Hari Raya Kenaikan Tuhan : Biarlah Yesus Ada Dalam Hidupmu

Koor Diiringi Gamelan

Alunan gamelan memecah hening di dalam gereja, di antara 2.300 umat yang hadir dan siap mengikuti perayaan Ekaristi pagi itu. Suaranya yang tenang dan megah mengiringi langkah para petugas liturgi menuju altar dengan lantunan lagu “Hai Orang-orang Galilea” dari Puji Syukur 531.

Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara memiliki seperangkat gamelan yang merupakan hibah dari sebuah keluarga. Paguyuban Ketan Jawi mengajak umat untuk merawat dan menggunakan gamelan tersebut dengan cara latihan rutin dan dipersembahkan untuk mengiringi misa. Seperti Misa Syukur 1 Suro, Misa Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, dan Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan.

Kenaikan Tuhan Bukan Perpisahan

Murid-murid Yesus yang merupakan orang-orang Galilea, terus mendongak ke langit dengan hati penuh tanya ketika Yesus naik ke sorga. Seolah tak rela mengalami perpisahan dengan Yesus. Namun malaikat memperingatkan mereka bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama.

Dalam homilinya, Pastor Kaprilius Sitepu OFM Capusin yang memimpin misa pagi itu, Kamis, 14 Mei 2026 pukul 09.00, mengatakan bahwa seorang ibu yang anaknya mau merantau ke luar kota, pasti sudah sibuk menyiapkan bekal macam-macam untuk anaknya seolah-olah anaknya mau pergi ke planet lain yang tidak ada warungnya. Dan saat anaknya berangkat, ia biasanya diam saja tak banyak bicara memberi nasihat, supaya tidak menangis. Hal itu karena ada relasi yang istimewa antara ibu dan anak.

Begitu juga relasi Yesus dengan para murid. Meskipun para murid sedih dan heran saat Yesus meninggalkan mereka naik ke sorga, namun mereka tetap tekun dan setia dalam iman. Meskipun sebenarnya bisa saja mereka bubar dan kembali ke Galilea menekuni profesi awal mereka, misalnya Petrus balik jadi nelayan dan Matius kembali membuka kantor cukai. Namun pada kenyatanya mereka tetap memilih menjadi saksi Kristus dan mewartakan-Nya sampai ke seluruh dunia. Karena mereka punya relasi istimewa dengan Yesus dan membiarkan Yesus ada dalam hidup mereka. “Maka biarlah Yesus juga ada dalam hidup kita dan kita terus punya relasi yang istimewa dengan-Nya agar hidup kita terus berbuah,” tuturnya di akhir homili.

Gereja Full

Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara dilaksanakan tiga kali, yaitu pada pukul 06.00, 09.00 dan 17.00. Khusus untuk Misa pukul 09.00 dan 17.00, lagu-lagu liturgi dinyanyikan oleh paduan suara Koor Rosario dengan diiringi gamelan dari Paguyuban Ketan Jawi.

Para penabuh gamelan mengenakan busana khas daerah Jawa Tengah. Petugas laki-laki mengenakan kain, beskap dan blangkon. Sedangkan petugas perempuan mengenakan kain, kebaya dan sanggul.

Umat yang hadir dalam misa cukup banyak. Pada Misa pukul 06.00 dihadiri sekitar 1.500 orang hingga balkon penuh. Misa pukul 09.00 dihadiri sekitar 2.300 umat sehingga Sie Liturgi harus membuka Aula Fransiskus GKP Lantai 2 untuk dijadikan tempat misa tambahan sampai menambah kursi di mezanin depan aula. Dan pada pukul 17.00 dihadiri sekitar 1.400 orang karena balkon tidak terisi penuh.

Untuk Misa pukul 06.00 regu koor dari Paduan Suara Chourum Angelorum atau CA yang pada Hari Raya Kenaikan Tuhan merayakan hari jadinya yang ke-13.

Secara keseluruhan, misa berjalan dengan khidmat dan lancar. Para Romo dan umat juga sangat mengapresiasi koor yang diiringi dengan gamelan. Karena merupakan salah satu upaya pelestarian budaya agung Indonesia dengan cara menjadikannya sebagai unsur musik dalam liturgi.

Jangan Menjadi Penggerutu

Misa pukul 06.00 dan 17.00 dipimpin oleh Pastor Ramses Nainggolan OFM Capusin. Dalam homilinya Pastor Ramses mengatakan bahwa seorang penggerutu yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, seandainya di sorga pun yang kondisinya sempurna dan penuh damai sejahtera, ia akan terus mencari-cari kesalahan. Sorga bagi kita seolah tempat yang jauh yang hanya bisa kita temui setelah meninggal. Namun sebenarnya, dengan mewujudkan kondisi yang damai, tenteram, tenang dan tidak menggerutu, kita sudah sedikit merasakan kenikmatan sorga dalam hidup kita. Maka Pastor Ramses mengajak umat untuk tidak suka menggerutu dan mencari-cari kesalahan, agar hidupnya tenang dan damai.

“Semua ingin masuk sorga kan?” Tanya Romo yang disambut dengan kata “Ya!” dengan kompak oleh umat. “Ada yang ingin berangkat sekarang?” Tanya Romo bercanda. Serentak umat menjawab,”Tidaaaak!”

Rini Giri, Aya, Lukas

5 1 vote
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments