Bekasi,SuaraClara — Di balik ketertiban dan keamanan setiap perayaan misa dan kegiatan umat di Gereja Santa Clara, Bekasi Utara, ada sosok-sosok berseragam yang kerap tak terlihat, namun kehadirannya begitu penting: para anggota K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Keparkiran).
Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar 30 anggota K3 mengikuti sebuah diskusi bertajuk “Membangun Petugas Keamanan yang Profesional dan Berintegritas” di Ruang LB Gedung Karya Pastoral (GKP).
Bukan sekadar forum teknis, diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat identitas pelayanan mereka bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga penjaga kasih dan keramahan di lingkungan gereja.

DPH Paroki Santa Clara, Bernardus Suwito, memberikan apresiasi tulus kepada seluruh anggota K3. Ia menyoroti perubahan positif yang nyata, dari kesan kaku dan ‘sangar’ di masa lalu, menjadi wajah pelayanan yang lebih ramah dan humanis.
“Kehadiran mereka kini membawa rasa aman sekaligus nyaman. Inilah wujud pelayanan yang bertransformasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Teguh Mardi Untoro, Koordinator Bidang K3. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk terlibat aktif dalam pelayanan.
“Kita tidak hanya menjaga pintu, tapi juga menjaga hati dan suasana doa umat,” katanya.

Sementara itu Ketua Seksi K3 Jhon Geodius Foster berharap diksusi ini dimanfaatkan anggota K3 untuk berbagi sharing dan pengalaman dalam melayani umat.

Diskusi ini menghadirkan Gun Sukirman Andriantoro sebagai pemateri utama. Pria yang telah lebih dari 30 tahun bertugas di unit keamanan Kompas Gramedia itu membagikan pengalamannya secara mendalam dan membumi. Ia memaparkan tugas pokok dan fungsi petugas keamanan secara profesional, namun tetap dengan sentuhan nurani.
“Yang hadir hari ini luar biasa. K3 Santa Clara adalah satu-satunya unit K3 di Keuskupan Agung Jakarta yang tertata, kompak, dan aktif. Ini perlu diapresiasi,” ucap Gun.
Usai paparan, sesi diskusi berjalan hangat dan interaktif. Para anggota K3 antusias bertanya, berbagi pengalaman, dan mengangkat berbagai situasi lapangan yang mereka hadapi dalam pelayanan harian.


Kegiatan ditutup dengan foto bersama, makan siang, dan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan. Tampak jelas bahwa di balik seragam dan peluit, para anggota K3 hadir bukan sekadar bertugas, melainkan melayani dengan hati.
K3 Santa Clara kini tak sekadar sigap menjaga pintu dan lahan parkir. Mereka adalah garda depan penyambutan, wajah keramahan Gereja, dan simbol pelayanan yang mengutamakan sukacita.
K3 Siap Melayani. K3 Sukacita. K3 Bahagia.
Penulis : SJS
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara