Kantor Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan bersama Komisi Komunikasi Sosial KWI dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) menyelenggarakan Afternoon Talk dari Roma pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 19.30-21.00 WIB atau 13.30-15.00 waktu Roma. Membahas mengenai Makna penggunaan Bahasa Indonesia dalam Vatican News bagi Bangsa Indonesia.
Acara tersebut dimoderatori oleh wartawan senior Indonesia Mayong Suryolaksono. Sebagai narasumber, hadir Duta Besar Indonesia untuk Vatican Michael Trias Kuncahyono, Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dan pendiri serta penasihat PWKI AM Putut Prabantoro. Diikuti 294 peserta zoom yang kebanyakan merupakan perwakilan Komsos Paroki se-Indonesia. Serta disiarkan langsung dari KBRI melalui kanal YouTube Indonesia in Vatican.

Penandatanganan MOU penggunaan Bahasa Indonesia dalam Vatican News dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026 oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI Mgr Agustinus Tri Budi Utomo dengan Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci Dr. Paolo Ruffini dan disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Vatican Michael Trias Kuncahyono.
Dalam Afternoon Talk itu, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo yang akrab disapa Mgr Didik menyampaikan bahwa Gereja Katolik Indonesia bersyukur karena ini merupakan peristiwa yang menguntungkan bagi umat Katolik Indonesia dan Bangsa Indonesia. Menjadi hal penting dan signifikan bagi hubungan diplomatik kedua negara dan penyampaian berita dari Vatikan kepada umat Katolik yang berbahasa Indonesia. Baik di Indonesia, Malaysia, Singapura, maupun di negara lain.
Mgr Didik juga mengisahkan bahwa perjuangan supaya Bahasa Indonesia digunakan dalam Vatican News sudah dilakukan sejak 2024. Kala itu PWKI menemuinya di Surabaya dan akhirnya dikomunikasikan kepada Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci yang melanjutkannya kepada Dikasteri Komunikasi Tahta Suci. Lalu disepakati bahwa penandatanganan MOU akan dilaksanakan pada Hari Raya Kabar Sukacita 25 Maret 2026. “Hal ini sempat akan diundur ke Bulan Mei 2026, karena kesulitan mengurus visa dan tiket pesawat akibat perang di Timur Tengah. Namun berkat bantuan KBRI di Vatikan, akhirnya semua dipermudah,” tutur Mgr. Didik.
AM Putut Prabantoro menambahkan bahwa sejak tahun 2022 sudah ada misionaris asal Indonesia yang berkarya di 70 negara. Mereka saling berkomunikasi dan membentuk jaringan untuk saling berbagi informasi dalam Bahasa Indonesia. Ini menjadi ide awal tentang pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia dalam Vatican News. Pada November 2022, PWKI bertemu Paus Fransiskus dan Dikasteri Komunikasi Tahta Suci untuk menyampaikan kenapa Bahasa Indonesia belum digunakan oleh Vatikan padahal umat Katolik berbahasa Indonesia jumlahnya cukup besar. Akhirnya pada April 2024 PWKI bertemu kembali dengan Dikasteri Komunikasi Tahta Suci dan berkomunikasi dengan KWI. Setelah KWI melayangkan surat kepada Dikasteri, lalu disepakatilah tanggal penandatanganan MOU. “Perjuangannya cukup panjang,” kata Putut.
Dubes RI untuk Tahta Suci Michael Trias Kuncahyono mengatakan, “Budaya, kebiasaan, peristiwa-peristiwa penting di Indonesia seperti Samana Santa, Poh Sarang Kediri, Ganjuran Yogyakarta bisa diperkenalkan pada dunia melalui Vatican News.” Komisi Komunikasi Sosial KWI dan PWKI nantinya akan mempersiapkan keorganisasian dan infrastruktur untuk turut menulis berita di Vatican News.
Lebih lanjut Mgr Didik menyampaikan manfaat penggunaan Bahasa Indonesia dalam Vatican News. Antara lain dalam arti sempit, umat Katolik Indonesia bisa mudah mengerti apa yang terjadi di Vatikan dalam Bahasa Indonesia. “Ajaran moral yang disampaikan Paus akan mudah dimengerti. Dokumen-dokumen gereja bisa diakses dalam Bahasa Indonesia,” katanya. Sedangkan dalam arti luas, penggunaan Bahasa Indonesia ini bisa menjadi jembatan Vatikan dengan Indonesia dan pihak-pihak lain yang ingin lebih mengetahui tentang Indonesia. “Vatican News merupakan sumber berita bagi semua bangsa, yang menyampaikan kebenaran yang tulus. Tentang perdamaian, budaya dan dialog antar iman. Dengan bahasa yang adem dan terukur,” lanjutnya.
Bagi Gereja Universal, Indonesia adalah harapan. Hal ini juga disampaikan Paus Fransiskus setelah kunjungannya ke Indonesia pada September 2025 lalu. Dulu negeri ini menjadi tujuan misionaris. Kini, negeri ini menjadi penghasil misionaris yang berkarya setidaknya di 70 negara. Maka, penggunaan Bahasa Indonesia dalam Vatican News merupakan langkah kemajuan bagi masa depan Gereja.
Rini Giri
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara