Misa Paskah dan Hari Minggu Panggilan DIA

Misa Paskah dan Hari Minggu Panggilan DIA : Tuhanlah Gembalaku, Aku Takkan Berkekurangan

Suasana Misa Minggu pukul 09.00 pada 26 April 2026 di Gereja Santa Clara Paroki Bekasi Utara sangat ramai oleh suara anak-anak yang mengisi bangku di depan altar. Sekitar 500 anak usia 0-10 tahun hadir dalam misa tersebut. Wajah mereka tampak berseri dan penuh semangat, karena bisa duduk bersama teman-teman sebayanya.

Para pendamping  yang mengenakan baju biru muda menyambut mereka. Anak-anak yang sudah lebih mandiri, duduk bersama teman-temannya di bangku Blok B dan C. Sedangkan anak-anak yang masih di bawah usia 3 tahun duduk bersama orang tua.

Petugas paduan suara pun diisi oleh anak-anak Program Katekese Dini dan Anak (DIA) yang sudah berlatih selama kurang lebih 4 minggu. Ada sekitar 60 anak yang terlibat dalam tugas ini. Mereka menyanyikan lagu-lagu liturgi dengan penuh semangat selama perayaan Ekaristi.

Perarakan pembukaan dimulai dengan arak-arakan Suster dan Pastor Cilik. Ada 17 anak yang mengenakan pakaian uskup, pakaian imam sesuai warna liturgi, dan pakaian biarawan-biarawati.

Perarakan Ekaristi dipimpin secara konselebrasi oleh Pastor Ramses Nainggolan OFM Capusin dan Pastor Rudi OFM Capusin. Romo Rudi adalah pastor tamu yang selama ini bertugas di Vietnam dan singgah di Gereja Santa Clara. Misa dihadiri oleh 1.882 umat, dan mereka duduk di dalam gereja, balkon dan Aula Santo Fransiskus..

Pastor Rudi mengawali kotbahnya dengan menyapa anak-anak. Dengan pembawaan yang ceria, anak-anak diajak bermain duduk berdiri, tepuk tangan dan hentak kaki. Tawa umat pun pecah dengan gaya bicaranya yang penuh canda, sehingga umat bisa rileks mendengarkan homilinya. Setelah mengajak anak-anak bermain sebentar lalu diajak masuk dalam refleksi. Anak-anak diajak bersyukur, karena dengan perayaan Ekaristi ini anak-anak  bisa merayakan kebangkitan Tuhan Yesus yang telah menghapuskan dosa kita.

Minggu Paskah IV dirayakan bersamaan dengan Minggu Panggilan. Pastor Rudi juga mengingatkan bahwa Tuhan memanggil siapa saja untuk bekerja di ladang-Nya. Maka jika dalam hati anak-anak ada panggilan untuk hidup sebagai seorang religius, maka hendaknya diteruskan dalam sikap, untuk menanggapi panggilan itu.

Lebih lanjut Romo Rudi mengatakan bahwa anak-anak adalah masa depan gereja. Anak-anak yang kini hadir di hadapan kita patutlah kita jaga bersama. Panggilan hidup menjadi kaum religius (imam, frater, bruder dan suster) akan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, dan  tumbuh awal dalam hati anak-anak di dalam keluarga. Sehingga keluarga memiliki peran yang penting dalam mendukung tumbuhnya panggilan itu.

Perayaan misa diakhiri dengan Lagu Haec Dies yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh koor DIA Santa Clara. Umat pun turut menyanyi dengan semangat yang menggelora. Mereka turut bersukacita dengan kehadiran anak-anak. Seluruh anak-anak yang hadir mendapatkan goodybag sebagai hadiah Paskah.

Ayu -Komsos

5 1 vote
Beri Nilai
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments