Ladang Anggur Gereja St. Clara
Gereja St. Clara di Paroki Bekasi Utara semakin terus bertumbuh dan berkembang untuk menjadi Gereja yang menjadi pusat rahmat Allah yang tercurah bagi keselamatan umat-NYA. Untuk itu, Gereja St. Clara perlu semakin mengakar pada kesejatian iman dan tetap adaptif terhadap tuntutan zaman yang semakin modern dan profesional.
Mewujudkan modernitas dan profesionalitas ini, Bidang Penelitian dan Pengembangan Paroki (BP3) melalui Seksi Pekad (Pelatihan dan Kaderisasi) dan Seksi Litbang (Penelitian dan Pengembangan) memfasilitasi proses pencalonan, pembekalan, dan pemilihan Ketua Seksi dan Pengurus Seksi periode 2024 – 2027 untuk mendapatkan calon-calon yang kapabel, modern, profesional, beriman, dan tentu memiliki semangat melayani yang tinggi.
Ladang Anggur Gereja St. Clara telah memanggil para pekerja-pekerja-NYA (Ketua Seksi dan Pengurus Seksi) untuk menggarap benih-benih anggur (iman umat) guna menghasilkan buah kehidupan kudus dan keselamatan bagi sebanyak mungkin umat.
Proses pelaksanaan

Degan tetap berpedoman pada PDDP (Pedoman Dasar Dewan Paroki) KAJ, Tim BP3 melakukan proses-proses berikut untuk memilih dan menetapkan Ketua Seksi:
- Penjaringan calon. Proses ini dilakukan dengan melibatkan Ketua Lingkungan dan Ketua Seksi existing untuk mengajukan calon-calon terbaiknya di setiap seksi / kategorial yang ada. Siapapun bisa mengajukan diri / diajukan selama ybs belum pernah menjabat maksimal 2 periode kepengurusan di seksi / kategorial yang ia pilih.
- Selanjutnya calon-calon yang mengajukan diri / diajukan oleh Ketua Lingkungan dan Ketua Seksi existing mendaftar lewat form khusus secara digital. Melalui form tsb, maka data para calon masuk ke dalam database Litbang sebagai talent-talent kader untuk kepengurusan seksi.
- Tahap berikutnya adalah pembekalan dan assessment untuk seluruh kader yang telah mendaftar. Pembekalan diberikan dalam bentuk pelatihan soft-skill yang meliputi tujuh sikap dasar pelayanan dan membangun keselarasan dalam tim. Peserta juga mendapat pemahaman akan fungsi, tanggung jawab, dan peran dari setiap seksi / kategorial yang ada. Untuk assessment, peserta mengisi tes pengetahuan terkait seksi / kategorial yang ia pilih dan mengisi tes pengetahuan terkait pelatihan soft-skill yang telah mereka ikuti.
- Seluruh DPH (3 Romo dan 24 awam) melakukan Rapat Kerja (Raker) khusus untuk memilih Ketua Seksi dan Kategorial dari antara kader-kader yang telah mengikuti pembekalan dan assessment. Ketua Seksi / Ketua Kategorial terpilih kemudian dihubungi langsung oleh Romo Kepala Paroki – Romo Kaprilius Sitepu OFM.Cap.
- Sementara kader-kader lain yang belum terpilih sebagai Ketua Seksi / Ketua Kategorial – disarankan masuk ke dalam susunan kepengurusan, dimana susunan kepengurusan seksi menjadi hak Ketua Seksi / Ketua Kategorial terpilih untuk menentukan.
Gereja yang “Universal”
Sistem pencalonan, pembekalan, dan pemilihan yang dibuat oleh tim BP3 merupakan sistem yang bertujuan membuka jalan selebar-lebarnya bagi siapapun (universal) umat Gereja St. Clara untuk berkarya dalam pelayanan. Sebuah panggilan berkarya untuk orang-orang yang ingin melayani dengan tulus – tanpa membawa kepentingan pribadi.
Sudah tidak zamannya lagi bila tim dalam pelayanan didominasi oleh orang-orang satu “circle” saja. Tim perlu di-isi oleh keragaman orang-orang dengan berbagai kompetensi / pengalaman / ilmu / latar belakang yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Gereja. Kita tidak boleh hanya terbiasa bekerjasama dengan orang-orang yang kita kenal saja, kita perlu belajar bekerjasama dengan orang-orang yang “berbeda” dengan kita.
Sinergitas dalam tim
Romo Masseo Sitepu OFM Cap dalam sesi Rekoleksi kepada para Ketua Seksi dan Pengurus Seksi yang baru menyampaikan materi mengenai “Sinergitas dalam menjaga pilar Gereja.” Betapa tim di dalam Seksi / Kategorial masing-masing perlu senantiasa menjaga sinergi, kekompakan, dan kesatuan hati. Bahwa perbedaan yang ada adalah kekuatan. Tidak zamannya lagi energi dalam tim dihabiskan untuk sikap-sikap resisten terhadap perubahan, baper dengan cara komunikasi orang lain, ataupun ketidaksukaan terhadap pribadi orang tertentu. Energi dalam tim perlu ter-sinergi dan terfokus untuk menghasilkan kinerja profesional terbaik bagi kemajuan umat Paroki dan Gereja.
Tidak boleh lagi ada mindset “Ini seksi-ku, ini kategorial-ku,” melainkan yang perlu ditumbuhkan adalah “ini seksi Gereja St. Clara, ini kategorial Gereja St. Clara.” Tidak perlu ada bibit kepentingan diri / kelompok yang “bermain” dalam tim. Apalagi dengan adanya GKP yang sudah resmi serah terima, maka sesuai arahan Romo Vikjen Samuel Pangestu Pr: Gereja dan GKP bukan untuk tempat bercokolnya kekuasaan dan kepentingan pribadi / kelompok, melainkan untuk tempat bersemainya iman jemaat.
Banyak anggota, satu tubuh

Bayangkan satu konstelasi yang terdiri dari banyak bintang. Setiap bintang tersebut memancarkan cahayanya sendiri dengan gemilang. Ia memancarkan cahayanya dengan cara yang tidak meredupkan cahaya bintang yang lain. Bahkan cahaya setiap bintang tersebut menyatu secara indah untuk memancarkan kesatuan terang sebuah konstelasi.
Demikian pula setiap Seksi dan Kategorial di Gereja St. Clara. Ada dua puluh tiga seksi dan kategorial yang memancarkan cahanya dengan memberikan pelayanan terbaik bagi umat. Setiap cahaya pelayanan yang memancar tersebut menyatu sebagai sebuah konstelasi Gereja St. Clara.
Mari kita semua sama-sama menjaga sinergitas tim dalam seksi dan kategorial yang ada dan menghadirkannya sebagai wajah Gereja yang baik dan murah hati dalam pelayanan kepada segenap umat Paroki Bekasi Utara.
Selamat melayani untuk seluruh Ketua dan Pengurus Seksi / Kategorial / Bagian periode 2024 – 2027.
Tuhan memberkati.
Erick Iskandar – DPH Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Paroki
Santa Clara Bekasi Paroki Bekasi Utara