Menutup akhir bulan Mei dengan semangat rohani yang menyala, Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara menggelar kegiatan pembinaan iman Catholic Class pada hari Senin, 1 Juni 2026. Dihadiri oleh 210 peserta, acara ini menjadi bukti nyata tingginya kerinduan umat untuk terus bertumbuh dan mendalami ajaran iman Katolik.
Rangkaian kegiatan pada Senin malam tersebut dirancang secara utuh untuk menyentuh aspek spiritual dan intelektual umat. Sebelum mendalami materi, umat terlebih dahulu mengawali kebersamaan dengan mengikuti Perayaan Ekaristi pada pukul 18.00 WIB yang dipimpin secara konselebrasi oleh Romo Carolus Putranto Pr Ketua Komisi Kataketik KAJ dan Romo Kaprilius Sitepu OFM Capusin Pastor Kepala Gereja Santa Clara.
Menekankan esensi dari kegiatan pembinaan ini, Romo Carolus Putranto atau yang kerap disapa Romo Uut memberikan pesan yang sangat menguatkan bagi umat. Beliau menyampaikan bahwa mengikuti Catholic Class tidak berarti umat dituntut harus menjadi katekis yang ikut mengajar di paroki. Lebih dari itu, tujuannya adalah untuk menambah pemahaman iman Katolik sehingga setiap peserta bisa menjadi pewarta Kasih Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Semua orang yang telah dibaptis secara Katolik memiliki martabat kenabian untuk mewarta.
Seusai menyegarkan batin melalui sakramen ekaristi dan dibekali semangat tersebut, antusiasme umat sama sekali tidak surut. Tepat pukul 19.00 WIB, ratusan peserta melangkah bersama menuju Aula Fransiskus Gedung Karya Pastoral (GKP) Santa Clara untuk memulai sesi kelas. Sesi Catholic Class kali ini menghadirkan Bapak Frans Widiyanto dari Komisi Kataketik KAJ sebagai pemateri. Berlangsung selama dua jam hingga pukul 21.00 WIB, suasana kelas jauh dari kesan kaku atau membosankan. Alih-alih sekadar mendengarkan paparan satu arah, kegiatan berjalan dengan sangat interaktif. Komunikasi yang cair membuat konsep-konsep iman yang dibahas terasa begitu membumi dan relevan dengan tantangan kehidupan umat.
Dalam pemaparannya, Pak Frans memberikan penekanan khusus pada pentingnya peran keluarga sebagai fondasi gereja. “Setiap orang tua adalah katekis pertama bagi anak-anaknya. Maka, orang tua hendaknya mengajak anak-anak ikut perayaan Ekaristi sejak dini dan menjadi contoh bagi anak-anak dalam kehidupan beriman,” tegas Pak Frans.
Pendekatan lugas dan pesan mendalam ini mendapat apresiasi positif dari peserta yang hadir. Fredi, salah satu umat yang mengikuti kelas tersebut, membagikan antusiasmenya terhadap jalannya acara. Kesan pertama sangat bagus secara materi. Penyampaiannya jelas dan sangat mudah dimengerti,” ungkap Fredi usai kegiatan.
Angka kehadiran 210 orang dalam Catholic Class ini pada akhirnya bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari komunitas gereja yang hidup dan mau terus belajar. Semoga semangat menggali makna iman di Paroki St. Clara terus menyala, membawa seluruh umat semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam kasih Kristus.





Lusia Anastasia Harianja
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara