whatsapp image 2025 02 09 at 10.17.36

ANSOS Gerakan Transformatif Umat

Bekasi, SuaraClara – Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 4 Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara kembali menyelenggarakan Training Analisa Sosial (Ansos) para Agent Penggerak Lingkungan gelombang kedua, Sabtu, 8 Februari 2025 di Gedung Karya Pastoral. Tercatat 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka adalah umat yang berasal dari 6 wilayah Gereja Santa Clara, seperti: Wilayah Fidelis, Wilayah Chaterina de Siena, Wilayah Bunda Theresa, Wilayah Bonaventura, Wilayah Antonius, Wilayah Agnes.

            Gereja memandang bahwa lingkungan memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan menggereja. Romo Kaprilius Sitepu, OFM Cap menjelaskan, “Memang benar, yang sungguh mengenal dan mengerti hidup bersama umat itu adalah Ketua Lingkungan dengan segala perangkatnya. Maka dikatakan, bahwa Ketua Lingkungan itu menjadi partner Dewan Pleno Harian (DPH) dan Para Romo bekerja agar kegiatan yang dibuat sungguh hidup, menyentuh dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Lebih lanjut, Romo berharap agar kegiatan Analisis Sosial (Ansos) ini dapat membantu mereka menentukan kegiatan yang tepat dilingkungannya.             Hasil Penelitian dan Pengembangan Keuskupan Agung Jakarta (Litbang KAJ) tahun 2024 menyebutkan 14 masalah sosial yang terjadi di tengah umat KAJ. Lansia, Anak Sulit Sekolah, Orang Miskin, dan Difabel adalah prioritas terbesar.

whatsapp image 2025 02 09 at 10.17.35

Pada kesempatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas masalah-masalah yang terjadi dilingkungannya. Ansos merupakan alat untuk mentransformasi umat agar menjadi berbelarasa kepada sesama.

Belarasa atau compassion adalah sikap iman yang melibatkan empati dan turut merasakan pergumulan dan penderitaan sesama. “Belarasa adalah jalan yang dapat dan harus dilalui oleh umat Kristiani untuk mewartakan Kristus Sang Juruselamat … janganlah kita melupakan tiga karakteristik Tuhan: kedekatan, belas kasihan dan belarasa. Tuhan itu dekat, Tuhan itu berbelas kasih, dan Tuhan itu berbelarasa. Jika seorang Kristen tidak memiliki belarasa, ia tidak ada gunanya.” Mengutip pesan Paus Fransiskus.

whatsapp image 2025 02 09 at 10.17.36 (1)

            Senada dengan itu, Ignatius Kardinal Suharyo juga mengatakan, “Saya menggunakan terminologi beriman dan bukan beragama karena orang bisa beragama tanpa didasarkan pada iman. Orang yang beriman akan berubah pada transformasi diri dan relasi persaudaraan dengan sesama. Bentuk persaudaraan sejati adalah sikap belarasa kepada sesama yang lemah, kecil, miskin, menderita dan difabel.” Hal ini selaras dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta tahun 2025: Kepedulian Lebih pada yang lemah dan miskin.

            Gereja harus berada ditengah-tengah masyarakat dan berperan aktif bagi mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan. Maka sudah selayaknya gereja ambil bagian atas masalah yang terjadi dimasyarakat.   

Bung Jeff

5 1 vote
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar