Harus Berani Bersaksi dan Menghadapi Tantangan
Tahun ini Emaus Journey (EJ) Gereja Santa Anna Paroki Duren Sawit, yang sebelumnya merupakan induk EJ Gereja Santa Clara, mengadakan Retus (Retret Perutusan) dengan sedikit berbeda dari biasanya. Perbedaannya, tahun ini hanya diadakan selama satu hari saja, sedangkan biasanya berupa retret selama dua hari atau lebih. Lebih tepatnya, kali ini perutusan Emaus Journey dalam bentuk rekoleksi. Pembicara utama rekoleksi ini adalah Pastor Thomas Becket Gandhi Hartono SJ. Beliau mengisi sesi pencerahan iman sesuai tema Retus yakni, “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau.”
Pada tanggal 28 Maret 2026 lalu, tepatnya hari Sabtu pukul 07.00 sampai pkl 20.00, para Emauser ( peserta Emaus Journey ) dari Gereja Santa Clara mengikuti acara Retus EJ bertempat di Puspas Samadhi Klender, Jakarta Timur, bersama para Emauser dari Gereja Santa Anna Paroki Duren Sawit dan Gereja Santo Arnoldus Janssen Paroki Bekasi.
Peserta dari Gereja Santa Clara sebanyak 36 orang, terdiri dari para fasilitator dan peserta baru yang sudah menyelesaikan sesi pembelajaran dan sharing dari 4 buku materi EJ. Mereka berkumpul, mempelajari Kitab Susci sesuai buku panduan, merenungkan, mensharingkan, dan membuat jurnal pribadi selama 9 bulan lamanya.
Retus juga dihadiri oleh Ketua EJ pusat dari Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) KAJ Bapak Aaron Purbo, Ketua EJ Center Bapak Micky H, Bapak Johni , dan Ibu Lenny.
Acara diawali dengan doa pembukaan, menyanyikan lagu Mars EJ , mendengarkan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pencerahan iman oleh romo Gandhi yang dikemas dengan sangat apik dan segar. Romo Gandhi banyak melakukan interaksi dengan peserta yang mengundang tawa, tetapi pesannya cukup dalam.

Dalam pencerahan bertema ” Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau “ Romo berpesan, bahwa menjadi Emauser harus berani gila. Dalam arti, berani dan siap menghadapi tantangan dan berani bersaksi. “Karena kita harus senantiasa berjalan bersama Yesus yang hadir dalam hati kita. Sebab dunia terus berubah dan kita harus siap menghadapi tantangan dihadapan kita,”tutur Romo yang aktif melakukan pendampingan spiritual, refleksi hidup, dan pendidikan ini.
“Mau berubah, artinya siap menghadapi tantangan perubahan dunia dalam perutusan dan menemukan jalan-jalan baru dengan kekuatan dari Yesus karena menyadari bahwa kita manusia yang rapuh dan lemah. Allah senantiasa menyertai jalan kita agar tidak salah jalan. Berjalan bersama Yesus menjadikan kita untuk tidak hanya melihat masalah tetapi memukan solusi,” lanjutnya. Seperti kapal yang punya nakhoda dan anak buah, Emauser diajak untuk bisa menjalin kerjasama dan koloborasi guna membangun kekuatan dalam menghadapi tantangan.
Sesudah pencerahan , acara juga di isi dengan doa-doa, seperti doa kerahiman dengan renungan kisah sengsara Yesus yang mengajak kita untuk siap dalam menyambut pekan suci di masa prapaskah. Lalu ditutup dengan Misa Perutusan dimana para Emauser diajak untuk kembali membaharui janji perutusan untuk hidup sesuai kehendak-Nya, serta secara aktif menyampaikan kabar baik kepada sesama seperti yang telah diteladankan Yesus.
Dan akhirnya sebelum menutup pertemuan juga ada kesan dan pesan dari para peserta.
Ibu Susi, peserta dari Santa Clara bercerita bahwa selama ini dia tidak pernah membuka kitab suci, tetapi sejak mengikuti EJ ia menjadi mencintai kitab suci. Karena sebelumnya ibu ini merasa tidak dicintai oleh Tuhan, karena dalam hidupnya ia mengalami berbagai persoalan hidup yang sepertinya tidak ada orang yang bisa dijadikan sebagai tempat curhat. Sebaliknya ketika mengenal kitan suci, Ibu Susi merasa kitab suci adalah kunci semua jawaban dalam persoalan hidupnya, dan semua yang ia alami solusinya ada dalam kitab suci. Bukan itu saja, tetapi dalam pertemuan EJ dengan teman- teman di dalam sharing ternyata ia merasa tidak sendirian, karena ada sesama yang lebih berat persoalnanya daripada yang ia alami.
Singkat kata , dalam komunitas EJ ia mengalami banyak perubahan. Dalam hal rohani, ia merasa semakin dikuatkan dan juga dalam hal memandang persoalan yang dihadapi, ia mempunyai satu tempat yg bisa ia percayai untuk bersandar, yaitu Tuhan yang selalu mencintai dan menolong dalam keadaan apapun.
Rekoleksi perutusan kemudian diakhiri dengan ucapan terimakasih baik dari para peserta EJ dari Santa Clara maupun dari Santo Arnoldus Janssen, yang selama 2 tahun berturut-turut menginduk kepada EJ Paroki Duren Sawit. Tahun 2026 ini baik Paroki Bekasi Utara maupun Paroki Bekasi sudah mulai mandiri. Mandiri dalam arti mempersiapkan segala sesuatunya di paroki sendiri dalam rencana dan acara kegiatan Emaous Journey, mulai dari pendftaran sampai ke acara retus.
Dalam kata penutup, Ibu Keksi selaku PIC EJ 2025, mengucapkan terimakasih banyak kepada EJ Paroki Duren Sawit Gereja Santa Anna yang sudah menjadi seperti keluarga sendiri dan banyak membimbing dan menyertai para Emauser baik dari Paroki Bekasi Utara maupun Paroki Bekasi.
Angela Merici – Ketua EJ Santa Clara
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara