dengan semangat untuk memahami satu bagian penting dalam kehidupan iman: bagaimana menghormati dan merawat jenazah orang terkasih dengan cara yang benar dan penuh kasih.

Pelatihan ini dibuka oleh Romo Ramses Nainggolan, OFM Cap dan dipandu langsung oleh dr Stefanus Rumancay dari RSUD Kota Bekasi. Dengan pengalaman medis dan pendekatan yang hangat, dr Stefanus membagikan pengetahuan tentang tahapan pemulasaraan jenazah, termasuk penanganan medis dasar, etika perawatan tubuh, hingga prosedur yang sesuai dengan tata cara Gereja Katolik.
“Pemulasaraan bukan sekadar urusan teknis. Ini adalah bentuk pelayanan kasih terakhir kita kepada saudara seiman,” ujar dr Stefanus.
Para peserta terlihat aktif bertanya dan mencatat, tak ingin melewatkan satu pun informasi. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama yang membuka mata dan hati tentang pentingnya kesiapsiagaan dan tanggung jawab bersama dalam komunitas.

Ketua Seksi Santo Yusuf Bapak Eko dalam sambutannya, menegaskan bahwa pelatihan ini digelar sebagai bentuk kepedulian pastoral terhadap kebutuhan nyata umat.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, setiap lingkungan memiliki perwakilan yang siap dan mampu membantu proses pemulasaraan dengan layak dan penuh penghormatan.” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Wanita Paroki Ibu Melania Dessi menambahkan, “Kematian adalah bagian dari kehidupan. Melalui pelatihan ini, kita diajak untuk tidak takut, tetapi justru belajar menghormati hidup sampai akhir.”
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama.
Bahwa dalam komunitas Gereja, saling merawat tak berhenti saat seseorang masih hidup tetapi juga ketika ia telah berpulang.
Dengan bekal pengetahuan dan semangat pelayanan, para peserta diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan terakhir yang penuh cinta dan hormat bagi sesama. Sebab dalam iman Katolik, setiap tubuh adalah bait Allah yang layak dimuliakan bahkan hingga ajal tiba.
Penulis : SJS
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara